Kodeina atau kodein ialah asam opiat alkaloid yang dijumpai di dalam candu dalam konsentrasi antara 0,7% dan 2,5%. Kebanyakan kodein yang digunakan di Amerika Serikat diproses dari morfin melalui proses metilasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua. |
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Codicaf |
| Nama lain | 3-Metilmorfina |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a682065 |
| Kategori kehamilan |
|
| Potensi ketergantungan | Tinggi |
| Rute pemberian | Mulut, rektal, subkutan, intramuskular |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | Melalui mulut: ~90% |
| Metabolisme | Hati: CYP2D6 (menjadi morfin), CYP3A4 (menjadi norkodein), UGT2B7 (menjadi 3- dan 6-glukuronida kodein, norkodein, dan morfin)[1] |
| Onset aksi | 15–30 menit[2] |
| Waktu paruh eliminasi | 2,5–3 jam |
| Durasi aksi | 4–6 jam[2] |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS |
|
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.882 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C18H21NO3 |
| Massa molar | 299.364 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| | |
Kodeina atau kodein (bahasa Inggris: codeine, methylmorphinecode: en is deprecated ) ialah asam opiat alkaloid yang dijumpai di dalam candu dalam konsentrasi antara 0,7% dan 2,5%. Kebanyakan kodein yang digunakan di Amerika Serikat diproses dari morfin melalui proses metilasi.
Kodein yang terkonsumsi akan teraktivasi oleh enzim CYP2D6[3] di dalam hati[4] menjadi morfin, sebelum mengalami proses glukuronidasi, sebuah mekanisme detoksifikasi bagi xenobiotik.[5]
Bagaimanapun, morfin tersebut tidak dapat digunakan, mengingat 90% kodein yang ada akan dieliminasi dalam usus halus sebelum berhasil memasuki peredaran darah. Oleh karena itu, kodein seolah-olah tidak berpengaruh atas penggunanya, tetapi efek samping seperti analgesia, sedasi, dan penekanan pernapasan masih terasa.
Kodein digunakan sebagai pereda nyeri ringan. Kodein dibuat dalam bentuk pil atau cairan dan bisa diambil baik secara sendirian atau gabungan dengan kafeina, aspirin, asetaminofen, atau ibuprofen. Kodein sangat berperan untuk meredakan batuk.
Seperti semua jenis opioid, penggunaan kodein terus-menerus dapat mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikologi. Sebuah kelompok yang bernama Codeine Free Diarsipkan 2010-05-01 di Wayback Machine. didirikan untuk membantu mereka yang mengalami ketergantungan pada kodein.
Kodein merupakan obat yang paling banyak digunakan dalam perawatan kesehatan.
Jenis-jenis obat analgesik yang lain ialah: