Konflik peran ganda adalah seseorang yang memiliki peran sebagai wanita bekerja (baik secara psikis, maupun fisik, dan juga berperan sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab keluarganya. Pekerjaan yang dimaksud dapat bergerak di bidang pemerintahan, swasta dan segala sesuatu yang mendatangkan kemajuan dalam kariernya. Sedangkan Spector mengartikan konflik peran ganda sebagai suatu bentuk konflik yang terjadi dalam menjalankan peran dalam dunia pekerjaan dan peran dalam menjalankan rumah tangga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Januari 2023) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023) |
Konflik peran ganda adalah seseorang yang memiliki peran sebagai wanita bekerja (baik secara psikis, maupun fisik, dan juga berperan sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab keluarganya. Pekerjaan yang dimaksud dapat bergerak di bidang pemerintahan, swasta dan segala sesuatu yang mendatangkan kemajuan dalam kariernya (Anoraga, 2001).[1] Sedangkan Spector (2006) mengartikan konflik peran ganda sebagai suatu bentuk konflik yang terjadi dalam menjalankan peran dalam dunia pekerjaan dan peran dalam menjalankan rumah tangga.[1]
Hal ini biasa terjadi pada wanita karier, dimana mereka harus menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier secara bersamaan. Jika dahulu wanita identik dengan pekerjaan rumah tangga, seperti mengurus anak, mengurus pasangan dan urusan rumah tangga lainnya. Namun kini, banyak wanita telah terjun ke dalam dunia karier.[2] Hal inilah yang menyebabkan beberapa wanita menjalankan peran ganda.
Ada empat faktor penyebab konflik peran ganda, yaitu:[3]