Kota Tua Gaza adalah pusat bersejarah Kota Gaza di Jalur Gaza. Sepanjang sebagian besar sejarah tertulis, kota ini merupakan kota pesisir paling selatan di wilayah Palestina, menempati posisi strategis di jalur perdagangan kuno Via Maris yang menghubungkan Mesir dan Levant. Sepanjang sejarahnya, Gaza telah diperintah oleh berbagai kekaisaran, termasuk bangsa Filistin, Mesir, Asyur, Babilonia, Romawi, dan Utsmaniyah. Setelah pengeboman oleh Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung, pada tahun 2024 Kota Tua digambarkan sebagai “hamparan luas reruntuhan”.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kota Tua Gaza
البلدة القديمة الغزة | |
|---|---|
Kota tua | |
Peta Survei Palestina 1931 | |
| Koordinat: 31°30′12″N 34°27′48″E / 31.50333°N 34.46333°E / 31.50333; 34.46333[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kota_Tua_Gaza¶ms=31_30_12_N_34_27_48_E_region:BD-13_type:city <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">31°30′12″N</span> <span class=\"longitude\">34°27′48″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">31.50333°N 34.46333°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">31.50333; 34.46333</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBw\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt6\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCA\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCQ\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kota_Tua_Gaza&params=31_30_12_N_34_27_48_E_region:BD-13_type:city\" class=\"external text\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDA\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDQ\">31°30′12″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDg\">34°27′48″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEg\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEw\">31.50333°N 34.46333°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFg\">31.50333; 34.46333</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFw\"/></span>"}' id="mwGA"/> | |
| Negara | |
| Kota | Kota Gaza |
| Pemerintahan | |
| • Dikendalikan oleh | |
Kota Tua Gaza adalah pusat bersejarah Kota Gaza di Jalur Gaza. Sepanjang sebagian besar sejarah tertulis, kota ini merupakan kota pesisir paling selatan di wilayah Palestina, menempati posisi strategis di jalur perdagangan kuno Via Maris yang menghubungkan Mesir dan Levant. Sepanjang sejarahnya, Gaza telah diperintah oleh berbagai kekaisaran, termasuk bangsa Filistin, Mesir, Asyur, Babilonia, Romawi, dan Utsmaniyah.[1] Setelah pengeboman oleh Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung, pada tahun 2024 Kota Tua digambarkan sebagai “hamparan luas reruntuhan”.[2]
Asal-usul kota ini berawal sekitar tahun 3000 SM, ketika pertama kali didirikan oleh bangsa Kanaan. Gaza berkembang menjadi kota penting karena letaknya di jalur perdagangan Via Maris yang menghubungkan Afrika dan Asia, berfungsi sebagai pusat bagi para pedagang dan pengelana. Seperti wilayah sekitarnya, Gaza kemudian berada di bawah kekuasaan Mesir, Asyur, dan Persia. Aleksander Agung menaklukkan kota ini pada tahun 332 SM setelah pengepungan yang menewaskan sebagian besar penduduknya. Wilayah ini kemudian berganti tangan secara berkala antara dua kerajaan penerus Yunani, yaitu Dinasti Seleukia di Suriah dan Ptolemaios di Mesir, dengan pertempuran penting pada tahun 312 SM, hingga akhirnya dikepung dan direbut oleh bangsa Hashmonayim pada tahun 96 SM. Kota ini dibangun kembali oleh Jenderal Romawi Pompeius dan tetap makmur sepanjang masa Romawi, menerima berbagai hibah dari beberapa kaisar. Pada masa ini, Gaza tumbuh sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan minyak wangi.[1]
Peralihan kota ini ke agama Kristen dipelopori dan diselesaikan oleh Santo Porphyrius, yang menghancurkan delapan kuil pagan antara tahun 396 dan 420 M. Gaza ditaklukkan oleh jenderal Muslim Amr bin Ash pada tahun 637 M, dan sebagian besar penduduknya memeluk Islam selama masa pemerintahan awal Islam. Pasukan Tentara Salib merebut Gaza dari Kekhalifahan Fathimiyah pada tahun 1100, tetapi berhasil diusir oleh pasukan Salahuddin dalam pertempuran pada tahun 1239. Kota ini hancur akibat serangan bangsa Mongol ke Palestina, yang menandai batas paling selatan penaklukan mereka. Gaza berada di bawah kekuasaan Mamluk pada akhir abad ke-13 dan menjadi ibu kota wilayah. Di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Gaza tetap menjadi ibu kota regional Sanjak Gaza dan mengalami masa keemasan di bawah dinasti Ridwan sekitar tahun 1560–1690. Sejak awal abad ke-19, Gaza berada di bawah pengaruh budaya Mesir; Muhammad Ali dari Mesir menaklukkan kota ini beserta sebagian besar wilayah Palestina pada tahun 1832.[3]
Ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1917, pasukan Inggris mengalami kekalahan dari Utsmaniyah dalam Pertempuran Gaza pertama dan kedua. Namun, Jenderal Edmund Allenby yang memimpin Pasukan Sekutu akhirnya berhasil menaklukkan Gaza dalam pertempuran ketiga.[4]
Kota ini mulai meluas ke luar kawasan Kota Tua selama abad ke-20. Pada masa modern, sebagian besar kawasan Kota Tua hancur akibat pengeboman Israel selama konflik Gaza–Israel yang masih berlangsung.[2]
Baik tindakan Israel dilakukan dengan sengaja maupun tidak, "hasilnya secara efektif merupakan penghapusan sebuah warisan dan sejarah. Secara simbolis, hal ini penting karena merupakan salah satu cara manusia terikat dengan wilayahnya," ujar Benoît Tadié, mantan penasihat kebudayaan di Konsulat Jenderal Prancis di Yerusalem antara tahun 2009 dan 2013. Ia mencontohkan Kota Tua Gaza yang, seperti sebagian besar wilayah utara enklaf tersebut, kini telah menjadi hamparan reruntuhan. "Kota itu bukan sekadar sebuah situs, tetapi juga merupakan jantung dari kota Gaza modern. Pemandian umum dan Istana Pasha dulunya merupakan tempat yang sangat populer. Museum di sana juga berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi para pelajar," jelas Tadié.