Kerajaan Islam di Indonesia umumnya terbentuk pada kota-kota pelabuhan di kawasan pesisir yang menjadi pusat perdagangan. Wilayah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya dikelilingi oleh sungai-sungai dan laut karena wilayah Indonesia berbentuk kepulauan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kerajaan Islam di Indonesia umumnya terbentuk pada kota-kota pelabuhan di kawasan pesisir yang menjadi pusat perdagangan. Wilayah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya dikelilingi oleh sungai-sungai dan laut karena wilayah Indonesia berbentuk kepulauan.
Sebelum kerajaan Islam didirikan di wilayah Indonesia, kekuasaan atas wilayah Indonesia terbagi-bagi oleh kerajaan-kerajaan yang menganut ajaran agama Hindu dan agama Buddha.[1] Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya terbentuk pada kota-kota pelabuhan di kawasan pesisir yang menjadi pusat perdagangan. Para pedagang muslim dari luar wilayah Indonesia berdagang pada kota-kota pelabuhan yang ada di Indonesia sambil memperkenalkan tentang Islam kepada para pedagang lain atau kepada penduduk setempat.[2]
Pengenalan tentang Islam oleh para pedagang muslim membuat banyak pemimpin kota pelabuhan yang menjadi muslim. Rakyat setempat yang dipimpin oleh pemimpin kota pelabuhan juga menjadi muslim serta membentuk perkampungan muslim. Perkampungan muslim yang berkembang akhirnya membentuk kota-kota yang berkembang menjadi kerajaan Islam.[3]
Pembentukan kerajaan-kerajaan Islam pada daerah-daerah di wilayah Indonesia terjadi pada waktu yang berbeda-beda.[4] Dalam laporan pelayaran dari seorang penjelajah Portugis bernama Tome Pires selama tahun 1512 hingga 1515 M, disebutkan bahwa hampir seluruh wilayah pesisir utara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra sudah terdapat kerajaan Islam. Sementara itu, beberapa daerah di pedalaman Pulau Jawa dan Pulau Sumatera belum menganut Islam.[5]
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya berbentuk kerajaan maritim. Wilayah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya dikelilingi oleh sungai-sungai dan laut karena wilayah Indonesia berbentuk kepulauan.[6]
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia umumnya mengadakan kegiatan ekonomi berupa perdagangan dengan pelayaran. Kegiatan perdagangan umumnya diadakan pada kota-kota yang terletak di pelabuhan yang menerapkan kebijakan perpajakan untuk kegiatan perdagangan. Sumber pendapatan untuk kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia yang mengadakan perdagangan umumnya berasal dari keuntungan perdagangan antarkerjaan dan perdagangan di luar kerajaan. Kegiatan perdagangan menjadi sumber pendapatan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia selama masa perdagangan produk unggulan dari wilayah Nusantara seperti rempah-rempah. Para pedagang yang berdagang ke kerajaan-kerajaan Islam di wilayah Indonesia umumnya adalah saudagar atau perusahaan perdagangan yang berasal dari Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, dan India.[6]