Kura-kura daun enigma, merupakan salah satu spesies kura-kura air tawar dari genus Cyclemys yang termasuk dalam famili Geoemydidae. Spesies ini tersebar di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Kepulauan Sunda Besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, serta di Semenanjung Melayu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (November 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Enigmatic leaf turtle | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Reptilia |
| Ordo: | Testudines |
| Subordo: | Cryptodira |
| Superfamili: | Testudinoidea |
| Famili: | Geoemydidae |
| Genus: | Cyclemys |
| Spesies: | C. enigmatica |
| Nama binomial | |
| Cyclemys enigmatica Fritz, Guicking, Auer, Sommer, Wink & Hundsdörfer, 2008 | |
| Cyclemys enigmatica range map | |
Kura-kura daun enigma (enigmatic leaf turtle), merupakan salah satu spesies kura-kura air tawar dari genus Cyclemys yang termasuk dalam famili Geoemydidae. Spesies ini tersebar di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Kepulauan Sunda Besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, serta di Semenanjung Melayu.[3]
Kura-kura ini hidup di habitat perairan tawar seperti sungai kecil, rawa, dan danau yang dikelilingi vegetasi lebat. Ciri khasnya adalah bentuk karapas (cangkang punggung) yang oval dengan warna cokelat hingga zaitun gelap, disertai pola samar menyerupai urat daun yang menjadi asal nama umumnya. Bagian plastron (cangkang bawah) biasanya berwarna kuning pucat atau krem dengan bercak gelap yang bervariasi antarindividu.[3]
Seperti spesies Cyclemys lainnya, Cyclemys enigmatica bersifat semiakuatik, menghabiskan waktu di air maupun di darat. Pola makan utamanya bersifat omnivora, mencakup tumbuhan air, buah jatuh, serangga, dan invertebrata kecil. Identifikasi taksonomi spesies ini sempat menjadi perdebatan karena kemiripannya dengan anggota genus Cyclemys lainnya, seperti Cyclemys dentata. Namun, penelitian morfologi dan genetik kemudian mengonfirmasi statusnya sebagai spesies terpisah. Status konservasi Cyclemys enigmatica belum sepenuhnya diketahui karena keterbatasan data mengenai populasi dan penyebarannya. Namun, ancaman terhadap habitat alami akibat deforestasi, polusi air, serta perdagangan satwa liar diduga memengaruhi kelestariannya di alam.[4]
Pada kura-kura daun enigma (Cyclemys enigmatica), karapas atau cangkang punggung berwarna cokelat tua dengan sedikit rona kemerahan, berbentuk oval, dan tidak memiliki pola pada individu dewasa. Plastron atau cangkang bawah berwarna cokelat tua hingga hitam, dapat dengan atau tanpa pola garis hitam yang menyebar dari tengah ke tepi. Kepala berwarna cokelat muda hingga kemerahan pucat, sedangkan leher dan tenggorokan berwarna gelap secara merata. Bagian penghubung antara karapas dan plastron (disebut bridge) juga berwarna cokelat tua hingga hitam. Anak kura-kura (tukik) tidak memiliki garis pada kepala dan leher, serta memiliki plastron bercorak belang berwarna cokelat muda.[5]
Wilayah sebaran Cyclemys enigmatica tumpang tindih dengan Cyclemys dentata. Spesies ini ditemukan di bagian selatan Semenanjung Melayu, mencakup wilayah Thailand selatan dan Malaysia. Selain itu, kura-kura ini juga tersebar di Pulau Kalimantan (termasuk Sarawak di Malaysia dan Kalimantan di Indonesia), serta di Pulau Jawa dan Sumatra di Indonesia.[4]