Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih

Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Papua Tengah, Papua, dan Papua Pegunungan.

komando daerah militer di Indonesia
Diperbarui 29 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih
Komando Daerah Militer XVII/
Cenderawasih
Lambang Kodam XVII/Cenderawasih
DibentukMei 17, 1963; 62 tahun lalu (1963-05-17)
NegaraIndonesia Indonesia
Tipe unitKomando Daerah Militer
Bagian dariTNI Angkatan Darat
MarkasJayapura, Papua
MotoKsatria Pelindung Rakyat
Baret HIJAU 
Situs webkodam17cenderawasih-tniad.mil.id
Tokoh
Panglima Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang
Kepala Staf Brigadir Jenderal TNI Haryantana
Inspektur Brigadir Jenderal TNI Sapto Widhi Nugroho
Kepala Kelompok Staf Ahli Brigadir Jenderal TNI Sukamdi

Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih (disingkat Kodam XVII/CEN) merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Papua Tengah, Papua, dan Papua Pegunungan.

Sejarah

Logo Lama Kodam XVII/Tjenderawasih

Dalam konflik dengan Belanda atas penyelesaian pengembalian Irian Barat,[1] maka pemerintah RI membentuk Komando Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana (KO TT-VII/WRB) pada tanggal 20 Juni 1950 yang dikomandani oleh Kolonel Alex Kawilarang berkedudukan di Makassar. Komando Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana (KO TT-VII/WRB) membawahi wilayah Indonesia Timur yaitu Sulawesi, Sunda kecil termasuk Maluku dan Irian Barat.

Pada bulan September 1950 TNI direorganisasi, Komando Pasukan (Kompas) Maluku Selatan diganti menjadi Kompas D dikomandani oleh Letkol C. F. Warouw dengan wilayah meliputi Maluku, Irian Barat. Berdasarkan Penetapan Panglima TT-VII Nomor: 8004/VII/1950 tanggal 5 Juli 1952 Kompas D dilikuidasi, kemudian dibentuk Resimen Infanteri-25 (RI-25) dengan Komandannya Letkol Suprapto Sukowati, yang diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1952 dengan wilayah Maluku dan Irian Barat. Untuk pertama kali kedua wilayah itu berada di bawah satu Komando. Di bawah RI-25, penyusupan ke daratan Irian Barat mulai dilakukan sebagai langkah awal yang bersifat militer untuk mengembalikan wilayah itu ke pangkuan ibu pertiwi. Pada bulan Mei 1957 Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) kembali direorganisasi.

Komando Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana (KO TT-VII/WRB) dilikuidasi, wilayahnya dibagi menjadi empat Komando Daerah Militer, diantaranya Komando Daerah Militer Maluku Irian Barat atau disingkat (KDM-MIB) menggantikan resimen Infanteri-25 (RI-25). Perjuangan pengembalian Irian Barat semakin menggelora setelah Presiden RI mengumandangkan Tiga Komando Rakyat yang disingkat Trikora di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1961 yang mendapat respond dan didukung dari seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat Irian Barat. Untuk mewujudkan Komando Presiden RI, pada bulan Januari 1962 dibentuklah Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dengan Panglima Mayjen TNI Soeharto. Rencana Operasi Pembebasan Irian Barat disusun, satuan-satuan APRI dan sukarelawan digelar, sementara diplomasi berjalan terus.

Pada tanggal 8 Agustus 1962, Panglima Angkatan Darat membentuk Kodam XVII/Irian barat dengan Surat Keputusan Pangad Nomor: KPTS 1052/ 8/1962 dengan nama lengkapnya Komando Daerah Militer Irian Barat.

Selanjutnya tanggal 15 Agustus 1962 berlangsung perundingan secara bilateral pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda di New york yang menghasilkan penandatanganan Persetujuan Indonesia – Belanda mengenai:

  1. Gencatan senjata dilakukan di Irian Barat.
  2. Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Republik Indonesia melalui PBB.

Sebagai tindak lanjut persetujuan New York tersebut, maka PBB membentuk pemerintahan transisi di Irian Barat, yaitu UNTEA (United Nation Temporary Executive Authority). Untuk menyiapkan pengalihan tanggung jawab keamanan dari UNTEA, Pemerintahan Republik Indonesia membentuk satuan tugas yang disebut Kontingen Indonesia Irian Barat (KOTINDO) yang secara taktis di bawah UNTEA yang kemudian menjadi inti Kodam XVII/Irian Barat. Pada tanggal 1 Mei 1963 UNTEA menyerahkan Irian Barat kepada Pemerintah Republik Indonesia, dan selanjutnya pada tanggal 17 Mei 1963 Kodam XVII/Irian barat diubah menjadi Kodam XVII/Tjenderawasih, Yang segera melaksanakan fungsinya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai kekuatan Sosial Masyarakat. Untuk menghadapi pembangunan nasional yang pesat, dan kemungkinan adanya ancaman, maka pemerintah Republik Indonesia memandang perlu mengadakan reorganisasi ABRI. Untuk Jajaran TNI AD reorganisasi dilaksanakan sesuai perintah operasi Kasad Nomor: 01 tanggal 27 September 1984. Beberapa Kotama dilikuidasi, kemudian dibentuk Kotama baru.

Kodam XV/Pattimura dan Kodam XVII/Cenderawasih dilikuidasi menjadi Kodam VIII/Trikora dan diresmikan pada tanggal 8 Mei 1985 meliputi Maluku dan Irian Jaya berada di wilayah satu Komando, setelah yang pertama pada tanggal 1 Agustus 1952. Atas fakta sejarah ini, maka pada tanggal 1 Agustus ditetapkan sebagai hari jadi Kodam VIII/Trikora sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/691/VI/1986. Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/11/V/199 tanggal 7 Mei 1999 tentang perubahan nomor registrasi wilayah Kodam VIII/Trikora menjadi Kodam XVII/Trikora terhitung mulai tanggal 12 Mei 1999, maka Kodam XVII/Trikora hanya meliputi wilayah Irian Jaya yang membawahi Korem 171/PVT, Korem 172/PWY, Korem 173/PVB, Korem 174/ATW dan meliputi 12 wilayah Kodim.

Dalam perjalanan sejarah selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Kasad nomor Skep/175/IX/2007 tanggal 26 September 2007, maka terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2007 nomor Registrasi Kodam XVII/Trikora berubah kembali menjadi Kodam XVII/Cenderawasih yang meliputi wilayah Papua dan Papua Barat serta membawahai 4 Korem dan 12 Kodim. Pada tanggal 17 Mei 2008 Kodam XVII/Cenderawasih genap berusia 45 tahun. Meski beragam hambatan menantang di medan tugas yang berat, Prajurit Kodam XVII/Cenderawasih maju melangkah bersama rakyat mencapai kejayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan stabilitas pertahanan yang mantap untuk menunjang pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.[2]

Pada Tanggal 18 Desember 2016 lalu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menjadi Inspektur upacara pada peresmian Kodam dan pelantikan Pangdam XVIII/Kasuari, sekaligus dilaksanakan pula Alih Kodal Korem 171/PVT dan Denzipur 13/PPA yang semula di Kodam XVII/Cenderawasih ke Kodam XVIII/Kasuari.[3]

Panglima

Artikel utama: Daftar Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih

Saat ini, Kodam XVII/Cenderawasih di pimpin oleh seorang Panglima Kodam (Pangdam) yang berpangkat Mayor Jenderal. Saat ini jabatan Pangdam diduduki oleh Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Satuan

Satuan Wilayah

  • Kodim 1701/Jayapura (BS)
  • Korem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) di Wamena
  • Kodim 1702/Jayawijaya
  • Kodim 1706/Nduga
  • Kodim 1708/Biak Numfor
  • Kodim 1709/Yapen Waropen
  • Kodim 1712/Sarmi
  • Kodim 1713/Lanny Jaya
  • Kodim 1715/Yahukimo
  • Kodim 1716/Tolikara
  • Yonif 756/Wimane Sili
  • Yonif TP 815/Wor Gir Tasem
  • Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) di Nabire
  • Kodim 1703/Deiyai
  • Kodim 1705/Nabire
  • Kodim 1710/Mimika
  • Kodim 1714/Puncak Jaya
  • Kodim 1717/Puncak
  • Yonif 753/Arga Vira Tama

Satuan Tempur dan Bantuan Tempur

  • Brigif TP 80/Kurare
  • Yonif TP 809/Nanibarye Temto Mau
  • Yonif TP 810/Beyea Emare Memare
  • Yonif TP 813/Arweyani
  • Yonif TP 814/Jana Zini Airisni
  • Yonif TP 816/Doruka
  • Yonif TP 910/Aherfaiyona
  • Brigif TP 82/Wuyou Korako Bidao
  • Yonif TP 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha
  • Yonif TP 820/Daro Ainoko Arpa Ikimamonoku
  • Yonif TP 858/Mambri Sopani Bemgakba
  • Yonif TP 859/Raknamun Bebriwarek Kawasa
  • Yonif TP 860/Ndi Sowosio Korako
  • Den Zipur 12/Oharo Hesowa Hubana
  • Den Zipur 10/Ksatria Yudha Dharma
  • Yonif 751/Vira Jaya Sakti
  • Denkav 3/Serigala Ceta[4]

Satuan Pendidikan

  • Resimen Induk Kodam XVII/Cenderawasih
  • Sekolah Calon Tamtama
  • Sekolah Calon Bintara
  • Depo Pendidikan Latihan Tempur
  • Depo Pendidikan Kejuruan
  • Depo Pendidikan Bela Negara

Referensi

  1. ↑ ""Sejarah Kodam XVII/Cenderawasih"". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-09. Diakses tanggal 2015-09-24.
  2. ↑ "Kodam XVII Trikora Jadi Cenderawasih"
  3. ↑ Kodam XVIII/Kasuari Resmi Berdiri
  4. ↑ Times, I. D. N.; Langobelen, Endy. "Pangdam XVII/Cenderawasih Resmikan 4 Kodim Baru". IDN Times. Diakses tanggal 2023-07-16.

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Komando Daerah Militer


I


II


IV


V


VI


VII


VIII


IX


XII


XIII


XIV


XV


XVI


XVII


XVIII


XIX


XX


XXI


XXII


XXIII

  • l
  • b
  • s
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
  • Tentara Nasional Indonesia
Staf
Pimpinan
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad)
  • Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad)
  • Inspektorat Jenderal Angkatan Darat (Irjenad)
  • Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Sahli Kasad)
Pembantu Pimpinan
  • Staf Intelijen Angkatan Darat
  • Staf Latihan Angkatan Darat
  • Staf Logistik Angkatan Darat
  • Staf Operasi Angkatan Darat
  • Staf Perencanaan dan Anggaran Angkatan Darat
  • Staf Personalia Angkatan Darat
  • Staf Teritorial Angkatan Darat
Pelayanan
  • Detasemen Markas Besar Angkatan Darat
Komando Utama Pembinaan
Komando Utama Operasi
    • Kotama Ops
  • Komando Daerah Militer
    • Bukit Barisan
    • Sriwijaya
    • Siliwangi
    • Diponegoro
    • Brawijaya
    • Mulawarman
    • Udayana
    • Tanjungpura
    • Merdeka
    • Hasanuddin
    • Pattimura
    • Cenderawasih
    • Kasuari
    • Tuanku Tambusai
    • Imam Bonjol
    • Radin Inten
    • Tambun Bungai
    • Palaka Wira
    • Mandala Trikora
    • Jayakarta
    • Iskandar Muda
  • Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
    • Divisi Infanteri 1
    • Divisi Infanteri 2
    • Divisi Infanteri 3
  • Komando Pasukan Khusus
    • Satuan 81
Komando Pembinaan Doktrin,Pendidikan dan Latihan
    • Kodiklatad
  • Pusat Simulasi Tempur
  • Pusat Latihan Tempur
  • Politeknik Angkatan Darat
Badan Pelaksana Pusat
Pusat
  • Infanteri (Pussenif)
  • Kavaleri (Pussenkav)
  • Artileri Medan (Pussenarmed)
  • Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud)
  • Intelijen (Pusintelad)
  • Kesehatan (Puskesad)
  • Pembekalan Angkutan (Pusbekangad)
  • Penerbangan (Puspenerbad)
  • Peralatan (Puspalad)
  • Polisi Militer (Puspomad)
  • Teritorial (Pusterad)
  • Zeni (Pusziad)
  • Komlekad (Puskomlekad)
  • Sandi dan Siber (Pussansiad)
  • Rumah Sakit Militer (RSPAD Gatot Soebroto)
Direktorat
  • Ajudan Jenderal (Ditajenad)
  • Hukum (Ditkumad)
  • Keuangan (Ditkuad)
  • Topografi (Dittopad)
Dinas Militer
  • Informasi dan Pengolahan Data (Disinfolahtad)
  • Jasmani Militer (Disjasad)
  • Kelaikan (Dislaikad)
  • Pembinaan Mental (Disbintalad)
  • Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangad)
  • Penerangan (Dispenad)
  • Pengadaan (Disadaad)
  • Psikologi (Dispsiad)
  • Sejarah (Disjarahad)
Pendidikan
  • Akademi Militer (Akmil)
  • Sekolah Staf dan Komando (Seskoad)
  • Sekolah Calon Perwira (Secapa)
Category Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Panglima
  3. Satuan
  4. Satuan Wilayah
  5. Satuan Tempur dan Bantuan Tempur
  6. Satuan Pendidikan
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Komando Daerah Militer

wilayah operasional TNI Angkatan Darat

Komando Daerah Militer Jayakarta

komando daerah militer di Indonesia

Daftar Panglima Komando Daerah Militer di Indonesia

Komando Daerah Militer dipimpin oleh seorang Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang berpangkat Mayor Jenderal.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026