Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Asam lisergat dietilamida

Asam lisergat dietilamida merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen yang diperoleh dari jamur yang tumbuh pada tanaman gandum hitam (rye). Bahan kimia atau obat ini, berbentuk seperti kertas seukuran dengan prangko dan memiliki varian warna serta gambar. Biasanya LSD lekat dengan istilah psikedelik.

senyawa kimia
Diperbarui 24 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Asam lisergat dietilamida
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
Asam lisergat dietilamida
Data klinis
Nama lainLSD, LSD-25,
lisergida,
D-asam lisergat dietilamida,
N,N- dietil- D- lisergamida
Kategori
kehamilan
  • AU: X (Resiko tinggi)
    Rute
    pemberian
    Oral, Intravena
    Status hukum
    Status hukum
    • AU: S9 (Prohibited)
    • CA: Schedule III
    • UK: Kelas A
    • US: Schedule I
    Data farmakokinetika
    MetabolismeHepar
    Waktu paruh eliminasi3-5 jam[1][2]
    EkskresiGinjal
    Pengenal
    Nama IUPAC
    • (6aR,9R)- N,N- dietil- 7-metil- 4,6,6a,7,8,9- heksahidroindolo- [4,3-fg] kuinolina- 9-karboksamida
    Nomor CAS
    • 50-37-3
    PubChem CID
    • 5761
    ChemSpider
    • 5558
    CompTox Dashboard (EPA)
    • DTXSID1023231 Sunting di Wikidata
    ECHA InfoCard100.000.031 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC20H25N3O
    Massa molar323,43 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    • Gambar interaktif
    Titik leleh80 °C (176 °F)
    SMILES
    • CN1[C@](C2=C[C@@H](C(N(CC)CC)=O)C1)([H])CC3=CNC4=C3C2=CC=C4
      (verify)

    Asam lisergat dietilamida (LSD, sering juga dikenal sebagai Lysergsäure dietylamid) merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen yang diperoleh dari jamur yang tumbuh pada tanaman gandum hitam (rye).[3] Bahan kimia atau obat ini, berbentuk seperti kertas seukuran dengan prangko dan memiliki varian warna serta gambar. Biasanya LSD lekat dengan istilah psikedelik.

    Diperkenalkan oleh Sandoz Laboratories (kini Novartis), dengan nama dagang Delysid, sebagai obat dengan berbagai penggunaan psikiatrik pada tahun 1947, Saat itu obat ini juga menjadi harapan besar dalam dunia pengobatan khususnya psikologis. Di Indonesia banyak sekali sebutan bagi obat ini, di antaranya acid, elsit, perangko, kertas dewa, dll.

    LSD relatif bersifat tidak adiktif (tidak memicu ketergantungan), dan toksisitas rendah.[4] LSD banyak dikenal atas efek psikologisnya yang bisa menjadi dijadikan obat untuk bersenang-senang (rekreasional) maupun mencari ketenangan atau meditasi, serta berperan penting dalam kontrabudaya tahun 1960.

    Dosis tunggal asam lisergat dietilamida berkisar antara 100-500 mikrogram atau mcg. Jumlah tersebut hampir setara dengan 1/10 massa sebutir pasir. Yang sekarang sedang marak beredar di pasaran Indonesia adalah masih sebatas 100-320mcg. Setelah di konsumsi, LSD akan bereaksi sekitar 30-60 menit dan pengaruh akan hilang setelah 8-12 jam lamanya.

    Efek yang timbul dari pemakaian LSD ini ialah halusinasi, yang efeknya dikatakan 100 kali lebih kuat dibandingkan dengan efek yang ditimbulkan senyawa psilocybin yang diperoleh dari jamur psilocybin atau magic mushroom. Halusinasi ini bisa berbentuk halusinasi terhadap persepsi waktu, ruang atau penglihatan. Hal ini dipicu karena LSD yang dikonsumsi akan memengaruhi hormon dopamine yang berfungsi sebagai hormon pemicu kebahagiaan, rasa senang, puas dan nikmat. Namun, zat ini juga menyebabkan kecanduan secara psikologis.

    Reaksi fisik pada LSD bervariasi dan tak spesifik dan bergantung pada berat badan, keadaan fisik dan psikologis, lingkungan tempat pemakaian obat dan tujuan dari manusia yang mengonsumsinya. Semakin besar atau berat ukuran tubuh manusia, semakin banyak pula dosis mcg yang dibutuhkan untuk menghadirkan efek halusinogen atau yang biasa disebut efek visual. Karena obat ini mempunyai efek halusinogen, maka dianjurkan untuk memastikan untuk apa pemakaian obat ini agar pemakainya dapat mengatur bagaimana dan di mana obat ini akan dipakai. Sedikit kasus menyebutkan obat ini menimbulkan efek yang tidak baik atau yang biasa dibilang bad trip, di mana pemakainya menjadi tidak kontrol dan menimbulkan masalah di mana-mana.

    Referensi

    1. ↑ Aghajanian, George K.; Bing, Oscar H. L. (1964). "Persistence of lysergic acid diethylamide in the plasma of human subjects" (PDF). Clinical Pharmacology and Therapeutics. 5: 611–614. PMID 14209776. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-03-27. Diakses tanggal 2009-09-17.
    2. ↑ Papac, DI; Foltz, RL (1990). "Measurement of lysergic acid diethylamide (LSD) in human plasma by gas chromatography/negative ion chemical ionization mass spectrometry" (PDF). Journal of Analytical Toxicology. 14 (3): 189–190. PMID 2374410. Diakses tanggal 2009-09-17.
    3. ↑ Rahayu, Weni (2009). Mengenal Jenis dan Bahaya Narkoba. Jakarta: Mediantara. hlm. 31. ISBN 978 602 8489 54 6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    4. ↑ Lüscher C, Ungless MA (November 2006). "The Mechanistic Classification of Addictive Drugs". PLoS Med. 3 (11): e437. doi:10.1371/journal.pmed.0030437. PMC 1635740. PMID 17105338. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
    Wikimedia Commons memiliki media mengenai LSD.
    Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
    Internasional
    • GND
    • FAST
    Nasional
    • Amerika Serikat
    • Prancis
    • Data BnF
    • Jepang
    • Republik Ceko
    • Israel
    Lain-lain
    • Yale LUX

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Referensi

    Artikel Terkait

    Senyawa kimia

    sifat fisik

    Kimia

    Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

    Tata nama senyawa kimia

    Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026