Landek merupakan bahasa Karo yang berarti tari. Dalam budaya Karo, Landek disajikan dengan menyesuaikan konteks penyajiannya. Gerakan-gerakan dalam Landek berhubungan dengan perlambangan dan makna-makna tertentu pada masyarakat Karo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Landek merupakan bahasa Karo yang berarti tari.[1] Dalam budaya Karo, Landek disajikan dengan menyesuaikan konteks penyajiannya. Gerakan-gerakan dalam Landek berhubungan dengan perlambangan dan makna-makna tertentu pada masyarakat Karo.[1]
Landek didasarkan pada pemikiran masyarakat Karo masa lampau untuk menggambarkan aktivitas kehidupan yang dijalani mereka sehari-hari melalui karya seni.[2] Pemikiran ini kemudian diwujudkan oleh masyarakat Karo dalam bentuk tari.[2]
Awalnya, Landek terinspirasi dari Permanggamangga di masa lampau. Permanggamangga adalah kegiatan menyanyi tanpa diiringi alat musik. Melalui Permanggamangga, masyarakat Karo mulai terinspirasi untuk membuat suatu gerakan tari melalui irama permanggamangga.[1]
Saat permanggamangga dilaksanakan, masyarakat Karo akan menari mengikuti irama yang berasal dari lantunan nyanyian. Tari ini kemudian disebut landek oleh masyarakat Karo.[1]
Pada masyarakat Karo, landek bukan hanya sekadar sebuah seni tarian. Landek adalah pemikiran dasar masyarakat Karo dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang mendalam.[1]
Landek hadir untuk melengkapi aktivitas masyarakat Karo untuk melengkapi aktivitas-aktivitas dalam menyampaikan hasrat, keinginan, dan doa mereka.[1]
Landek dilakukan oleh masyarakat Karo secara bersama dalam satu kelompok, dari anak-anak hingga orang tua dengan sistem kekerabatan dan diiringi musik tradisional.[1]
Dalam masyarakat Karo, Landek hadir dalam kegiatan, seperti upacara kematian, pernikahan, masuk rumah baru, menyambut kelahiran anak, dan kegiatan lainnya. Landek juga dilakukan oleh masyarakat Karo sebagai hiburan.[1]
Dalam kegiatan Landek, terdapat beberapa gerakan aturan yang harus dilakukan.
Endek adalah sikap kaki saat melakukan gerakan Landek. gerakan ini menitikberatkan pada kaki yang dihenjutkan. Posisi tangan direntang sejajar pinggul, kaki kanan dimajukan satu langkah dengan kaki kiri di belakang. Kedua kaki ditekuk bergantian.[1]
Jemole adalah gerakkan menggoyangkan bahu secara bergantian kedepan dan kebelakang dengan tangan. Tangan kanan ditekuk dengan telapak tangan sejajar bahu dan tangan kiri lurus ke bawah sejajar dengan pinggang.[1]
Posisi kaki kiri saat melakukan gerakan ini ditekuk di belakang kaki kanan, sehingga kedua kaki seperti bersilang dengan berat badan bertumpu pada kaki kanan.[1]
Gerakan ini juga sering disebut dengan gerakan lempir tan. Gerakan ini dilakukan dengan kedua tangan yang ditekuk di depan dada dan telapak tangan menghadap ke atas. Kedua tangan dibuka sedikit serong keluar saat ditekuk.[1]