Komisi Pengawas Negara-negara Netral didirikan oleh Perjanjian Gencatan Senjata Korea yang ditandatangani pada 27 Juli 1953, yang mendeklarasikan gencatan senjata dalam Perang korea. Dengan Komisi Gencatan Senjata Militer, komisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang mengatur hubungan antara Republik Rakyat Demokratik Korea dan Republik Korea.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Komisi Pengawas Negara-negara Netral | |
|---|---|
Bendera NNSC | |
| Dibentuk | 27 Juli 1953 (1953-07-27) |
| Negara | |
| Aliansi | Perjanjian Gencatan Senjata Korea |
Komisi Pengawas Negara-negara Netral (bahasa Inggris: Neutral Nations Supervisory Commission; NNSCcode: en is deprecated ) didirikan oleh Perjanjian Gencatan Senjata Korea yang ditandatangani pada 27 Juli 1953, yang mendeklarasikan gencatan senjata dalam Perang korea. Dengan Komisi Gencatan Senjata Militer, komisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang mengatur hubungan antara Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK, Korea Utara) dan Republik Korea (ROK, Korea Selatan).
Misi NNSC adalah untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mewujudkan implementasi anak paragraf 13(c) dan 13(d) dari Perjanjian Gencatan Senajta tersebut, yang mencegah pengerahan dilakukan di Korea, personil militer tambahan atau senjata baru, selain penggantian sedikit demi sedikit terhadap peralatan yang rusak atau dilucuti. Laporan dibuat kepada Komisi Gencatan Senjata Militer.[1]
Menurut Perjanjian Gencatan Senjata, NNSC harus terdiri dari empat pejabat senior, dua diantaranya harus dipilih oleh negara netral yang dinominasikan oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (bahasa Inggris: United Nations Command; UNCcode: en is deprecated ) dan dua yang harus dipilih oleh negara-negara netral yang dinominasikan bersama oleh Tentara Rakyat Korea (KPA) dan Sukarelawan Rakyat Tiongkok (CPV). Istilah "negara entralt diartikan sebagai negara-negara yang pasukan tempurnya tak ikut serta dalam pertikaian di Korea. Komando PBB memilih Swiss dan Swedia, sementara Tentara Rakyat Korea dan Sukarelawan Rakyat Tiongkok memilih Cekoslowakia dan Polandia.[2]