Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKota Tua Gaza
Artikel Wikipedia

Kota Tua Gaza

Kota Tua Gaza adalah pusat bersejarah Kota Gaza di Jalur Gaza. Sepanjang sebagian besar sejarah tertulis, kota ini merupakan kota pesisir paling selatan di wilayah Palestina, menempati posisi strategis di jalur perdagangan kuno Via Maris yang menghubungkan Mesir dan Levant. Sepanjang sejarahnya, Gaza telah diperintah oleh berbagai kekaisaran, termasuk bangsa Filistin, Mesir, Asyur, Babilonia, Romawi, dan Utsmaniyah. Setelah pengeboman oleh Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung, pada tahun 2024 Kota Tua digambarkan sebagai “hamparan luas reruntuhan”.

kota tua di Jalur Gaza, Palestina
Diperbarui 13 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kota Tua Gaza
Kota tua in Kota Gaza, 23x15px|border |alt=|link= Palestina{{SHORTDESC:Kota tua in Kota Gaza, 23x15px|border |alt=|link= Palestina|noreplace}}
Kota Tua Gaza
البلدة القديمة الغزة
Kota tua
Gereja Janasuci Porfirius dan Masjid Katib al-Wilaya
Gereja Janasuci Porfirius dan Masjid Katib al-Wilaya
Peta Survei Palestina 1931
Peta Survei Palestina 1931
Koordinat: 31°30′12″N 34°27′48″E / 31.50333°N 34.46333°E / 31.50333; 34.46333[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kota_Tua_Gaza&params=31_30_12_N_34_27_48_E_region:BD-13_type:city <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">31°30′12″N</span> <span class=\"longitude\">34°27′48″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">31.50333°N 34.46333°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">31.50333; 34.46333</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBw\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt6\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCA\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCQ\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Kota_Tua_Gaza&amp;params=31_30_12_N_34_27_48_E_region:BD-13_type:city\" class=\"external text\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDA\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDQ\">31°30′12″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDg\">34°27′48″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEg\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEw\">31.50333°N 34.46333°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFg\">31.50333; 34.46333</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFw\"/></span>"}' id="mwGA"/>
Negara Palestina
KotaKota Gaza
Pemerintahan
 • Dikendalikan oleh Hamas

Kota Tua Gaza adalah pusat bersejarah Kota Gaza di Jalur Gaza. Sepanjang sebagian besar sejarah tertulis, kota ini merupakan kota pesisir paling selatan di wilayah Palestina, menempati posisi strategis di jalur perdagangan kuno Via Maris yang menghubungkan Mesir dan Levant. Sepanjang sejarahnya, Gaza telah diperintah oleh berbagai kekaisaran, termasuk bangsa Filistin, Mesir, Asyur, Babilonia, Romawi, dan Utsmaniyah.[1] Setelah pengeboman oleh Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung, pada tahun 2024 Kota Tua digambarkan sebagai “hamparan luas reruntuhan”.[2]

Sejarah

Asal-usul kota ini berawal sekitar tahun 3000 SM, ketika pertama kali didirikan oleh bangsa Kanaan. Gaza berkembang menjadi kota penting karena letaknya di jalur perdagangan Via Maris yang menghubungkan Afrika dan Asia, berfungsi sebagai pusat bagi para pedagang dan pengelana. Seperti wilayah sekitarnya, Gaza kemudian berada di bawah kekuasaan Mesir, Asyur, dan Persia. Aleksander Agung menaklukkan kota ini pada tahun 332 SM setelah pengepungan yang menewaskan sebagian besar penduduknya. Wilayah ini kemudian berganti tangan secara berkala antara dua kerajaan penerus Yunani, yaitu Dinasti Seleukia di Suriah dan Ptolemaios di Mesir, dengan pertempuran penting pada tahun 312 SM, hingga akhirnya dikepung dan direbut oleh bangsa Hashmonayim pada tahun 96 SM. Kota ini dibangun kembali oleh Jenderal Romawi Pompeius dan tetap makmur sepanjang masa Romawi, menerima berbagai hibah dari beberapa kaisar. Pada masa ini, Gaza tumbuh sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan minyak wangi.[1]

Peralihan kota ini ke agama Kristen dipelopori dan diselesaikan oleh Santo Porphyrius, yang menghancurkan delapan kuil pagan antara tahun 396 dan 420 M. Gaza ditaklukkan oleh jenderal Muslim Amr bin Ash pada tahun 637 M, dan sebagian besar penduduknya memeluk Islam selama masa pemerintahan awal Islam. Pasukan Tentara Salib merebut Gaza dari Kekhalifahan Fathimiyah pada tahun 1100, tetapi berhasil diusir oleh pasukan Salahuddin dalam pertempuran pada tahun 1239. Kota ini hancur akibat serangan bangsa Mongol ke Palestina, yang menandai batas paling selatan penaklukan mereka. Gaza berada di bawah kekuasaan Mamluk pada akhir abad ke-13 dan menjadi ibu kota wilayah. Di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Gaza tetap menjadi ibu kota regional Sanjak Gaza dan mengalami masa keemasan di bawah dinasti Ridwan sekitar tahun 1560–1690. Sejak awal abad ke-19, Gaza berada di bawah pengaruh budaya Mesir; Muhammad Ali dari Mesir menaklukkan kota ini beserta sebagian besar wilayah Palestina pada tahun 1832.[3]

Ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1917, pasukan Inggris mengalami kekalahan dari Utsmaniyah dalam Pertempuran Gaza pertama dan kedua. Namun, Jenderal Edmund Allenby yang memimpin Pasukan Sekutu akhirnya berhasil menaklukkan Gaza dalam pertempuran ketiga.[4]

Kota ini mulai meluas ke luar kawasan Kota Tua selama abad ke-20. Pada masa modern, sebagian besar kawasan Kota Tua hancur akibat pengeboman Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung.[2]

Referensi

  1. 1 2 Al-Qeeq 2011, hlm. 3-4.
  2. 1 2 Mraffko, Clothilde; Forey, Samuel (2024-02-14). "Israeli bombs are wiping out Gaza's heritage and history". Le Monde.fr. Diakses tanggal 2024-09-29. Baik tindakan Israel dilakukan dengan sengaja maupun tidak, "hasilnya secara efektif merupakan penghapusan sebuah warisan dan sejarah. Secara simbolis, hal ini penting karena merupakan salah satu cara manusia terikat dengan wilayahnya," ujar Benoît Tadié, mantan penasihat kebudayaan di Konsulat Jenderal Prancis di Yerusalem antara tahun 2009 dan 2013. Ia mencontohkan Kota Tua Gaza yang, seperti sebagian besar wilayah utara enklaf tersebut, kini telah menjadi hamparan reruntuhan. "Kota itu bukan sekadar sebuah situs, tetapi juga merupakan jantung dari kota Gaza modern. Pemandian umum dan Istana Pasha dulunya merupakan tempat yang sangat populer. Museum di sana juga berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi para pelajar," jelas Tadié.
  3. ↑ Remondino (June 5, 2007). "Gaza at the crossroads of civilisations" (PDF). Exhibition: Gaza at the crossroads of civilisations (April 27 to October 7, 2007). Art and History Museum, Geneva, Switzerland. Diakses tanggal 2008-01-23.
  4. ↑ Ring, Trudy (1996). Middle East and Africa: International Dictionary of Historic Places. Taylor & Francis. ISBN 1-884964-03-6.

Bibliografi

  • Al-Qeeq, Farid (2011-03-01). "A Comprehensive Approach to Incorporate Architectural Heritage of Gaza Old City into Contemporary Urban Fabric". Lonaard Journal. 1 (2): 109-. ISSN 2045-8150. Diakses tanggal 2024-09-28.
  • Al-Qeeq, Farid S (2009-01-01). "A Sustainable Approach for Urban Integration of Hammam Sammrah in the Historic City of Gaza". International Journal of Architectural Research: Archnet-IJAR. Diakses tanggal 2024-09-28.
  • Clarke, Joanne; Steel, Louise; Sadeq, Moain (2004). "Gaza Research Project: 1998 Survey of the Old City of Gaza". Levant. 36 (1). Informa UK Limited: 31–36. doi:10.1179/lev.2004.36.1.31. ISSN 0075-8914.
  • Gatt, Georg (1888). "Legende zum Plane von Gaza". Zeitschrift des Deutschen Palästina-Vereins. 11. Deutscher Verein zur Erforschung Palästinas: 149–159. ISSN 2192-3124. JSTOR 27928513. Diakses tanggal 2024-09-22.
  • Sharon, Moshe (2009). "Gaza". Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae. Vol. 4. BRILL. hlm. 15–213. ISBN 978-90-04-17085-8.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi
  3. Bibliografi

Artikel Terkait

Kota Gaza

metropolis kuno di Levant dan kota modern di Palestina

Konflik Israel–Palestina

konflik militer dan politik yang sedang berlangsung di Timur Tengah

Palestina

negara di Asia Barat dengan pengakuan kedaulatan terbatas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026