Kerajaan Damot adalah kerajaan abad pertengahan di wilayah Etiopia modern, yang diperintah oleh orang-orang Welayta atau Sidama. Kerajaan ini terletak di bawah Sungai Nil Biru. Kerajaan Damot merupakan negeri yang kuat pada masanya dengan memaksa Kesultanan Showa untuk membayar upeti. Negeri ini juga berhasil melumpuhkan tentara dinasti Zagwe yang dikirim untuk merebut wilayahnya. Kerajaan Damot menaklukkan beberapa daerah berpenduduk Muslim dan Nasrani. Negara Muslim Showa dan negara Kristen pimpinan Yekuno Amlak membentuk aliansi untuk melawan pengaruh Damot di kawasan tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kerajaan Damot | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1100–1317 | |||||||||||||
Kerajaan Damot dan negeri-negeri di sekitarnya | |||||||||||||
| Ibu kota | Damot | ||||||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Sidama??, Wolayta?? | ||||||||||||
| Agama | Pagan | ||||||||||||
| Pemerintahan | Monarki | ||||||||||||
| Motalami | |||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||
• Didirikan | 1100 | ||||||||||||
• Dibubarkan | 1317 | ||||||||||||
| |||||||||||||
Kerajaan Damot (bahasa Amharik: ዳሞት) adalah kerajaan abad pertengahan di wilayah Etiopia modern, yang diperintah oleh orang-orang Welayta atau Sidama.[1][2] Kerajaan ini terletak di bawah Sungai Nil Biru. Kerajaan Damot merupakan negeri yang kuat pada masanya dengan memaksa Kesultanan Showa (juga disebut Syewa) untuk membayar upeti. Negeri ini juga berhasil melumpuhkan tentara dinasti Zagwe yang dikirim untuk merebut wilayahnya. Kerajaan Damot menaklukkan beberapa daerah berpenduduk Muslim dan Nasrani.[3] Negara Muslim Showa dan negara Kristen pimpinan Yekuno Amlak membentuk aliansi untuk melawan pengaruh Damot di kawasan tersebut.[4]
Sejarah Damot sebagai negara independen berakhir setelah ditaklukkan oleh Kaisar Amda Seyon pada abad keempat belas dan berada di bawah pengaruh Dinasti Solomon setelah itu.[5]