Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKuadran Mare Boreum
Artikel Wikipedia

Kuadran Mare Boreum

Kuadran Mare Boreum merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-1. Penamaannya berasal dari istilah lama untuk wilayah yang kini disebut Planum Boreum, yaitu dataran luas yang mengelilingi lapisan es kutub utara Planet Mars.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kuadran Mare Boreum merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-1 (Mars Chart-1).[1] Penamaannya berasal dari istilah lama untuk wilayah yang kini disebut Planum Boreum, yaitu dataran luas yang mengelilingi lapisan es kutub utara Planet Mars.[2]

Kuadran Mare Boreum mencakup seluruh wilayah Mars di utara garis lintang 65°. Di dalamnya terdapat lapisan es kutub yang menampilkan pola spiral dengan diameter sekitar 1.100 kilometer (680 mil). Wahana Mariner 9 pada tahun 1972 menemukan sabuk bukit pasir yang mengelilingi endapan es kutub, dengan lebar mencapai 500 kilometer (310 mil) di beberapa bagian. Sabuk ini diperkirakan merupakan salah satu lapangan bukit pasir terbesar di Tata Surya.[3] Lapisan es tersebut dikelilingi oleh dataran luas Planum Boreum dan Vastitas Borealis. Di dekat kutub terdapat lembah besar bernama Chasma Boreale, yang diduga terbentuk akibat pencairan air dari lapisan es.[4] Tetapi, hipotesis lain menyatakan bahwa lembah tersebut terbentuk oleh proses erosi akibat angin dari wilayah kutub yang sangat dingin.[5][6] Fitur permukaan lain yang menonjol di kuadran ini adalah kenaikan halus yang dahulu dikenal sebagai Olympia Planitia. Pada musim panas, muncul cincin gelap di sekitar lapisan es residual yang disebabkan oleh keberadaan bukit pasir.[7] Kawah besar seperti Lomonosov dan Korolev serta kawah kecil seperti Stokes menjadi ciri khas wilayah ini.

Wahana antariksa Phoenix mendarat di Vastitas Borealis, dalam wilayah kuadran Mare Boreum, pada koordinat 68,218830° LU dan 234,250778° BT pada 25 Mei 2008.[8] Misi ini bertujuan untuk menganalisis sampel tanah guna mendeteksi keberadaan air dan menilai potensi kelayakan Mars bagi kehidupan mikroba. Wahana tersebut beroperasi selama sekitar lima bulan sebelum dinonaktifkan akibat kondisi musim dingin yang ekstrem.[9]

Analisis hasil penelitian Phoenix yang dipublikasikan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa sampel tanah mengandung senyawa klorida, bikarbonat, magnesium, natrium, kalium, kalsium, serta kemungkinan sulfat. Nilai pH tanah diperkirakan sekitar 7,7 ± 0,5. Senyawa perklorat (ClO₄⁻), yaitu oksidator kuat pada suhu tinggi, juga terdeteksi. Penemuan ini dianggap signifikan karena perklorat dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar roket dan sumber oksigen bagi eksplorasi manusia di masa depan. Meskipun bersifat toksik bagi sebagian bentuk kehidupan, beberapa mikroorganisme diketahui mampu menggunakan perklorat sebagai sumber energi melalui proses reduksi anaerob. Campuran perklorat dengan air juga dapat menurunkan titik beku secara drastis, memungkinkan terbentuknya air cair dalam kondisi ekstrem di Mars. Fenomena ini diperkirakan berperan dalam pembentukan alur permukaan atau lurah melalui proses pencairan es dan erosi tanah pada lereng curam.[10]

Misi Phoenix memberikan bukti langsung keberadaan air dalam bentuk es di wilayah ini, memperkuat dugaan bahwa bagian utara Mars menyimpan sejarah geologi yang dipengaruhi oleh aktivitas air.[11]

Referensi

  1. ↑ DAVIES, MERTON E.; BATSON, RAYMOND M.; WU, SHERMAN S. C. GEODESY AND CARTOGRAPHY. University of Arizona Press. hlm. 321–342.
  2. ↑ Moore, Patrick; Rees, Robin (2011-02-10). Patrick Moore's Data Book of Astronomy. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-89935-2.
  3. ↑ A traveler's guide to Mars</b> by William K. Hartmann"},"url":{"wt":"https://doi.org/10.1111/j.1945-5100.2003.tb00323.x"},"journal":{"wt":"Meteoritics &amp; Planetary Science"},"volume":{"wt":"38"},"issue":{"wt":"9"},"pages":{"wt":"1419–1420"},"doi":{"wt":"10.1111/j.1945-5100.2003.tb00323.x"},"issn":{"wt":"1086-9379"}},"i":0}}]}' id="mwZw"/>Baier, Agnieszka P. (2003-09). "A traveler's guide to Mars by William K. Hartmann". Meteoritics & Planetary Science. 38 (9): 1419–1420. doi:10.1111/j.1945-5100.2003.tb00323.x. ISSN 1086-9379.
  4. ↑ Clifford, Stephen M. (1987-08-10). "Polar basal melting on Mars". Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 92 (B9): 9135–9152. doi:10.1029/jb092ib09p09135. ISSN 0148-0227.
  5. ↑ Howard, A (2000-04). "The Role of Eolian Processes in Forming Surface Features of the Martian Polar Layered Deposits". Icarus. 144 (2): 267–288. doi:10.1006/icar.1999.6305. ISSN 0019-1035.
  6. ↑ Edgett, Kenneth S.; Williams, Rebecca M.E.; Malin, Michael C.; Cantor, Bruce A.; Thomas, Peter C. (2003-06). "Mars landscape evolution: influence of stratigraphy on geomorphology in the north polar region". Geomorphology. 52 (3–4): 289–297. doi:10.1016/s0169-555x(02)00262-3. ISSN 0169-555X.
  7. ↑ Carr, M. H. (2006). The surface of Mars. Cambridge planetary science series. Cambridge ; New York: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-87201-0.
  8. ↑ "Phoenix Sol 2 press conference, in a nutshell | The Planetary Society". www.planetary.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
  9. ↑ "Mars lander aims for touchdown in 'Green Valley'". New Scientist (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-11.
  10. ↑ Hecht, M. H.; Kounaves, S. P.; Quinn, R. C.; West, S. J.; Young, S. M. M.; Ming, D. W.; Catling, D. C.; Clark, B. C.; Boynton, W. V. (2009-07-03). "Detection of Perchlorate and the Soluble Chemistry of Martian Soil at the Phoenix Lander Site". Science. 325 (5936): 64–67. doi:10.1126/science.1172466. ISSN 0036-8075.
  11. ↑ Boynton, W. V.; Ming, D. W.; Kounaves, S. P.; Young, S. M. M.; Arvidson, R. E.; Hecht, M. H.; Hoffman, J.; Niles, P. B.; Hamara, D. K. (2009-07-03). "Evidence for Calcium Carbonate at the Mars Phoenix Landing Site". Science. 325 (5936): 61–64. doi:10.1126/science.1172768. ISSN 0036-8075.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Louth (kawah mars)

planet Mars yang terletak pada koordinat 70,19° LU dan 103,24° BT di kuadran Mare Boreum. Kawah ini berada di wilayah Vastitas Borealis dengan diameter sekitar

Lomonosov (kawah Mars)

dataran utara Mars dan posisinya dekat dengan batas antara kuadran Mare Acidalium dan Mare Boreum pada lintang 64,9° utara, sehingga muncul pada kedua peta

Chasma Boreale

besar yang terletak pada lapisan es kutub utara palnet Mars, di kuadran Mare Boreum, pada koordinat sekitar 83° lintang utara dan 47,1° bujur barat.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026