Sebelum dan selama Perang Dunia II, Kekaisaran Jepang membentuk sejumlah negara boneka yang memainkan peran penting dalam perang melalui kolaborasi dengan Jepang. Dengan janji "Asia untuk orang Asia" dalam kerangka Kerja Sama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, Jepang juga mensponsori atau bekerja sama dengan sebagian gerakan nasionalis di berbagai negara Asia yang dijajah oleh kekaisaran Eropa, Uni Soviet, dan Amerika Serikat. Jepang merekrut relawan dari berbagai wilayah pendudukan dan juga dari kalangan tawanan perang pihak Sekutu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Urutan Waktu Perang Dunia II |
|---|
| Kronologi |
| Topik |
Sebelum dan selama Perang Dunia II, Kekaisaran Jepang membentuk sejumlah negara boneka yang memainkan peran penting dalam perang melalui kolaborasi dengan Jepang. Dengan janji "Asia untuk orang Asia" dalam kerangka Kerja Sama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, Jepang juga mensponsori atau bekerja sama dengan sebagian gerakan nasionalis di berbagai negara Asia yang dijajah oleh kekaisaran Eropa, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.[1] Jepang merekrut relawan dari berbagai wilayah pendudukan dan juga dari kalangan tawanan perang pihak Sekutu.[2]