Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kleptoparasitisme

Kleptoparasitisme merupakan cara mendapatkan makanan dengan mencuri simpanan makanan seperti dalam kasus lebah cuko yang meletakkan telurnya di dalam polen yang dikumpulkan oleh lebah lain, atau merampas hasil buruan binatang lain. Istilah ini juga digunakan pada binatang yang mencuri bahan pembuat sarang atau benda mati lainnya dari binatang lain.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2018

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kleptoparasitisme
Cikalang besar (Fregata minor) mengejar Angsa-batu kaki-merah (Sula sula) untuk mencuri makanannya.

Kleptoparasitisme (arti harfiah, "hubungan parasitisme dengan cara mencuri") merupakan cara mendapatkan makanan atau sumber daya lain dengan mencuri simpanan yang menjadi milik organisme lain. Kleptoparasitisme adalah salah satu bentuk kompetisi yang mengakibatkan hilangnya sumber daya melalui interaksi langsung.[1] Kleptoparasitisme berasal dari suku kata Yunani “kleptes” yang berarti pencuri, dan “parasit” yang berarti mengambil keuntungan dari (organisme) yang lain.[2] Sisa-sisa pakan maupun pakan utuh milik sang tuan rumah akan menjadi pakan bagi si pencuri ini.

Contoh

Contoh kejadian kleptoparasitisme seperti dalam kasus lebah cuko yang meletakkan telurnya di dalam polen yang dikumpulkan oleh lebah lain, atau merampas hasil buruan binatang lain. Istilah ini juga digunakan pada binatang yang mencuri bahan pembuat sarang atau benda mati lainnya dari binatang lain.

Pada tingkatan yang paling kuat, proses mendapatkan pakan ini dilakukan dengan perebutan secara paksa, misalnya yang dilakukan oleh segerombolan hyena pada harimau atau singa. Pada beberapa kasus, perampokan ini lebih sering berhasil. Pada kasus perampokan oleh hyena, energi terbesar dikeluarkan oleh harimau atau singa yang harus mengejar dan membunuh calon mangsanya, sedangkan hyena hanya mengandalkan ilmu keroyokan untuk mengusir harimau atau singa demi mendapatkan makanan gratis.[1] Perilaku unik ini dapat ditemukan pada banyak jenis binatang, misalnya bangsa burung (camar, elang, burung nasar, dan sebagainya), mamalia (hyena, jakal, bahkan beberapa ikan paus juga teramati melakukan perilaku ini), dan artropoda (termasuk serangga dan laba-laba).

Referensi

  1. 1 2 "Kleptoparasitism - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2023-12-08.
  2. ↑ Nishimura, K. (2010-01-01). Breed, Michael D.; Moore, Janice (ed.). Kleptoparasitism and Cannibalism. Oxford: Academic Press. hlm. 253–258. doi:10.1016/b978-0-08-045337-8.00279-5. ISBN 978-0-08-045337-8.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Contoh
  2. Referensi

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Elang cokelat

Aquilinae—sering memakan bangkai atau mencuri makanan dari hewan karnivora lain (kleptoparasitisme)—namun juga merupakan pemangsa aktif dan berani, sering memangsa hewan

Semut

Keluarga serangga

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026