Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kolik bayi

Kolik bayi, dikenal juga sebagai kolik infantil, adalah kejadian bayi menangis selama lebih dari tiga jam sehari, selama lebih dari tiga hari seminggu, selama tiga minggu, dalam kondisi kasat mata anak tersebut terlihat sehat. Sering kali menangis ini terjadi pada malam hari. Biasanya hal ini bukan merupakan sebuah masalah jangka panjang, hanya saja tangisannya dapat mengakibatkan frustrasi pada orang tua, depresi setelah melahirkan, kunjungan berlebihan ke dokter, dan penganiayaan anak.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kolik bayi
Kolik bayi
Nama lainkolik bayi, kolik infantil
Anak menangis karena sakit perut
SpesialisasiDokter anak
GejalaMenangis lebih dari tiga jam sehari, selama lebih dari tiga hari dalam seminggu, selama tiga minggu berturut-turut[1]
Awitan umumUsia enam minggu[1]
DurasiBiasanya menghilang setelah umur enam bulan[1]
PenyebabTidak diketahui[1]
Metode diagnostikBerdasarkan gejala, setelah kemungkinan lain disingkirkan[1]
Diagnosis bandingCorneal abrasion, hair tourniquet, hernia, testicular torsion[2]
PengobatanTindakan konservatif, dukungan tambahan kepada orangtua[1][3]
PrognosisTidak ada masalah lain ditemukan[4]
FrekuensiSekitar 25 persen bayi[1]

Kolik bayi, dikenal juga sebagai kolik infantil, adalah kejadian bayi menangis selama lebih dari tiga jam sehari, selama lebih dari tiga hari seminggu, selama tiga minggu, dalam kondisi kasat mata anak tersebut terlihat sehat.[1] Sering kali menangis ini terjadi pada malam hari.[1] Biasanya hal ini bukan merupakan sebuah masalah jangka panjang[4], hanya saja tangisannya dapat mengakibatkan frustrasi pada orang tua, depresi setelah melahirkan, kunjungan berlebihan ke dokter, dan penganiayaan anak.[1]

Penyebab kolik tidak diketahui.[1] Beberapa pihak mempercayai bahwa hal ini disebabkan oleh ketidaknyamanan gastrointestinal seperti kram usus.[5] Diagnosis memerlukan penyingkiran kemungkinan penyebab lain.[1] Temuan yang perlu diperhatikan meliputi demam, aktivitas yang buruk, atau perut bengkak.[1] Sementara kurang dari 5 persen bayi yang menangis berlebihan memiliki penyakit organik yang mendasarinya.[1]

Pengobatan umumnya bersifat konservatif, dengan sedikit atau tanpa peran obat-obatan atau terapi alternatif.[3] Dukungan tambahan bagi orang tua bisa jadi bermanfaat.[1] Bukti sementara mendukung probiotik tertentu untuk bayi dan diet rendah alergen oleh ibu pada mereka yang menyusui.[1] Formula terhidrolisis mungkin bermanfaat bagi mereka yang diberi susu botol.[1]

Kolik menyerang 10–40 persen bayi.[1] Kondisi ini paling umum terjadi pada usia enam minggu dan biasanya hilang pada usia enam bulan.[1] Hal ini jarang berlangsung hingga usia satu tahun.[6] Kejadian ini terjadi dengan tingkat yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.[1] Deskripsi medis terperinci pertama mengenai masalah ini terjadi pada tahun 1954.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Johnson, JD; Cocker, K; Chang, E (1 October 2015). "Infantile Colic: Recognition and Treatment". American Family Physician. 92 (7): 577–82. PMID 26447441. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 August 2017. Diakses tanggal 22 July 2017.
  2. ↑ "Colic Differential Diagnoses". emedicine.medscape.com (dalam bahasa Inggris). 3 September 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2017. Diakses tanggal 1 June 2017.
  3. 1 2 Biagioli, E; Tarasco, V; Lingua, C; Moja, L; Savino, F (16 September 2016). "Pain-relieving agents for infantile colic". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 9: CD009999. doi:10.1002/14651858.CD009999.pub2. PMC 6457752. PMID 27631535.
  4. 1 2 Grimes JA, Domino FJ, Baldor RA, Golding J, ed. (2014). The 5-minute clinical consult premium (Edisi 23rd). St. Louis: Wolters Kluwer Health. hlm. 251. ISBN 9781451192155. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-02-25.
  5. ↑ Shamir, Raanan; St James-Roberts, Ian; Di Lorenzo, Carlo; Burns, Alan J.; Thapar, Nikhil; Indrio, Flavia; Riezzo, Giuseppe; Raimondi, Francesco; Di Mauro, Antonio (2013-12-01). "Infant crying, colic, and gastrointestinal discomfort in early childhood: a review of the evidence and most plausible mechanisms". Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 57 Suppl 1: S1–45. doi:10.1097/MPG.0b013e3182a154ff. ISSN 1536-4801. PMID 24356023.
  6. ↑ Barr, RG (2002). "Changing our understanding of infant colic". Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. 156 (12): 1172–4. doi:10.1001/archpedi.156.12.1172. PMID 12444822.
  7. ↑ Long, Tony (2006). Excessive Crying in Infancy (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 5. ISBN 9780470031711. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-10-18.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Hiosin butilbromida

senyawa kimia

Disikloverin

senyawa kimia

Alergi makanan

jarang terjadi pada bayi dengan asupan ASI. Paling banyak terjadi pada anak yang minum susu sapi dengan gejala muntah, diare, kolik, konstipasi, buang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026