Lapangan Syekh Yusuf adalah sebuah ruang terbuka hijau sekaligus taman publik yang terletak di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Pemanfaatan utama dari Lapangan Syekh Yusuf sebagai pusat kegiatan olahraga, rekreasi, dan kuliner. Lapangan ini memiliki fasilitas seperti lintasan lari laun pertama di Sulawesi Selatan yang berstandar nasional, lapangan sepak bola, basket, dan voli. Selain itu, tersedia juga pujasera dan ruang terbuka untuk bersantai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Lapangan Syekh Yusuf adalah sebuah ruang terbuka hijau sekaligus taman publik yang terletak di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Pemanfaatan utama dari Lapangan Syekh Yusuf sebagai pusat kegiatan olahraga, rekreasi, dan kuliner. Lapangan ini memiliki fasilitas seperti lintasan lari laun pertama di Sulawesi Selatan yang berstandar nasional, lapangan sepak bola, basket, dan voli. Selain itu, tersedia juga pujasera dan ruang terbuka untuk bersantai.[1][2]
Lapangan Syekh Yusuf merupakan salah satu ruang terbuka hijau sekaligus taman publik terpenting di Kabupaten Gowa. Nama Laangan Syekh Yusuf diberikan untuk menghormati Yusuf Al-Makassari yang merupakan seorang ulama di wilayah Kesultanan Gowa yang telah berstatus sebagai pahlawan nasional. Lapangan ini telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lapangan yang sebelumnya dikenal sebagai lapangan biasa kini direvitalisasi besar-besaran menjadi sebuah kawasan terpadu yang sering disebut RTH Syekh Yusuf Discovery, menjadikannya identitas baru dan kebanggaan bagi masyarakat Gowa dan sekitarnya. Terletak di lokasi yang strategis, berdekatan dengan Masjid Agung Syekh Yusuf, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial, olahraga, rekreasi, dan bahkan ekonomi.[3][1]
Proyek pembangunan Lapangan Syekh Yusuf Discovery merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menyediakan fasilitas publik yang berkualitas tinggi bagi warganya. Revitalisasi ini dimulai dengan tujuan menjadikannya ruang terbuka hijau terbaik di Sulawesi Selatan. Pengerjaan proyek ini berlangsung dalam beberapa tahap anggaran, dengan target awal penyelesaian dan peresmian secara keseluruhan pada sekitar akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020. Namun, pemanfaatan penuh beberapa fasilitas unggulan terus diresmikan secara bertahap hingga tahun 2025.[4][5]
Salah satu fokus utama dalam pembangunan adalah menciptakan lapangan yang berstandar nasional dan memiliki beragam zona fungsional. Lapangan ini didesain dalam beberapa zona untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat. Zona A biasanya dialokasikan sebagai lapangan upacara, area yang penting untuk kegiatan seremonial daerah. Sementara itu, Zona B difokuskan pada kegiatan olahraga utama, meliputi lapangan sepak bola dan area taman bermain anak (play ground), memastikan anak-anak juga memiliki ruang yang aman dan nyaman. Zona C dirancang sebagai pujasera, lapangan basket, lapangan takraw, lapangan tenis, dan area gym/fitness luar ruangan, menjadikannya pusat aktivitas sosial dan leisure. Terakhir, Zona D menempatkan monumen seperti Monumen Patonro sebagai tempat tamasya yang menjadi ciri khas dari ruang terbuka hijau di Lapangan Syekh Yusuf.[6][2]
Tonggak penting dari proyek ini adalah pembangunan lintasan lari laun berstandar nasional. Lintasan ini menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan yang menggunakan bahan karet, memberikan permukaan yang lebih nyaman dan aman bagi para pelari. Fasilitas ini menjadi penanda bahwa Lapangan Syekh Yusuf tidak main-main dalam meningkatkan kualitas infrastruktur olahraganya.[2][7]
Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan bahwa semua pengerjaan dilakukan dengan rapi, termasuk pengecekan detail seperti pengecatan yang bersih, pemangkasan rumput lapangan sepak bola, hingga pembersihan sampah hasil konstruksi. Komitmen ini dilakukan agar saat masyarakat mulai menggunakan fasilitas tersebut, mereka dapat merasa nyaman dan tenang. Peresmian penuh kawasan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Gowa yang didampingi oleh pejabat terkait, menegaskan bahwa fasilitas yang ada resmi dibuka untuk masyarakat umum.[8][4]
Fasilitas olahraga pada Lapangan Syekh Yusud berupa lapangan sepak bola yang direnovasi menjadi tempat ideal untuk kompetisi lokal dan latihan. Kehadiran jogging track berbahan rubber menarik banyak warga, dari berbagai usia, untuk berolahraga lari dan jalan santai. Selain itu, tersedianya lapangan basket, voli, takraw, tenis, dan area gym luar ruangan memungkinkan berbagai komunitas olahraga untuk berkumpul dan berlatih. Pemanfaatan fasilitas olahraga ini sangat tinggi, terutama pada pagi dan sore hari, serta pada akhir pekan.[7][8]
Lapangan Syekh Yusuf berfungsi sebagai taman publik dan ruang terbuka hijau yang vital, menyediakan area untuk bersantai dan berekreasi bagi keluarga, teman, dan individu. Selain itu, terdapat taman bermain bagi anak-anak untuk bermain dengan aman. Lapangan Syekh Yusuf menjadi lokasi favorit untuk kegiatan sosial seperti ngabuburit (menunggu waktu berbuka puasa) selama bulan Ramadan, di mana warga berkumpul sambil berburu takjil di sekitar area tersebut. Tempat ini juga menjadi tempat berkumpul yang strategis, sering digunakan untuk acara-acara besar, upacara, dan kegiatan komunitas, memperkuat ikatan sosial antarwarga Gowa.[1]
Pembangunan pujasera di Zona C adalah langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian lokal. Area ini menyediakan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjajakan produk makanan dan minuman. Kehadiran pusat kuliner ini menjadikan Lapangan Syekh Yusuf sebagai destinasi yang lengkap: datang untuk berolahraga atau berekreasi, kemudian menikmati hidangan di tempat yang sama. Ini menciptakan simbiosis antara kesehatan, rekreasi, dan ekonomi.[6][1]
Pengelolaan Laangan Syekh Yusuf dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa dengan membentuk unit pelaksana teknis daerah yang menjadi badan khusus pengelola untuk mengelola Lapangan Syekh Yusuf Discovery. Pengelolaan ini mencakup penugasan petugas kebersihan, petugas keamanan (Satpol PP dan Kepolisian), petugas taman, serta pemasangan CCTV untuk menjamin ketertiban dan keamanan bagi seluruh pengunjung.[9][7]
Pentingnya menjaga dan merawat fasilitas ini selalu ditekankan kepada masyarakat. Keberadaan RTH yang terintegrasi dengan Masjid Agung Syekh Yusuf juga menambah nilai spiritual dan kultural kawasan ini. Dengan beragamnya fasilitas dan fungsinya, Lapangan Syekh Yusuf Discovery bukan hanya sekadar lapangan, tetapi telah menjelma menjadi mini-city yang mendukung gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Gowa. Proyek ini menjadi contoh nyata dari pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.[4]