Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Layanan Diplomatik Yang Mulia

Layanan Diplomatik Yang Mulia adalah layanan diplomatik Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, yang mengurusi urusan luar negeri, berlawanan dengan Layanan Sipil Dalam Negeri, yang mengurusi urusan domestik. Layanan tersebut mempekerjakan sekitar 14,000 orang, sekitar sepertiganya adalah PNS berbasis Inggris yang bekerja langsung untuk Kantor Persemakmuran dan Luar Negeri, baik di London atau di luar negeri. Dua pertiga staf sisanya adalah salah satu dari 240 anggota Misi Diplomatik Inggris di luar negeri. Sekretaris Negara Tingkat Rendah Permanen untuk Urusan Luar Negeri juga menjadi Kepala Layanan Diplomatik.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Desember 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Layanan Diplomatik Yang Mulia (bahasa Inggris: Her Majesty's Diplomatic Servicecode: en is deprecated , disingkat HMDS) adalah layanan diplomatik Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, yang mengurusi urusan luar negeri, berlawanan dengan Layanan Sipil Dalam Negeri, yang mengurusi urusan domestik. Layanan tersebut mempekerjakan sekitar 14,000 orang, sekitar sepertiganya adalah PNS berbasis Inggris yang bekerja langsung untuk Kantor Persemakmuran dan Luar Negeri, baik di London atau di luar negeri. Dua pertiga staf sisanya adalah salah satu dari 240 anggota Misi Diplomatik Inggris di luar negeri (seperti kedutaan besar, konsulat atau komisi tinggi).[1] Sekretaris Negara Tingkat Rendah Permanen untuk Urusan Luar Negeri juga menjadi Kepala Layanan Diplomatik.

Layanan Luar Negeri, yang aslinya menyediakan PNS kepada staf Kantor Luar Negeri, sempat menjadi sebuah layanan terpisah, namun tergantikan dengan Layanan Diplomatik pada 1918. Layanan Diplomatik juga menggantikan Layanan Kolonial pada akhir 1960an.

Wanita tidak boleh masuk Layanan Diplomatik sampai 1946. Sampai 1973, mereka disyaratkan hengkang saat mereka menikah. Duta besar perempuan pertama yang diangkat adalah Barbara Salt, untuk Israel pada 1962, tetapi sakit penyakit membuatnya tidak sempat memegang jabatan. Wanita pertama yang menjabat sebagai duta besar adalah Anne Warburton, yang dilantik untuk Denmark pada 1976.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ "Working for FCO", situs web Kantor Persemakmuran dan Luar Negeri, diakses pada 28/12/2016
  2. ↑ "The women who serve in danger zones", BBC News, 9 July 2014

Pranala luar

  • Situs web Kantor Persemakmuran dan Luar Negeri

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026