Kim Yong-hyun adalah seorang purnawiran letnan jenderal dan politikus asal Korea Selatan yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan dari 6 September 2024 hingga pada saat pengunduran dirinya pada 5 Desember 2024 atas keterlibatannya dalam Darurat militer Korea Selatan 2024. Pada 8 Desember 2024, dia ditangkap dengan tuduhan melakukan pemberontakan dengan menyarankan kepada Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyatakan darurat militer dan mengirimkan tentara ke parlemen untuk menguasai legislatif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kim Yong-hyun | |
|---|---|
김용현 | |
Kim Yong-hyun ( 김용현 ) (2024) | |
| Menteri Pertahanan Nasional | |
| Masa jabatan 6 September 2024 – 5 December 2024 | |
| Presiden | Yoon Suk Yeol |
| Perdana Menteri | Han Duck-soo |
| Kepala Satuan Pengamanan Presiden | |
| Masa jabatan 11 May 2022 – 6 September 2024 | |
| Presiden | Yoon Suk Yeol |
Pendahulu Yoo Yeon-sang Pengganti Park Jong-joon | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 25 Juni 1959 Masan, Korea Selatan |
| Pendidikan | Akademi Militer Korea |
| Karier militer | |
| Dinas/cabang | Angkatan Darat Republik Korea |
| Masa dinas | 1978–2017 |
| Pangkat | Letnan Jenderal |
| Nama Korea | |
| Hangul | 김용현code: ko is deprecated |
| Hanja | 金龍顯code: ko is deprecated |
| Alih Aksara | Gim Yonghyeon |
| McCune–Reischauer | Kim Yonghyŏn |
Kim Yong-hyun (Hangul: 김용현code: ko is deprecated ; lahir 25 Juni 1959)[1] adalah seorang purnawiran letnan jenderal dan politikus asal Korea Selatan yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan dari 6 September 2024 hingga pada saat pengunduran dirinya pada 5 Desember 2024 atas keterlibatannya dalam Darurat militer Korea Selatan 2024. Pada 8 Desember 2024, dia ditangkap dengan tuduhan melakukan pemberontakan dengan menyarankan kepada Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyatakan darurat militer dan mengirimkan tentara ke parlemen untuk menguasai legislatif.
Kim dilahirkan di Masan, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.
Dia lulus dari Chungam High School di Distrik Eunpyeong, Seoul pada 1978 (setahun sebelum Yoon Suk Yeol), dan mendaftar ke Akademi Militer Korea tidak lama setelahnya.[2]
Kim terakhir memiliki pangkat jenderal bintang tiga di Angkatan Darat Republik Korea[3] dan menjabat sebagai Kepala Pasukan Pengamanan Presiden dari 11 Mei 2022 hingga saat dia dinominasikan untuk menjadi Menteri Pertahanan Nasional pada Agustus 2024,[4] dia mulai menjabat pada 6 September. Karena Kim adalah kakak kelas dari Presiden Yoon Suk Yeol pada waktu bersekolah di Chungam High School, Seoul, mereka sering dijuluki sebagai "faksi Chungam".[5]
Pada rapat kabinet yang tidak direncanakan beberapa saat sebelum deklari militer Yoon pada 3 Desember, Kim menyarankan untuk menerapkan darurat militer.[6][7] Kim mengundurkan diri pada 5 Desember in akibat deklarasi darurat militer ini,[8] yang mana kemudian Kim meminta maaf atas ini.[9] Wakilnya, Kim Seon-ho, juga menuduhnya telah memerintahkan prajurit untuk memasuki gedung parlemen dan mencegah anggota parlemen untuk berkumpul dan memberikan suara tanggapan terkait deklarasi darurat militer.[10] Kim dicegah untuk meninggalkan negerinya pada 5 Desember oleh Kementerian Kehakiman Korea Selatan.[11] Pada 8 Desember, dia ditangkap dengan tuduhan terkait dengan deklarasi darurat militer.[12]
Pada 10 Desember, sebuah penggerebakan oleh polisi dilakukan di Kantor Kepresidenan, dengan penyidik membawa surat izin penggeledahan yang menyatakan Presiden Yoon sebagai tersangka.[13][14] Di hari yang sama, Kim mencoba melakukan bunuh diri di lokasi penahanan dirinya.[15]
Jika Kim terbukti bersalah, dia berpotensi menghadapi tuntutan hukum dengan potensi hukuman mati.[16]
| Jabatan militer | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Shin Won-sik |
Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan 9 September 2024–5 Desember 2024 |
Diteruskan oleh: Choi Byung-hyuk |