Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kerajaan Samprangan

Kerajaan Samprangan adalah nama resmi Kerajaan Bali saat masih beribukota di Samprangan dan berlaku sejak 4 Oktober 1352 Masehi hingga sekitar tahun 1384. Pendirian kerajaan ini terjadi sembilan tahun setelah ekspedisi militer Majapahit pada tahun 1343, dibawah kepemimpinan Gajah Mada, Majapahit mampu menaklukkan Kerajaan Bedahulu yang saat itu diperintah oleh Sri Astasura Ratna Bumi Banten dan berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya di Bali secara total, termasuk meredam berbagai pemberontakan bangsawan Bali Aga yang berlangsung selama tahun 1345 hingga 1347. Setelah situasi Bali stabil, Majapahit mengirim seorang bangsawan berdarah brahmana bernama Sri Aji Kresna Kepakisan untuk memerintah Bali sebagai wakil kerajaan pusat. Ia kemudian mendirikan pusat kekuasaan baru di wilayah Samplangan, yang menjadi cikal bakal pendiri Kerajaan Bali-Samprangan dan Wangsa Kepakisan.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kerajaan Samprangan
Kerajaan Samprangan

Keratuan Samprangan
1352–1384
Lokasi Samprangan
Ibu kotaLinggarsapura (Samprangan)
Bahasa yang umum digunakanBahasa Bali, Bahasa Kawi
Agama
Hindu - Buddha
PemerintahanMonarki Hindu
• Pendiri Kerajaan dan Dinasti
Sri Aji Kresna Kepakisan
• Raja Kedua dan Terakhir
Dalem Samprangan
• Penguasa Samprangan
Dalem Tegal Besung
Era SejarahAbad Pertengahan
• Sri Aji Kresna Kepakisan ditunjuk sebagai Penguasa Bali dan mendirikan Kerajaan Samprangan
1352
• Ketidakpuasan para pejabat kerajaan terhadap Dalem Samprangan dan memindahkan ibukota ke Gelgel
1384
Didahului oleh
Digantikan oleh
krjKerajaan
Bedahulu
krjKerajaan
Gelgel
Sekarang bagian dari Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kerajaan Samprangan adalah nama resmi Kerajaan Bali saat masih beribukota di Samprangan (kini di Kabupaten Gianyar) dan berlaku sejak 4 Oktober 1352 Masehi hingga sekitar tahun 1384. Pendirian kerajaan ini terjadi sembilan tahun setelah ekspedisi militer Majapahit pada tahun 1343, dibawah kepemimpinan Gajah Mada, Majapahit mampu menaklukkan Kerajaan Bedahulu yang saat itu diperintah oleh Sri Astasura Ratna Bumi Banten dan berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya di Bali secara total, termasuk meredam berbagai pemberontakan bangsawan Bali Aga yang berlangsung selama tahun 1345 hingga 1347. Setelah situasi Bali stabil, Majapahit mengirim seorang bangsawan berdarah brahmana bernama Sri Aji Kresna Kepakisan untuk memerintah Bali sebagai wakil kerajaan pusat. Ia kemudian mendirikan pusat kekuasaan baru di wilayah Samplangan, yang menjadi cikal bakal pendiri Kerajaan Bali-Samprangan dan Wangsa Kepakisan.[1]

Pendirian

Setelah Majapahit berhasil mengalahkan Bedahulu Bali pada 1343 terjadi kekacauan politik di pulau Bali yang mengakibatkan serangkaian pemberontakan oleh para bangsawan Bali Aga seperti Ki Tokawa, Ki Pasung Giri dan Ida Dalem Makambika selama 1345 sampai 1347. Majapahit melalui pasukan ekspedisi yang dikomandani oleh Raden Cakradhara, Arya Damar, Arya Gajah Para, Arya Getas, Ki Tan Kawur, Ki Tan Kober, Ki Tan Mundur berhasil menumpas para pemberontak kendati demikian masih terjadi kekosongan kekuasaan di Bali

Beberapa bangsawan dari keturunan Bali Aga yang diketuai I Gusti Agung Pasek Gelgel lalu menghadap ke Majapahit untuk meminta seorang penguasa di Bali untuk membawa ketentraman dan ketertiban.[2] Pada hari purnama bulan kartika tahun saka 1274 (4 Oktober 1353) Majapahit mengangkat Sri Aji Kresna Kepakisan putra bungsu dari seorang pendeta istana Majapahit yang juga guru dari Gajah Mada bernama Mpu Wang Bang Kepakisan dari Daha, untuk menjadi penguasa serta wakil Kerajaan Majapahit di Bali.[1]

Menurut sumber Bali, Ia berlabuh di tepi pantai Alas Rangkan (Pantai Lebih, Gianyar), Bali dan segera menuju ke utara dan memilih desa Samprangan sebagai letak istananya, kemudian ia mendeklarasikan kerajaannya yang bernama Kerajaan Samprangan dan ibukotanya bernama Linggarsapura.[2]

Akhir

Kerajaan ini berakhir pada tahun 1384 Masehi ketika muncul ketidakpuasan petinggi-petinggi kerajaan. Ketidakpuasan ini berasal ketika kerajaan dipimpin oleh raja Sri Agra Samprangan, beliau dianggap kurang cakap dalam memerintah kerajaan dan suka menunda urusan kenegaraan. Petinggi kerajaan yang diketuai Kyai Gusti Klapodyana seorang Anglurah dari Gelgel kemudian meminta adik Agra Samprangan, yaitu Dewa Tarukan untuk menggantikannya tetapi menolak dengan alasan ingin menjadi seorang pendeta lalu beliau meminta adik Sri Agra Samprangan yang paling bungsu I Dewa Ketut Ngelesir untuk menjadi raja. Awalnya I Dewa Ketut Ngelesir menolak, namun ketika dipaksa oleh Anglurah dari Gelgel yang bernama Kyai Klapodyana akhirnya ia setuju. Permintaan ini berlangsung ketika I Dewa Ketut sedang berada di desa Pandak (Kab. Tabanan sekarang).[1]

Disana ia bertemu dengan I Dewa Ketut Ngelesir dan meyakinkan sang pangeran bahwa ia tidak sedang mengadu domba Ketut Ngelesir dengan kakaknya, bahkan bersedia menyerahkan kediamannya untuk diperbesar dan dijadikan istana, serta membiarkan Sri Agra Samprangan untuk tetap memerintah di Samplangan. Permintaan-permintaan ini akhirnya membuat Ketut Ngelesir setuju dengan permintaan Kyai Klapodyana.[1]

Pusat kerajaan dipindah dari Samplangan ke daerah Gelgel yang membuat kerajaan ini berubah nama menjadi kerajaan baru, kerajaan Gelgel. Pemindahan kekuasaan berlangsung tanpa adanya perang ataupun kudeta.[1]

Daftar Nama Raja

Berikut daftar nama penguasa yang memerintah di Samprangan:

  • Sri Aji Kresna Kepakisan, (4 Oktober 1352 - 1380), [Pendiri Kerajaan Bali Majapahit dan Wangsa Kepakisan]
  • Sri Aji Agra Samprangan Kepakisan, (1380 - 1384), [Anak sulung Sri Aji Kresna Kepakisan]

Ibukota dipindahkan ke Gelgel dan Samprangan diturunkan statusnya menjadi sebuah desa

  • I Dewa Tegal Besung, (1384 - ), [Adik Dalem Agra Samprangan kemudian berpindah ke Gelgel menjadi Wali Raja Sri Smara Kepakisan dan Dalem Waturenggong]

Lihat juga

  • Daftar kerajaan di Bali
  • Daftar raja Bali

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Munandar, Dr. Agus Aris; Utomo, Bambang Budi (2012). Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. hlm. 259–260. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Pamungkas, M. Fazil (2019-07-06). "Upaya Memajapahitkan Bali". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-06-15.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendirian
  2. Akhir
  3. Daftar Nama Raja
  4. Lihat juga
  5. Referensi

Artikel Terkait

Dalem Samprangan

Raja Bali dari Wangsa Kepakisan

Kerajaan Gelgel

Kerajaan di Bali

Daftar kerajaan di Bali

Kerajaan Bali Samprangan, Kerajaan Bali yang dipimpin Dinasti Kepakisan dan beribukota di Samprangan (Linggarsapura) Kerajaan Bali Gelgel, Kerajaan Bali

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026