Gibran Rakabuming Raka, sebagai figur politisi yang pernah karier sebagai Wali Kota Surakarta hingga menjadi Wakil Presiden terpilih Indonesia, tidak lepas dari berbagai sorotan publik dan kontroversi. Perjalanan politiknya kerap diwarnai oleh tudingan politik dinasti dan nepotisme, terutama setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia calon wakil presiden yang memuluskan langkahnya dalam Pilpres 2024. Selain isu legalitas dan etika politik, Gibran juga menghadapi kritik terkait kapasitas personalnya akibat beberapa insiden selama masa kampanye, seperti salah ucap mengenai "asam sulfat", dugaan kepemilikan sebuah akun Kaskus kontroversial, hingga polemik mengenai latar belakang pendidikannya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Gibran Rakabuming Raka, sebagai figur politisi yang pernah karier sebagai Wali Kota Surakarta hingga menjadi Wakil Presiden terpilih Indonesia, tidak lepas dari berbagai sorotan publik dan kontroversi. Perjalanan politiknya kerap diwarnai oleh tudingan politik dinasti dan nepotisme, terutama setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia calon wakil presiden yang memuluskan langkahnya dalam Pilpres 2024. Selain isu legalitas dan etika politik, Gibran juga menghadapi kritik terkait kapasitas personalnya akibat beberapa insiden selama masa kampanye, seperti salah ucap mengenai "asam sulfat", dugaan kepemilikan sebuah akun Kaskus kontroversial, hingga polemik mengenai latar belakang pendidikannya.
Gibran diumumkan menjadi calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju mendampingi Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2023.[1] Deklarasi itu dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mengubah batasan usia capres/cawapres yang diatur UU Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017. Dimana amar putusan MK memperbolehkan seseorang yang berusia dibawah 40 tahun mengikuti Pilpres dengan syarat pernah atau sedang menduduki suatu jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum.[2] Pada saat itu, Gibran berusia 36 tahun dan sedang menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Sehingga setelah pembacaan putusan MK, putra sulung Presiden Joko Widodo itu dapat berlaga pada Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024.[3]
Keputusan MK yang memperbolehkan Gibran maju sebagai cawapres memicu beragam kontroversi. Ketua MK Anwar Usman yang memimpin pembacaan hasil putusan tersebut adalah adik ipar dari Presiden Joko Widodo sekaligus paman dari Gibran.[4] Majelis Kehormatan Mahkamah Kontitusi (MKMK) membacakan putusan nomor 2/MKMK/L/11/2023, dimana Anwar Usman terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku Hakim Konstitusi. Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa MKMK menjatuhkan sanksi kepada Anwar Usman yakni pemberhentian dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi.[5]
Majunya Gibran sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan negatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai pengusungnya sebagai walikota Surakarta dan pengusung ayahnya sebagai presiden Republik Indonesia. Sekretaris Jendral PDI-P Hasto Kristiyanto mempertanyakan keabsahan pendaftaran calon wakil presiden sejak keputusan MKMK menetapkan Anwar Usman telah melakukan pelanggan etik berat.[6] PDI-P menganggap yang dilakukan Gibran adalah tindakan pembangkangan.[7] Megawati sendiri menganggap Jokowi yang masih menjabat presiden, berperilaku seperti orde baru.[8] Tokoh-tokoh PDI-P lainnya mulai melakukan kritik dan serangan terbuka terhadap Jokowi dan keluarganya. Puncaknya, pada tahun 2024 PDI-P resmi memecat Jokowi dan keluarganya dari keanggotaan mereka.[9]
"Lalu ketika hamil harus dicek ya misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi nggak."
Gibran Rakabuming Raka, dalam acara 'Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Mas Gibran'.
Pada saat tanggal 3 Desember 2023, Gibran menjadi narasumber dalam forum 'Diskusi Ekonomi Kreatif Bersama Mas Gibran' di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Gibran menyebut ibu hamil harus mengecek kadar asam sulfat. Ia salah menyebut asam folat menjadi asam sulfat.[10] Keesokan harinya, Gibran juga salah menyebut asam folat saat berbicara dalam kunjungannya ke Pesantren Asshidiqiyah 2, Batuceper, Kota Tangerang.[11][12] Gibran mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada publik. Ia berterima kasih pernyataannya telah dikoreksi.[13]
Insiden salah penyebutan tersebut membuat publik banyak menyematkan julukan "Samsul" kepada Gibran. Dimana "Samsul" sendiri adalah akronim dari asam sulfat.[14] Pada debat calon wakil presiden pada 21 Januari 2024 di Jakarta Convention Center, Gibran mengenakan jaket berwarna biru dengan logo anime Naruto dan bertuliskan "Samsul" dibelakangnya.[15] Arief Rosyid, Ketua TKN Fanta Prabowo-Gibran menjelaskan maksud tulisan "Samsul" yang tertulis di belakang jaket adalah "semakin sulit disusul". Arief juga menyebut bahwa timnya tidak ingin membalas ejekan terhadap Gibran dengan keburukan.[16]
Pada bulan September 2024, sebuah kontroversi muncul ketika akun Kaskus bernama "fufufafa", yang terkenal pada tahun 2010-an karena memposting komentar kontroversial terhadap tokoh-tokoh politik tertentu, terutama Prabowo, dituduh oleh Gerindra.org (situs web palsu) sebagai milik Gibran. Gibran membantah kepemilikan akun.[17] Beberapa minggu kemudian, akun Formspring bernama "raka gnarly", dikenal karena memposting komentar-komentar seksual, juga diduga sebagai milik Gibran.[18]