Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKrisis pengungsi Danau-Danau Besar
Artikel Wikipedia

Krisis pengungsi Danau-Danau Besar

Krisis pengungsi Danau-Danau Besar adalah istilah yang mengacu kepada peristiwa keluaran sekitar dua juta orang Rwanda ke negara-negara tetangganya di kawasan Danau-Danau Besar Afrika pada April 1994. Sebagian besar dari pengungsi ini adalah orang-orang Hutu yang melarikan diri dari Front Patriotik Rwanda (RPF) yang didominasi orang Tutsi, karena mereka takut RPF akan membalas dendam setelah orang-orang Hutu membantai orang-orang Tutsi di Rwanda selama peristiwa Genosida Rwanda. Upaya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sangat terganggu oleh menyusupnya kelompok Interahamwe dan pejabat-pejabat pemerintahan yang telah melakukan genosida. Mereka bahkan menggunakan kamp-kamp pengungsi sebagai markas untuk menyerang pemerintahan baru Rwanda yang dipimpin oleh Paul Kagame. Kamp-kamp pengungsi di Zaire pun dipolitisasi dan dimiliterisasi. Setelah mengetahui bahwa bantuan kemanusiaan mereka dipakai untuk kepentingan para pelaku genosida, banyak organisasi-organisasi kemanusiaan yang menghentikan penyaluran bantuan. Konflik ini terus memanas hingga akhirnya Perang Kongo Pertama meletus pada tahun 1996. Perang tersebut dimulai setelah para pemberontak yang didukung oleh RPF menyerbu Zaire dan mencoba memulangkan para pengungsi.

Wikipedia article
Diperbarui 6 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Krisis pengungsi Danau-Danau Besar
Kamp pengungsi di Zaire, 1994

Krisis pengungsi Danau-Danau Besar adalah istilah yang mengacu kepada peristiwa keluaran sekitar dua juta orang Rwanda ke negara-negara tetangganya di kawasan Danau-Danau Besar Afrika pada April 1994. Sebagian besar dari pengungsi ini adalah orang-orang Hutu yang melarikan diri dari Front Patriotik Rwanda (RPF) yang didominasi orang Tutsi, karena mereka takut RPF akan membalas dendam setelah orang-orang Hutu membantai orang-orang Tutsi di Rwanda selama peristiwa Genosida Rwanda.[1] Upaya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sangat terganggu oleh menyusupnya kelompok Interahamwe dan pejabat-pejabat pemerintahan yang telah melakukan genosida. Mereka bahkan menggunakan kamp-kamp pengungsi sebagai markas untuk menyerang pemerintahan baru Rwanda yang dipimpin oleh Paul Kagame. Kamp-kamp pengungsi di Zaire pun dipolitisasi dan dimiliterisasi. Setelah mengetahui bahwa bantuan kemanusiaan mereka dipakai untuk kepentingan para pelaku genosida, banyak organisasi-organisasi kemanusiaan yang menghentikan penyaluran bantuan.[2] Konflik ini terus memanas hingga akhirnya Perang Kongo Pertama meletus pada tahun 1996. Perang tersebut dimulai setelah para pemberontak yang didukung oleh RPF menyerbu Zaire dan mencoba memulangkan para pengungsi.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ "The Rwandan Genocide - Facts & Summary - HISTORY.com". HISTORY.com. Diakses tanggal 2016-03-26.
  2. ↑ "THE USE AND ABUSE OF REFUGEES IN ZAIRE". web.stanford.edu. Diakses tanggal 2016-03-26.
  3. ↑ "Kagame's Hidden War in the Congo". The New York Review of Books. Diakses tanggal 2016-03-26.

Daftar pustaka

  • Prunier, Gérard (2009). Africa's World War: Congo, the Rwandan Genocide, and the Making of a Continental Catastrophe. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-537420-9.
  • Des Forges, Alison (1999). Leave None to Tell the Story: Genocide in Rwanda. New York: Human Rights Watch.
  • Pottier, Johan (2002). Re-Imagining Rwanda: Conflict, Survival and Disinformation in the Late Twentieth Century. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Umutesi, Marie Béatrice. Surviving the Slaughter: The Ordeal of a Rwandan Refugee in Zaire. Translated by Julia Emerson. University of Wisconsin Press, 2004. ISBN 0-299-20494-4.
  • Waters, Tony (2001). Bureaucratizing the Good Samaritan. Boulder: Westview.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Pulau Lombok

pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Detroit

kota di Amerika Serikat

Idi Amin

Presiden Ketiga dan Diktator Uganda (1925-2003)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026