Koro adalah gangguan waham terikat budaya di mana individu memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa organ kelamin mereka sedang tertarik masuk dan akan menghilang, meskipun tidak ada perubahan nyata yang bersifat jangka panjang pada alat kelamin tersebut. Koro juga dikenal sebagai penis menyusut, dan tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Koro | |
|---|---|
| Nama lain | Sindrom retraksi genital, penis menyusut |
| Spesialisasi | Psikiatri |
Koro adalah gangguan waham terikat budaya di mana individu memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa organ kelamin mereka sedang tertarik masuk dan akan menghilang, meskipun tidak ada perubahan nyata yang bersifat jangka panjang pada alat kelamin tersebut.[1][2] Koro juga dikenal sebagai penis menyusut, dan tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.
Sindrom ini terjadi di seluruh dunia, dan histeria massal berupa kecemasan akan penyusutan alat kelamin memiliki sejarah di Afrika, Asia, dan Eropa.[3] Di Amerika Serikat dan Eropa, sindrom ini umumnya dikenal sebagai sindrom retraksi genital.[4]
Kondisi ini dapat didiagnosis melalui penilaian psikologis, yang disertai dengan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan nyata pada alat kelamin yang dapat menyebabkan retraksi yang sebenarnya.[5][6]
Kata ini dipinjam dari bahasa Melayu yang berarti kepala kura-kura, merujuk pada tampilannya saat hewan tersebut menarik kepalanya ke dalam cangkang.[7][8]
| Klasifikasi |
|---|