Kopimisme adalah sebuah kepercayaan para aktivis terkait kegiatan berbagi berkas yang meyakini bahwa upaya penyalinan informasi merupakan tindakan kebajikan yang sakral. Tempat ibadah, berupa gereja, dari kepercayaan ini berlokasi di Swedia dan telah diakui secara resmi oleh Badan Administrasi Hukum dan Keuangan Swedia sebagai sebuah agama, setelah dilakukan tiga kali upaya pengajuan. Kepercayaan ini didirikan sebagai suatu kongregasi pada musim gugur tahun 2012 oleh dua orang mahasiswa jurusan Ilmu Filsafat yaitu Isak Gerson dan Gustav Nipe, tepatnya di Uppsala, Swedia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Kopimisme (Bahasa Inggris: Kopimism; Bahasa Swedia: Kopimistsamfundet) adalah sebuah kepercayaan para aktivis terkait kegiatan berbagi berkas (file sharer) yang meyakini bahwa upaya penyalinan informasi merupakan tindakan kebajikan yang sakral.[1][2][3] Tempat ibadah, berupa gereja, dari kepercayaan ini berlokasi di Swedia dan telah diakui secara resmi oleh Badan Administrasi Hukum dan Keuangan Swedia sebagai sebuah agama, setelah dilakukan tiga kali upaya pengajuan.[4][5] Kepercayaan ini didirikan sebagai suatu kongregasi pada musim gugur tahun 2012 oleh dua orang mahasiswa jurusan Ilmu Filsafat yaitu Isak Gerson dan Gustav Nipe, tepatnya di Uppsala, Swedia.[4]
Isak membantah segala tuduhan keterkaitan terhadap kepercayaan ini dengan situs Pirate Bay.[6]
Dalam bahasa Inggris, nama Kopimism adalah turunan dari kata copy and me, yang menjadi akar fundamental kepercayaan ini dan merupakan ajakan untuk menggandakan dan menyebarluaskan informasi. Kata ini pertama kali muncul dalam suatu forum Pirate Agency.[7] Salah satu pendiri utamanya, Isaak Gerson, melihat sesuatu yang indah dan bersifat teologis dari konsep "copy me".[8] Ia berpendapat bahwa aktivitas berbagi berkas atau data dalam format digital merupakan tindakan fundamental dan universal,[8] sama halnya dengan aktivitas reproduksi atau penggandaan sel, DNA, maupun gen.[9] Menurut Isaak, internet secara keseluruhan merupakan tempat untuk berbagi.[10]
Pengikut agama ini disebut sebagai Kopimist. Kopimist atau Kopimist intelektual adalah seseorang yang memiliki keyakinan filosofis bahwa semua informasi harus disebarkan secara bebas tanpa batasan. Filosofi ini menentang upaya monopoli pengetahuan dalam bentuk apapun, seperti hak cipta, dan mendorong penyebarluasan segala jenis media seperti musik, film, acara TV, dan perangkat lunak.[11] Kopimisme menekankan bahwa penyalinan adalah tindakan ideologis.[12] Kepercayaan ini memiliki nilai-nilai yang sama dengan salah satu nilai dalam tradisi estetis Tiongkok yang berbunyi: "penyalinan dipercaya tidak hanya sebagai sarana pembelajaran (seperti di Barat), tetapi juga merupakan suatu perasaan artistik yang memuaskan".[12] Konsep ini disebut juga sebagai duplitekture.[12]
CTRL+C dan CTRL+V, tombol pintas di komputer untuk fungsi "Salin" dan "Tempel", adalah Kopimi, yaitu simbol yang mewakili kepercayaan para Kopimist dalam Kopimisme. Simbol ini dianggap sebagai simbol sakral di kepercayaan ini. Beberapa individu maupun kelompok menganggap Kopimi sebagai Tuhan dan beberapa yang lain percaya bahwa Kopimi adalah simbol sakral dan semangat yang berada dalam diri setiap makhluk hidup.
Kelompok kepercayaan ini juga memberikan pelayanan keagamaan dengan nama Kopycating, yaitu layanan penggandaan informasi yang didistribusikan pada para pengikutnya dengan menggunakan mesin fotokopi.[13]
Berikut ini adalah "rukun iman" dalam ajaran kepercayaan Kopimisme:[14]
Pada tanggal 5 Januari 2012, Kopimisme diterima oleh pemerintah Swedia sebagai agama yang sah dengan anggota sebanyak 4000 orang.[9] Sangkut paut kepercayaan ini dengan aktivitas berbagi berkas secara melanggar hukum tidak dikecualikan dari peraturan perlindungan kekayaan intelektual di Swedia.[4]
Kopimisme juga menjadi kepercayaan yang mengakar di negara-negara berikut:
Pada tanggal 28 April 2012, upacara pernikahan pertama Kopimisme dihelat.[16] Pernikahan ini dihelat di Share Conference yang diadakan di Belgrad, Serbia.[17] Upacara ini dihelat untuk meresmikan pernikahan seorang perempuan dari Romania dan seorang laki-laki dari Italia. Upacara yang dipimpin oleh seorang pendeta dengan topeng Guy Fawkes ini menggunakan komputer untuk membacakan janji suci antara mempelai, yang kemudian dibaca ulang dengan lantang oleh para tamu undangan.[17]
Kedua pendiri kepercayaan ini memiliki sejarah yang panjang dalam aktivisme terkait kegiatan daring dan telah berperan cukup besar di dalam Gerakan Anti Pembajakan Swedia.[butuh rujukan] Hal ini membuat para jurnalis dan aparat pemerintah berspekulasi akan motif sebenarnya dari pendirian kepercayaan tersebut.[butuh rujukan]