Le silence de la forêt adalah film drama tahun 2003 yang disutradarai oleh Bassek Ba Kobhio dan Didier Ouénangaré. Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama karya Étienne Goyémidé. Film ini diproduksi bersama antara Gabon, Kamerun, Republik Afrika Tengah, dan Prancis, film ini menjadi film panjang pertama yang dibuat di Afrika Tengah. Selain itu, film ini juga menjadi yang pertama menggambarkan prasangka kontemporer yang dimiliki oleh beberapa orang Afrika terhadap Suku Pygmy.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Le silence de la forêt | |
|---|---|
| Sutradara | Bassek Ba Kobhio Didier Ouénangaré |
| Produser | Annie Izoungou Charles Mensah Alderrahmane Sissako |
| Skenario | Étienne Goyémidé |
Berdasarkan | Le silence de la forêt by Étienne Goyémidé |
| Pemeran | Eriq Ebouaney Nadège Beausson-Diagne |
| Penata musik | Manu Dibango |
| Sinematografer | Pierre-Olivier Larrieu |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 93 menit |
| Negara | Afrika Tengah Kamerun Gabon Prancis |
| Bahasa | Bantu Prancis Sango Inggris |
| Anggaran | 12 juta FF |
Le silence de la forêt (terj. har. 'Keheningan Hutan') adalah film drama tahun 2003 yang disutradarai oleh Bassek Ba Kobhio dan Didier Ouénangaré. Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama karya Étienne Goyémidé.[1][2] Film ini diproduksi bersama antara Gabon, Kamerun, Republik Afrika Tengah, dan Prancis, film ini menjadi film panjang pertama yang dibuat di Afrika Tengah.[3][4][5][6] Selain itu, film ini juga menjadi yang pertama menggambarkan prasangka kontemporer yang dimiliki oleh beberapa orang Afrika terhadap Suku Pygmy.[7]
Awalnya, film ini direncanakan untuk disutradarai oleh Didier Ouénangaré sebagai debut penyutradaraannya.[2] Namun, setelah sutradara asal Kamerun, Bassek Ba Kobhio, bergabung sebagai sutradara utama, Ouenangare mengambil peran sebagai ko-sutradara. Film ini dibuat di Afrika Tengah saat negara tersebut sedang mengalami krisis ekonomi dan kudeta militer pada tahun 2003.
Pendanaan untuk Le silence de la forêt berasal dari Kamerun, Gabon, dan Prancis, di mana Kamerun memberikan hibah sebesar 50.000 FF dari Agence intergouvernementale de la francophonie.[8]
Sebagian besar pemeran dan kru berasal dari negara-negara tetangga seperti Kamerun dan Gabon, yang memicu kritik terhadap Ouenangare karena tidak banyak melibatkan warga Afrika Tengah.[8] Aktor asal Kamerun, Eriq Ebouaney, dipilih sebagai pemeran utama dan perlu belajar bahasa Sango, salah satu bahasa resmi Afrika Tengah. Komposer musik veteran asal Kamerun, Manu Dibango, melakukan pekerjaan atas musik dalam film ini.
Penayangan film ini di bioskop di Afrika Tengah mengalami kendala karena satu-satunya bioskop di negara tersebut ditutup pada saat itu.[2] Film ini akhirnya tayang perdana dalam bagian Planet Africa pada Festival Film Internasional Toronto 2003,[9] dan mendapat ulasan positif dari para kritikus. Selama beredar dalam festival, film ini juga diputar saat Directors' Fortnight pada Festival Film Cannes 2003,[10] dan mendapat penghargaan khusus dalam Festival International du Film Francophone de Namur (FIFF) 2003.[11]