Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kimia kristal

Kimia kristal atau kristalokimia adalah suatu studi mengenai prinsip-prinsip kimia di balik kristal dan penggunaannya dalam mendeskripsikan hubungan struktur dan sifat dalam padatan. Prinsip-prinsip yang mengatur penyusunan struktur kristal, dijelaskan, model dari banyak struktur kristal yang penting secara teknologi turut dipelajari, serta efek struktur kristal pada berbagai mekanisme dasar yang bertanggungjawab pada banyak sifat kimia juga didiskusikan.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kimia kristal
Struktur kristal lepidokrosit (y-FeOOH)
Struktur kristal lepidokrosit (y-FeOOH)

Kimia kristal atau kristalokimia adalah suatu studi mengenai prinsip-prinsip kimia di balik kristal dan penggunaannya dalam mendeskripsikan hubungan struktur dan sifat dalam padatan.[1] Prinsip-prinsip yang mengatur penyusunan struktur kristal, dijelaskan, model dari banyak struktur kristal yang penting secara teknologi (zinc blende, alumina, kuarsa, perovskit) turut dipelajari, serta efek struktur kristal pada berbagai mekanisme dasar yang bertanggungjawab pada banyak sifat kimia juga didiskusikan.

Sejarah

Perkembangan awal kimia kristal adalah hasil utama dari percobaan dan interpretasi William Lawrence Bragg dan rekan kerjanya di Manchester pada tahun 1920.[2] dan oleh V. M. Goldschmidt dan rekan kerjanya di Oslo pada tahun 1930-an. Upaya mereka ditandai dengan pendekatan empiris bagi pemahaman struktur kristal melalui model sederhana berdasarkan jarak interatomik yang diobservasi.[3]

Kemudian pada tahun 1930-an, Linus Pauling menunjukkan bahwa sangat penting untuk memperhitungkan valensi kimia dan memperkenalkan konsep elektronegativitas untuk membantu memperhitungkan berbagai tingkat kovalen dalam ikatan kimia.[4][5] Selanjutnya, pendekatan untuk kimia kristal telah dikembangkan bersama dasarnya dua jalur. Jalur pertama sebagian besar masih empiris dan berdasarkan pengamatan dari jarak interatomik dan menggabungkan ide-ide yang relatif sederhana mengenai valensi, koordinasi, dan struktur elektronik.[1] Pendekatan kedua adalah hubungan yang didasarkan pada mekanika kuantum dan telah digunakan sebagian besar untuk interpretasi spektrum atau untuk penanganan struktur molekul atau kluster hipotetis yang menyimulasikan konfigurasi yang ditemukan dalam mineral yang nyata.

Topik

Bentuk kalsit (Goldschmidt, 1913)
Bentuk kalsit (Goldschmidt, 1913)

Berbagai topik yang dikaji dalam kimia kristal diantaranya:[1][3]

  1. Ikatan kimia dan elektronegativitas
  2. Dasar-dasar kristalografi: sistem kristal, Indeks Miller, elemen simetri, panjang ikatan dan jari-jari, densitas teoretis
  3. Prediksi struktur kristal dan kaca: Aturan Pauling dan Zachariasen
  4. Diagram fase dan kimia kristal (termasuk larutan padat)
  5. Ketidaksempurnaan (termasuk defek kimia dan defek garis)
  6. Transisi fase
  7. Hubungan struktur-sifat: Hukum Neumann, titik leleh, sifat mekanik (kekerasan, modulus elastisitas), sifat termal (ekspansi termal, panas spesifik, konduktivitas termal), difusi, konduktivitas ionik, indeks bias, penyerapan, warna, dielektrik dan ferroelektrik, dan kemagnetan
  8. Struktur kristal logam, semikonduktor, polimer, dan keramik

Peran

Studi mengenai kimia kristal merupakan dasar yang penting bagi sains mineralogi, seperti halnya bidang-bidang lain seperti sains material dan kimia fasa padat (solid-state chemistry). Tiga aspek utama yang mendasari sains mineralogi, diantaranya, mineralogi deskriptif, aplikasi mineralogi, serta fisika dan kimia material, seluruhnya terwadahi dalam kimia kristal.

Lihat pula

  • Situs kristalografi
  • Grup mineral
  • Kristalografi
  • Mineralogi
  • Difraksi

Referensi

  1. 1 2 3 Evans, R. C. (1952). An Introduction to Crystal Chemistry. London: Cambridge University Press.
  2. ↑ Bragg, W. L. (1920). "The arrangernent of ions in crystals". Philosophical Magazine: 169-189.
  3. 1 2 Hazen, R. M., Finger, L. W. (1982). Comparative Crystal Chemistry. New York: John Wiley and Sons. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ↑ Pauling, L. (1960). The Nature of the Chemical Bond (Edisi 3rd). Ithaca, NY: Cornell University Press.
  5. ↑ Burdett, J. K., Mclarnan, T. J. (1984). "An orbital interpretation of Pauling's rules". American Mineralogist. 69: ffil-621. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Pranala luar

  • iconPortal kimia
  • Commission on Crystallographic Teaching, Pamphlets
  • IUCr Online Dictionary of Crystallography
  • American Crystallographic Association
  • Ames Laboratory, US DOE Crystallography Research Resources Diarsipkan 2008-09-16 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Topik
  3. Peran
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Unsur kimia

Spesies Atom

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Grup mineral

spesies mineral yang pada dasarnya memiliki struktur kristal yang sama dan tersusun dari unsur-unsur kimia yang serupa. Dalam sistematika mineralogi modern

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026