Lunae Palus merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini juga dikenal sebagai MC-10. Wilayah tersebut mencakup Lunae Planum serta sebagian Xanthe Terra dan Chryse Planitia. Daerah ini dicirikan oleh keberadaan sejumlah besar lembah fluvial purba yang menunjukkan aktivitas air pada masa geologis awal Mars. Kuadran Lunae Palus berada pada koordinat 45°–90° bujur barat dan 0°–30° lintang utara. Viking 1 Lander, bagian dari Viking Program, mendarat di wilayah ini pada 20 Juli 1976 pada 22,4° LU dan 47,5° BB, dan menjadi wahana pertama yang berhasil melakukan pendaratan lunak di permukaan Mars.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Lunae Palus merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini juga dikenal sebagai MC-10 (Mars Chart-10).[1] Wilayah tersebut mencakup Lunae Planum serta sebagian Xanthe Terra dan Chryse Planitia. Daerah ini dicirikan oleh keberadaan sejumlah besar lembah fluvial purba yang menunjukkan aktivitas air pada masa geologis awal Mars. Kuadran Lunae Palus berada pada koordinat 45°–90° bujur barat dan 0°–30° lintang utara. Viking 1 Lander, bagian dari Viking Program, mendarat di wilayah ini pada 20 Juli 1976 pada 22,4° LU dan 47,5° BB, dan menjadi wahana pertama yang berhasil melakukan pendaratan lunak di permukaan Mars.[2]
Mars Science Laboratory (MSL) adalah misi penelitian Mars yang dirancang untuk menilai kelayakhunian planet tersebut pada masa lalu. Salah satu kandidat lokasi pendaratannya adalah Hypanis Vallis, yang terletak di dalam kuadran Lunae Palus. Kawasan ini dipertimbangkan karena keberadaan endapan yang diduga terkait aktivitas air purba.[3] Misi MSL berfokus pada analisis mineralogi, geokimia, dan kondisi lingkungan yang dapat mendukung kehidupan mikroba purba. Sejumlah batuan Mars diketahui mengandung mineral lempung yang umumnya terbentuk dalam kondisi berair, meskipun terdapat pula hipotesis bahwa mineral tersebut dapat terbentuk melalui proses pelepasan gas dari bagian dalam planet pada fase awal perkembangan geologisnya.[4]
Pemilihan lokasi pendaratan mensyaratkan permukaan yang relatif datar dan stabil dalam radius sekitar 12 mil. Lokasi-lokasi dengan potensi endapan sedimen berair sempat dipertimbangkan,[5] namun lokasi akhir yang dipilih adalah Kawah Gale di kuadran Aeolis. Wahana Rover berhasil mendarat pada tahun 2012 dan tetap beroperasi hingga awal 2019. Analisis geologi menunjukkan bahwa batuan dasar Kawah Gale bersifat sedimenter dan kemungkinan terbentuk dalam lingkungan berair.[6]
Kasei Valles merupakan salah satu sistem Saluran aliran keluar (outflow channels) terbesar di Mars dan merupakan fitur geomorfologi utama dalam kuadran Lunae Palus. Saluran ini memiliki panjang sekitar 2.400 km, dengan beberapa bagian mencapai 300 km lebar dan kedalaman 2–3 km. Kasei Valles berawal di Echus Chasma, dekat sistem Valles Marineris, dan bermuara di Chryse Planitia, tidak jauh dari lokasi pendaratan Viking 1. Di tengahnya terdapat Sacra Mensa, dataran tinggi besar yang membagi sistem ini menjadi saluran utara dan selatan. Pada sekitar 20° LU, Kasei Valles bercabang menjadi Kasei Vallis Canyon dan North Kasei Channel, yang kemudian bergabung kembali di dekat 63° BB. Kajian geomorfologi mengindikasikan bahwa pembentukan Kasei Valles melibatkan beberapa episode banjir berskala besar, dan kemungkinan berkaitan dengan proses glasial pada tahap tertentu evolusinya.[7]