Lambang negara Republik Papua Barat yang diusulkan diadopsi pada tahun 1971, ketika negara yang diusulkan tersebut dideklarasikan. Desain pada perisai tersebut berbentuk bendera bekas Nugini Belanda, yaitu Bendera Bintang Kejora. Perisai tersebut didukung oleh seekor burung Mambruk victoria, yang memegang sebuah drum dengan cakar kanan dan seikat anak panah dengan cakar kirinya, serta dikelilingi oleh sebuah lengkungan di bagian atas dengan moto "One People, One Soul". Lambang ini terinspirasi dari halaman depan sebuah pamflet berjudul "De Papoea’s roepen Nederlandcode: nl is deprecated " yang diterbitkan pada tahun 1951.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Lambang negara Republik Papua Barat yang diusulkan diadopsi pada tahun 1971, ketika negara yang diusulkan tersebut dideklarasikan. Desain pada perisai tersebut berbentuk bendera bekas Nugini Belanda, yaitu Bendera Bintang Kejora.[1] Perisai tersebut didukung oleh seekor burung Mambruk victoria, yang memegang sebuah drum dengan cakar kanan dan seikat anak panah dengan cakar kirinya, serta dikelilingi oleh sebuah lengkungan di bagian atas dengan moto "One People, One Soul". Lambang ini terinspirasi dari halaman depan sebuah pamflet berjudul "De Papoea’s roepen Nederlandcode: nl is deprecated " (Inggris: "The Papua’s call for the Netherlands"code: en is deprecated ) yang diterbitkan pada tahun 1951.[2]