Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kuburan imperium

Kuburan imperium adalah julukan yang diberikan kepada negara Afganistan. Julukan ini berakar dari banyaknya kekuatan adidaya yang tak mampu meraih kemenangan militer di Afganistan di zaman modern, termasuk Inggris, Uni Soviet, dan yang terbaru, Amerika Serikat.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kuburan imperium
Remnants of an Army, yang mengisahkan penarikan tentara Inggris dari Kabul, menyajikan gambaran yang kerap dikaitkan dengan julukan ini.[1]

Kuburan imperium (bahasa Inggris: Graveyard of empirescode: en is deprecated ) adalah julukan yang diberikan kepada negara Afganistan. Julukan ini berakar dari banyaknya kekuatan adidaya yang tak mampu meraih kemenangan militer di Afganistan di zaman modern, termasuk Inggris, Uni Soviet, dan yang terbaru, Amerika Serikat.[2][3]

Latar belakang sejarah

Artikel utama: Sejarah Afganistan, Invasi Afganistan, dan Permainan Besar

Sepanjang sejarah, kekuatan-kekuatan besar dunia telah menyerbu Afganistan tanpa mampu mempertahankan pemerintahan jangka panjang yang stabil. Contoh modernnya termasuk Britania Raya selama Perang Britania Raya–Afganistan Pertama, Kedua, dan Ketiga (1839–1842, 1878–1880, 1919); Uni Soviet dalam Perang Soviet–Afganistan (1979–1989); dan Amerika Serikat dalam Perang di Afganistan (2001–2021).[2][3][4] Kesulitan menaklukkan Afganistan berhubungan dengan masalah yang dihadapi penjajah ketika menghadapi medan pegunungan yang berbahaya, kondisi gurun, musim dingin yang berat, taktik gerilya, struktur qalat (benteng),[5] loyalitas kesukuan yang sangat mengakar,[6] persaingan sesama imperium yang sama-sama ingin menguasai Afganistan, dan hal-hal lain yang disebabkan oleh interaksi dengan negara-negara tetangganya—seperti hubungan dengan Pakistan, tempat para mujahidin lokal memperoleh perlindungan.[7]

Penggunaan

Frasa tersebut, yang merujuk pada Afghanistan, tampaknya tidak muncul sebelum artikel tahun 2001 karya Milton Bearden yang dimuat di majalah Foreign Affairs.[8][9] Istilah ini juga telah diterapkan pada Mesopotamia.[10] Di tempat lain, frasa yang sangat mirip, "kuburan bangsa-bangsa dan imperium", telah digunakan sebagai kiasan untuk menggambarkan Kitab Yesaya di Perjanjian Lama.[11]

Antropolog Thomas Barfield mencatat bahwa narasi Afganistan sebagai negara yang tak terkalahkan telah dimanfaatkan oleh Afganistan sendiri untuk menghalau penjajah.[12] Pada bulan Oktober 2001, selama invasi Afganistan oleh Amerika Serikat, pendiri dan pemimpin Taliban, Mohammed Omar, mengancam Amerika Serikat dengan nasib yang sama seperti yang dialami Inggris dan Uni Soviet.[13]

Presiden AS Joe Biden merujuk pada julukan tersebut saat menyampaikan pernyataan publik setelah jatuhnya Kabul pada tahun 2021 sebagai bukti bahwa komitmen lebih lanjut dari kehadiran militer Amerika tidak akan memperkuat Republik Islam Afganistan dalam menghadapi Taliban.[14]

Kritik

Koresponden luar negeri The New York Times Rod Nordland, menyatakan bahwa "sebenarnya, tidak ada kerajaan besar yang hancur hanya karena Afganistan."[15] Dosen Sekolah Staf dan Komando Gabungan, Patrick Porter, menyebut atribusi tersebut sebagai "ekstrapolasi yang salah dari sesuatu yang benar – bahwa memang terdapat kesulitan taktis dan strategis."[6]

Imperium Inggris tidak runtuh setelah Perang Inggris-Afganistan Ketiga,[16] sementara kejatuhannya lebih karena Perang Dunia II.[6]

Meski Perang Soviet-Afganistan merupakan faktor utama dalam pembubaran Uni Soviet, pihak pejuang di Afganistan juga dibantu oleh pihak asing, terutama Amerika.[17][7] Lebih lanjut, ada alasan untuk meyakini bahwa Uni Soviet akan runtuh terlepas dari kampanye tersebut.[16] Meskipun demikian, narasi tersebut memungkinkan argumen dari analogi dan tesis "sejarah berulang", yang terbukti diterima di kalangan sejarawan, penulis, dan pakar politik.[16][17]

Lihat pula

  • Musim Dingin Rusia

Referensi

  1. ↑ Dawson, Tyler (2021-08-19). "Is Afghanistan really a 'graveyard of empires'?". National Post.
  2. 1 2 McCarthy, Niall (2021-07-26). "Infographic: Afghanistan: The Graveyard Of Empires". Statista Infographics. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-28.
  3. 1 2 Bearden, Milton (2001). "Afghanistan, Graveyard of Empires". Foreign Affairs. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-15.
  4. ↑ Innocent, Malou; Carpenter, Ted Galen (2009-09-14). "Escaping the "Graveyard of Empires": A Strategy to Exit Afghanistan". Cato Institute. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-25.
  5. ↑ Pillalamarri, Akhilesh (2017-06-30). "Why Is Afghanistan the 'Graveyard of Empires'?". The Diplomat. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-11.
  6. 1 2 3 Neild, Barry (2011-07-05). "Is Afghanistan really a 'graveyard of empires?'". CNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-23.
  7. 1 2 Coll, Steve (4 Februari 2004). Ghost Wars: The Secret History of the CIA, Afghanistan and Bin Laden. Penguin Press HC. ISBN 1-5942-0007-6.
  8. ↑ Hainy-Khaleeli, Alexander (24 August 2021). "Why we need to stop calling Afghanistan "The Graveyard of Empires"". Ajam Media Collective.
  9. ↑ Bearden, Milton. "Afghanistan, Graveyard of Empires". Foreign Affairs (November/Desember 2001).
  10. ↑ Burnham, Sarah Maria (1891). Struggles of the Nations; Or, The Principal Wars, Battles, Sieges, and Treaties of the World, Vol. 1. Lea and Shepard. hlm. 31.
  11. ↑ Gillett, Ezra Hall (1867). Ancient Cities and Empires: Their Prophetic Doom, Read in the Light of History and Modern Research. Presbyterian Publication Committee. hlm. 301.
  12. ↑ Barfield 2012, hlm. 347.
  13. ↑ Barfield 2012, hlm. 269.
  14. ↑ "Read the full transcript of President Biden's remarks on Afghanistan". The New York Times. 16 Agustus 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-16.
  15. ↑ Nordland, Rod (2017-08-29). "The Empire Stopper". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-29.
  16. 1 2 3 Kühn 2016, hlm. 155.
  17. 1 2 Caryl, Christian (2010-07-26). "Bury the Graveyard". Foreign Policy. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-04.

Daftar pustaka

  • Barfield, Thomas (2012). Afghanistan: A Cultural and Political History. Princeton University Press. ISBN 978-0-691-15441-1.
  • Kühn, Florian P. (2016). "Afghanistan and the 'Graveyard of Empires': Blumenberg, Under-complex Analogy and Basic Myths in International Politics". Myth and Narrative in International Politics. London: Palgrave Macmillan UK. hlm. 147–172. doi:10.1057/978-1-137-53752-2_8. ISBN 978-1-137-53751-5.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang sejarah
  2. Penggunaan
  3. Kritik
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Afganistan

negara di Asia Tengah dan Selatan

Indonesia

negara di Asia Tenggara dan Oseania

Perang Dunia II

konflik global tahun 1939-1945

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026