Kurnia Meiga Hermansyah adalah mantan pemain sepak bola Indonesia yang bermain sebagai penjaga gawang di klub Arema dan tim nasional Indonesia. Ia adalah adik kandung mendiang Achmad Kurniawan yang juga merupakan penjaga gawang dari Arema, klub tempat ia menghabiskan kariernya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Kurnia Meiga Hermansyah | ||
| Tanggal lahir | 7 Mei 1990 | ||
| Tempat lahir | Jakarta, Indonesia | ||
| Tinggi | 187 cm (6 ft 2 in) | ||
| Posisi bermain | Penjaga gawang | ||
| Karier junior | |||
| 2006–2007 | Diklat Ragunan | ||
| 2007–2008 | Persijap Jepara | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| 2008−2017 | Arema | 280 | (0) |
| Tim nasional | |||
| 2007–2008 | Indonesia U-19 | 3 | (0) |
| 2008 | Indonesia U-21 | 3 | (0) |
| 2009–2013 | Indonesia U-23 | 23 | (0) |
| 2010–2017 | Indonesia | 20 | (0) |
Prestasi | |||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Kurnia Meiga Hermansyah (lahir 7 Mei 1990) adalah mantan pemain sepak bola Indonesia yang bermain sebagai penjaga gawang di klub Arema dan tim nasional Indonesia. Ia adalah adik kandung mendiang Achmad Kurniawan yang juga merupakan penjaga gawang dari Arema, klub tempat ia menghabiskan kariernya.
Pada kompetisi ISL 2008–2009 ia mendapatkan sanksi 12 bulan dan denda 30 juta dari Komdis PSSI, tetapi dipotong menjadi 5 bulan dan denda 30 juta oleh Komdis karena terkait kerusuhan saat melawan Bontang PKT.[1] Di kompetisi ISL 2009–2010, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik menyisihkan nama-nama seperti Aldo Bareto, Christian Gonzalez, dan Ricardo Salampessy.[2]
Pada tahun 2016, ia menjalani trial bersama klub Jepang, Gamba Osaka. Namun setelah masa trialnya selesai, Meiga memutuskan untuk kembali bergabung dengan Arema Cronus.
Pada pertengahan musim Liga 1 2017, Meiga harus menepi dari dunia sepak bola karena didiagnosa papilledema.[3]
Meiga hanya bermain untuk Arema selama masa karier profesionalnya. Di Arema, Meiga sempat menjadi kiper kedua setelah kakak kandungnya, Achmad Kurniawan. Pertandingan terakhirnya adalah saat bertandang dan menang 1–2 dari Barito Putera pada Liga 1 2017, sebelum dia didiagnosa mengidap penyakit mata, Papilledema.
Meiga pertama kali dipanggil tim nasional senior pada Kejuaraan Suzuki AFF 2010 sebagai penjaga gawang ketiga setelah Markus Haris Maulana dan Ferry Rotinsulu. Dia melakukan pertandingan pertamanya untuk Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 melawan Arab Saudi, ia kebobolan 2 gol pada pertandingan itu.[4] Pertandingan keduanya tercatat saat melawan Belanda, dia membuat penyelamatan gemilang pada babak pertama sebelum kebobolan dua gol oleh Siem de Jong dan satu gol oleh Arjen Robben.[5]
| Tim nasional | Tahun | Penampilan | Gol |
|---|---|---|---|
| Indonesia | 2013 | 2 | 0 |
| 2014 | 8 | 0 | |
| 2015 | 0 | 0 | |
| 2016 | 8 | 0 | |
| 2017 | 2 | 0 | |
| Total | 20 | 0 | |
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (March 2024) |