Laporan Leuchter adalah sebuah dokumen pseudointelektual yang ditulis pada tahun 1988 oleh Fred A. Leuchter, seorang teknisi asal Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam peralatan eksekusi seperti kursi listrik. Laporan ini diklaim sebagai "analisis ilmiah" terhadap penggunaan kamar gas di kamp konsentrasi Auschwitz, dan telah banyak dikutip oleh para penyangkal Holocaust sebagai "bukti" bahwa kamar gas tidak digunakan untuk membunuh manusia secara sistematis selama Holocaust. Meskipun sering dipromosikan oleh para penyangkal Holocaust, laporan ini telah secara luas dibantah oleh para sejarawan, ilmuwan, dan lembaga forensik independen sebagai tidak akurat, tidak ilmiah, dan bermotif ideologis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Laporan Leuchter adalah sebuah dokumen pseudointelektual yang ditulis pada tahun 1988 oleh Fred A. Leuchter, seorang teknisi asal Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam peralatan eksekusi seperti kursi listrik. Laporan ini diklaim sebagai "analisis ilmiah" terhadap penggunaan kamar gas di kamp konsentrasi Auschwitz, dan telah banyak dikutip oleh para penyangkal Holocaust sebagai "bukti" bahwa kamar gas tidak digunakan untuk membunuh manusia secara sistematis selama Holocaust.[1] Meskipun sering dipromosikan oleh para penyangkal Holocaust, laporan ini telah secara luas dibantah oleh para sejarawan, ilmuwan, dan lembaga forensik independen sebagai tidak akurat, tidak ilmiah, dan bermotif ideologis.
Laporan Leuchter pertama kali muncul dalam konteks persidangan penyangkal Holocaust Ernst Zündel di Kanada. Dalam upaya membuktikan bahwa pembantaian massal dengan kamar gas tidak terjadi, pihak pembela Zündel mengundang Fred Leuchter untuk melakukan "penyelidikan ilmiah" ke lokasi kamp Auschwitz dan Birkenau di Polandia.
Leuchter bukanlah seorang insinyur bersertifikat, ahli kimia, atau ahli forensik. Ia melakukan "pengambilan sampel" dari dinding bangunan di situs kamp secara ilegal dan tanpa izin otoritas Polandia. Analisis kimia kemudian dilakukan di laboratorium komersial, yang tidak diinformasikan tentang konteks pengambilan sampel tersebut.
Leuchter menyatakan bahwa terdapat jumlah senyawa hidrogen sianida (komponen aktif dalam Zyklon B) yang jauh lebih sedikit pada sisa-sisa dinding kamar gas dibandingkan dengan dinding ruang desinfeksi. Ia menyimpulkan bahwa Zyklon B hanya digunakan secara terbatas untuk keperluan desinfeksi, bukan untuk pembunuhan massal.
Namun, analisis ini telah dibantah atas dasar metodologi yang keliru dan asumsi yang tidak berdasar. Beberapa kritik utama terhadap laporan ini meliputi:
Laporan Leuchter segera mendapat perhatian dari komunitas penyangkal Holocaust dan sering disebut sebagai "titik balik" dalam perdebatan publik tentang kebenaran Auschwitz. Namun, laporan ini tidak pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang diakui dan secara luas dicela oleh komunitas akademik.
Laporan ini telah dianalisis dan dibantah oleh banyak pihak, termasuk sejarawan Holocaust, ahli kimia forensik, dan organisasi seperti Institut Sejarah Holocaust dan Yad Vashem. Mereka menilai laporan ini sebagai upaya yang disengaja untuk menyesatkan publik, dengan menyamarkan propaganda di balik istilah teknis dan perhitungan yang tampak akademis.