Komanderi Shanggu adalah satuan administratif (*commandery*) Tiongkok yang berdiri sejak era Negara Yan dan bertahan hingga abad ke-7 M. Terletak di wilayah yang kini termasuk bagian utara Hebei dan Beijing modern}.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. |
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. (Juli 2025) |
Komanderi Shanggu (漢字: 上谷郡, *Shanggǔ jùn*) adalah satuan administratif (*commandery*) Tiongkok yang berdiri sejak era Negara Yan (sekitar 283 SM) dan bertahan hingga abad ke-7 M. Terletak di wilayah yang kini termasuk bagian utara Hebei dan Beijing modern}.
Didirikan oleh Raja Zhao dari Yan pada 283 SM sebagai pertahanan terhadap suku Xiongnu. Pusat komanderi berada di dekat Didao (沮陽), wilayah sekitar Lintao modern. Setelah penyatuan Tiongkok oleh Qin Shi Huang, Shanggu dijadikan salah satu dari 36 komanderi Qin.[1]
Pada Awal Han Barat, Shanggu membawahi 15 kabupaten, termasuk Juyang, Pan, Changping, dan Juyong. Populasinya tercatat 36.008 rumah tangga (117.762 jiwa) pada tahun 2 M, menurun menjadi 51.204 jiwa pada 140 M. Komanderi ini juga menjadi pangkal "Colonel Protecting the Wuhuan", yang mengatur relasi dengan suku Wuhuan dan Xianbei.[2]
Pada masa Jin Barat, Shanggu menyusut menjadi dua kabupaten saja. Berikutnya, wilayahnya diambil alih bergantian oleh berbagai kerajaan (Later Zhao, Former Yan, Former Qin, Later Yan) lalu menjadi bagian dari Northern Wei hingga era Xiaochang, ketika wilayah ini dihancurkan selama Pemberontakan Enam Garnisun (六鎮之亂). Jumlah rumah tangganya tercatat hanya 3.093 pada masa itu.
Setelah Komanderi resmi dibubarkan pada awal Sui, nama Shanggu digunakan kembali sebagai nama pilihan untuk Yi Prefecture (易州) pada zaman Tang. Pada 742 M, Yi Prefecture (alias Shanggu) memiliki enam kabupaten—Yi, Rongcheng, Suicheng, Laishui, Mancheng, dan Wuhui—dengan populasi sekitar 258.779 jiwa dalam 44.230 rumah tangga.
Wilayah Shanggu meliputi jalur utara Pegunungan Yunmeng dan Yanshan, menempati posisi strategis sebagai gerbang pertahanan ke wilayah utara, terutama Longmen dan Juyongguan (居庸關), kunci penghubung pusat Tiongkok dan Mongol. Ini menjadikannya pusat administratif dan militer penting selama beberapa abad.