Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Khouw Tjoen

Khouw Tjoen, atau juga ditulis sebagai Khouw Tjoen Ko, dulu adalah seorang pemilik kapal dan pebisnis berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang paling dikenal sebagai pendiri dari Keluarga Khouw dari Tamboen, salah satu keluarga 'Tjabang Atas' terkemuka di Hindia Belanda.

Wikipedia article
Diperbarui 18 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pebisnis berlatar belakang Tionghoa-IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Pebisnis berlatar belakang Tionghoa-Indonesia

Khouw Tjoen
LahirFujian, Kekaisaran Qing
Meninggal1831
Batavia, Hindia Belanda
PekerjaanPemilik kapal dan pebisnis
Tahun aktifAkhir abad ke-18
AnakKhouw Tian Sek, Letnan-tituler Cina (putra)
Khouw Tian Ho (putra)
Khouw Tay Hien (putra)
Khouw Kang Nio (putri)
Orang tua
  • Khouw Teng (ayah)
KerabatKhouw Kek Po (kakek)
Khouw Shio (saudara)
Khouw Soen (saudara)
Khouw Tjeng Tjoan, Letnan-tituler Cina (cucu)
Khouw Tjeng Kee, Letnan-tituler Cina (cucu)
Khouw Tjeng Po, Letnan-tituler Cina (cucu)
Khouw Kim An, Mayor Cina (cicit)
O. G. Khouw (cicit)
Khouw Yauw Kie, Kapitan Cina (cicit)
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Khouw.

Khouw Tjoen (meninggal pada tahun 1831), atau juga ditulis sebagai Khouw Tjoen Ko, dulu adalah seorang pemilik kapal dan pebisnis berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang paling dikenal sebagai pendiri dari Keluarga Khouw dari Tamboen, salah satu keluarga 'Tjabang Atas' terkemuka di Hindia Belanda.[1][2][3][4]

Biografi

Lahir pada pertengahan abad ke-18 di Fujian, Kekaisaran Qing, Khouw Tjoen adalah putra dari Khouw Teng, dan cucu dari Khouw Kek Po, yang berasal dari keluarga ahli-pejabat di Tiongkok.[3][4] Sekitar tahun 1769, Khouw Tjoen pindah ke Jawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) bersama dua orang saudaranya, yakni Khouw Shio dan Khouw Soen.[1] Mereka lalu menetap di Tegal, Jawa Tengah, di mana mereka berbisnis kapal dan gadai.[1][3]

Khouw Tjoen kemudian pindah ke Batavia (kini Jakarta), ibu kota Hindia Belanda, di mana ia akhirnya menetap dan beranak pinak.[1][3] Melalui pernikahannya dengan seorang wanita Peranakan, Khouw Tjoen dianugerahi dua orang putra, yakni Khouw Tian Sek dan Khouw Tian Ho, serta seorang putri, yakni Khouw Kang Nio. Khouw Tjoen lalu juga mengadopsi putra dari Khouw Shio, yakni Khouw Tay Hien.[4]

Khouw akhirnya meninggal pada tahun 1831 di Batavia.[5] Putra sulungnya, Khouw Tian Sek, pun menggantikannya sebagai kepala keluarga Khouw, dan kemudian mendapat jabatan kehormatan Letnan-tituler Cina.[1][4] Karena jabatan tersebut hanya merupakan bentuk penghormatan, maka jabatan tersebut tidak memberinya tanggung jawab apapun. Walaupun begitu, jabatan tersebut menandai kenaikan keluarga Khouw ke Tjabang Atas.[3][4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Wright, Arnold; Breakspear, Oliver T. (1909). Twentieth Century Impressions of Netherlands India: Its History, People, Commerce, Industries and Resources (dalam bahasa Inggris). London: Lloyd's Greater Britain Publishing Company. Diakses tanggal 14 February 2022.
  2. ↑ Lohanda, Mona (1996). The Kapitan Cina of Batavia, 1837–1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society. Jakarta: Djambatan. ISBN 9789794282571. Diakses tanggal 14 February 2022.
  3. 1 2 3 4 5 Erkelens, Monique (15 October 2013). The decline of the Chinese Council of Batavia: the loss of prestige and authority of the traditional elite amongst the Chinese community from the end of the nineteenth century until 1942. Leiden: Leiden University. Diakses tanggal 14 February 2022.
  4. 1 2 3 4 5 Haryono, Steve (2017). Perkawinan Strategis: Hubungan Keluarga Antara Opsir-opsir Tionghoa Dan 'Cabang Atas' Di Jawa Pada Abad Ke-19 Dan 20 (dalam bahasa Inggris). Utrecht. ISBN 978-90-90-30249-2. Diakses tanggal 14 February 2022. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. ↑ "Javasche courant". Nagelaten Boedels (dalam bahasa Belanda). Landsdrukkerij. 12 January 1832. Diakses tanggal 14 February 2022.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Keluarga Khouw dari Tamboen

sejarahnya dari tiga orang laki-laki Totok, yakni Khouw Tjoen (meninggal pada tahun 1831), Khouw Shio, dan Khouw Soen, yang bermigrasi sekitar tahun 1769 dari

Khouw Tian Sek

Tuan tanah

Boenjamin Setiawan

pendiri bersama Kalbe Farma

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026