Kyiso adalah rasa dari dinasti Pagan dari 1021 sampai 1038. Menurut kronik Burma, Kyiso adalah seorang putra dari Raja Nyaung-u Sawrahan tetapi dibesarkan oleh Raja Kunhsaw Kyaunghpyu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kyiso ကျဉ်စိုးcode: my is deprecated | |
|---|---|
Diwakili sebagai Shin Mingaung nat (jiwa) | |
| Raja Pagan | |
| Berkuasa | 1021–1038 |
| Pendahulu | Kunhsaw Kyaunghpyu |
| Pengganti | Sokkate |
| Kelahiran | sekitar Desember 1000 sekitar Pyatho 362 ME (kelahiran hari selasa)[note 1] Pagan |
| Kematian | sekitar April 1038 (usia 37) Monywa |
| Wangsa | Pagan |
| Ayah | Nyaung-u Sawrahan |
| Ibu | Taung Pyinthe (Ratu Istana Selatan) |
| Agama | Buddhisme |
Kyiso (bahasa Burma: ကျဉ်စိုးcode: my is deprecated , diucapkan [tɕɪ̀ɴsó]; sekitar 1000–1038) adalah rasa dari dinasti Pagan dari 1021 sampai 1038. Menurut kronik Burma, Kyiso adalah seorang putra dari Raja Nyaung-u Sawrahan tetapi dibesarkan oleh Raja Kunhsaw Kyaunghpyu.
Setelah berhasil melengserkan Nyaung-u, Raja Kunhsaw menikahi tiga ratu tertinggi Raja Nyaung-u, dimana dua di antaranya hamil dan melahirkan Kyiso dan Sokkate (kelak juga akan menjadi raja menggantikan Kyiso). Kedua anak ratu tersebut diasuh oleh Kunhsaw layaknya anaknya sendiri.
Setelah dewasa, Kyiso dan Sokkate memaksa Raja Kunhshaw menyerahkan jabatannya. Mengalah dengan keputusan anaknya, Raja Kunhshaw pun lengser dan menjadi seorang biksu.
Raja Kyiso gemar sekali berburu, dan terbunuh dalam sebuah kecelakaan berburu di dekat wilayah Monywa. Ia menjadi Pareinma Shin Mingaung (Burma:ပရိမ္မ ရှင်မင်းခေါင် [pəɹèɪɰ̃ma̰ ʃɪ̀ɰ̃ mɪ́ɰ̃ɡàʊɰ̃], "Perampas Mingaung dari Pareinma" ) atau Yoma Shin Mingaung, salah satu nat atau makhluk halus dalam kepercayaan tradisional Burma.
Kyiso Lahir: sekitar Desember 1000 Meninggal: sekitar April 1038 | ||
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Kunhsaw Kyaunghpyu |
Raja Pagan 1021–1038 |
Diteruskan oleh: Sokkate |