Khora adalah ruang yang memberi tempat bagi keberadaan suatu benda. Istilah khora dalam bidang semiotika ini telah digunakan dalam konsep filsafat oleh Plato untuk menggambarkan wadah atau tempat, ruang, substratum material, atau rongga. Dalam penjelasan Plato, sebuah khora digambarkan sebagai rongga tanpa bentuk, mirip dengan ruang kosong atau hampa, tidak hanya sebagai ruang fisik tetapi juga merupakan ruang dalam alam imaginasi yang muncul dan dapat dirasakan. Khora ini "memberi ruang" untuk kedua bentuk tersebut dan memiliki nuansa keibuan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Khora (Yunani kuno :χώρα) adalah ruang yang memberi tempat bagi keberadaan suatu benda. Istilah khora dalam bidang semiotika ini telah digunakan dalam konsep filsafat oleh Plato untuk menggambarkan wadah atau tempat (triton genos), ruang, substratum material, atau rongga. Dalam penjelasan Plato, sebuah khora digambarkan sebagai rongga tanpa bentuk, mirip dengan ruang kosong atau hampa, tidak hanya sebagai ruang fisik (geometris di mana benda berada) tetapi juga merupakan ruang dalam alam imaginasi yang muncul (dalam bathin dan pikiran) dan dapat dirasakan. Khora ini "memberi ruang" untuk kedua bentuk tersebut dan memiliki nuansa keibuan (mirip seperti sebuah rahim atau matriks).[1]