Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKetahanan asam
Artikel Wikipedia

Ketahanan asam

Ketahanan asam adalah sifat fisik dari sel bakteri dan eukariotik serta beberapa struktur sub-seluler, terkait ketahanannya terhadap dekolorisasi oleh asam selama prosedur pewarnaan di laboratorium. Setelah diwarnai, organisme ini dapat menahan prosedur penghilangan warna berbasis asam dan / atau etanol yang umum di banyak protokol pewarnaan, sehingga dinamakan "tahan asam".

Wikipedia article
Diperbarui 14 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ketahanan asam
Mycobacterium tuberculosis (berwarna merah) pada jaringan makhluk hidup (biru).

Ketahanan asam adalah sifat fisik dari sel bakteri dan eukariotik serta beberapa struktur sub-seluler, terkait ketahanannya terhadap dekolorisasi oleh asam selama prosedur pewarnaan di laboratorium.[1][2] Setelah diwarnai, organisme ini dapat menahan prosedur penghilangan warna berbasis asam dan / atau etanol yang umum di banyak protokol pewarnaan, sehingga dinamakan "tahan asam".[2]

Mekanisme ketahanan asam berbeda-beda menurut spesies, meskipun contoh yang paling terkenal ada di genus Mycobacterium, yang mencakup banyak spesies bakteri penyebab tuberkulosis dan kusta. Mycobacteria bersifat tahan asam karena kandungan asam mikolat yang tinggi pada dinding selnya. Beberapa bakteri mungkin bersifat tahan asam parsial, seperti Nocardia.

Organisme tahan asam sulit untuk diidentifikasi menggunakan teknik analisis mikrobiologi standar, meskipun mereka dapat diwarnai menggunakan pewarna pekat, terutama bila proses pewarnaan dikombinasikan dengan panas. Beberapa, seperti Mycobacteria, dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram, tetapi tidak dapat menyerap kristal violet dengan baik sehingga tampak berwarna ungu muda, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam identifikasi.[3]

Teknik pewarnaan yang paling umum digunakan untuk mengidentifikasi bakteri tahan asam adalah pewarnaan Ziehl-Neelsen, di mana spesies bakteri tahan asam akan berwarna merah cerah dan menonjol dengan jelas dalam latar belakang biru. Metode lainnya adalah metode Kinyoun, di mana bakteri diwarnai dengan warna merah cerah dan mencolok dengan warna latar hijau. Mikobakteri tahan asam juga dapat divisualisasikan dengan mikroskop fluoresensi menggunakan pewarna fluoresen tertentu (pewarnaan auramin-rhodamin, misalnya).[4]

Referensi

  1. ↑ Madison B (2001). "Application of stains in clinical microbiology". Biotech Histochem. 76 (3): 119–25. doi:10.1080/714028138. PMID 11475314.
  2. 1 2 Ryan KJ; Ray CG (editors) (2004). Sherris Medical Microbiology (Edisi 4th). McGraw Hill. ISBN 0-8385-8529-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ↑ Reynolds, Jackie; Moyes, Rita B.; Breakwell, Donald P. (November 2009). "Differential staining of bacteria: acid fast stain". Current Protocols in Microbiology. Appendix 3: Appendix 3H. doi:10.1002/9780471729259.mca03hs15. ISSN 1934-8533. PMID 19885935.
  4. ↑ Abe C (2003). "[Standardization of laboratory tests for tuberculosis and their proficiency testing]". Kekkaku. 78 (8): 541–51. PMID 14509226.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Asam asetat

senyawa kimia

Mycobacterium tuberculosis

adanya asam mikolat. Pelapisan ini memengaruhi pewarnaan Gram, sehingga M. tuberculosis dikategorikan Gram positif lemah. Uji ketahanan asam seperti

Minyak asam

asam atau Saus Vinaigrette (dalam bahasa prancis disebut sebagai vinaigrette) adalah cairan pendamping dibuat dengan mencampurkan minyak dengan asam ringan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026