Komet Giacobini–Zinner atau 21P/Giacobini–Zinner adalah sebuah komet periodik dalam tata surya yang ditemukan pertama kali oleh astronom Prancis Michel Giacobini pada 20 Desember 1900, dan kemudian diamati ulang oleh Ernst Zinner pada 1913. Komet ini memiliki periode orbit sekitar 6,6 tahun dan dikenal sebagai sumber hujan meteor Draconids.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Juni 2025) |
Citra komet Giacobini–Zinner tahun 2018 | |
| Penemuan | |
|---|---|
| Ditemukan oleh: | Michel Giacobini dan Ernst Zinner |
| Ditemukan tanggal: | 20 Desember 1900 |
| Nama lain: | 21P/Giacobini–Zinner |
| Karakteristik orbit A | |
| Epos: | 2023-09-13 |
| Aphelion: | 6,02 SA |
| Perihelion: | 1,01 SA |
| Sumbu semi-mayor: | 3,52 SA |
| Eksentrisitas orbit: | 0,71 |
| Periode orbit: | 6,61 tahun |
| Inklinasi: | 31,8° |
| Perihelion yang akan datang: | 29 September 2029 |
Komet Giacobini–Zinner atau 21P/Giacobini–Zinner adalah sebuah komet periodik dalam tata surya yang ditemukan pertama kali oleh astronom Prancis Michel Giacobini pada 20 Desember 1900, dan kemudian diamati ulang oleh Ernst Zinner pada 1913.[1] Komet ini memiliki periode orbit sekitar 6,6 tahun dan dikenal sebagai sumber hujan meteor Draconids.
Michel Giacobini menemukan komet ini di Observatorium Nice, Prancis, saat komet melintas dengan magnitudo +9 di konstelasi Capricornus. Setelah menghilang dari pengamatan selama beberapa tahun, komet ini ditemukan kembali oleh Ernst Zinner pada 23 Oktober 1913.[butuh rujukan]
Komet Giacobini–Zinner memiliki orbit yang memanjang dan miring terhadap bidang ekliptika dengan inklinasi sekitar 32°. Perihelion terakhirnya terjadi pada 10 September 2018, dan perlintasan berikutnya diperkirakan terjadi pada 29 September 2029.[2]
Komet ini menjadi komet pertama yang didekati oleh pesawat ruang angkasa, yaitu misi International Cometary Explorer (ICE), yang melakukan pendekatan pada 11 September 1985 pada jarak sekitar 7.800 km dari inti komet.[3]
Komet Giacobini–Zinner merupakan sumber hujan meteor Draconid, yang biasanya mencapai puncaknya pada awal Oktober. Hujan meteor ini terkadang menampilkan letupan intens ketika Bumi melintasi jalur partikel debu yang padat dari komet.[butuh rujukan]