Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kerajaan Besut Darul Iman

Kerajaan Besut Darul Iman adalah sebuah Kerajaan Melayu bersejarah yang terletak di pantai timur laut Semenanjung Melayu, cikal bakal Distrik Besut saat ini dan sebagian besar Setiu, Terengganu. Sebagai sebuah kerajaan kecil di Terengganu, negara ini didirikan pada tahun 1780 setelah penobatan seorang pangeran Terengganu, Tengku Kadir sebagai Raja Palembang Besut. Wangsa Palembang, sebuah cabang dari bangsawan Terengganu, terus memerintah wilayah tersebut sebelum disatukan dengan Terengganu pada tahun 1899.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kerajaan Besut Darul Iman[1] (Melayu: Kerajaan Besut Darul Imancode: ms is deprecated ; Jawi:كراجأن بسوت دارالايمان) adalah sebuah Kerajaan Melayu bersejarah yang terletak di pantai timur laut Semenanjung Melayu, cikal bakal Distrik Besut saat ini dan sebagian besar Setiu, Terengganu. Sebagai sebuah kerajaan kecil di Terengganu, negara ini didirikan pada tahun 1780 setelah penobatan seorang pangeran Terengganu, Tengku Kadir sebagai Raja Palembang Besut. Wangsa Palembang, sebuah cabang dari bangsawan Terengganu, terus memerintah wilayah tersebut sebelum disatukan dengan Terengganu pada tahun 1899.

Sejarah

Bahasa Belanda

kapal-kapal selama jatuhnya Palembang pada tahun 1850-an. Permukiman di Kota Palembang dinamai sesuai dengan kota Palembang di Sumatra, sesuai dengan tempat asal banyak pionir awal.

Asal Usul

Berdasarkan narasi dari Kisah Pelayaran Abdullah ke Kelantan dan Tuhfat al-Nafis, Besut didirikan oleh sekelompok peziarah dari Kerajaan Pattani dan Sumatra yang dipimpin oleh Che Latif, seorang kepala suku Palembang. Saat tiba, mereka disambut oleh sekelompok masyarakat adat Orang Asli yang telah menetap di daerah tersebut. Untuk menyelesaikan masalah ini, Che Latif bernegosiasi untuk program relokasi bagi penduduk asli, ia menawarkan peralatan memancing kepada masyarakat sebagai kompensasi atas pemindahan mereka. Suku Orang Asli setuju untuk melepaskan hak mereka atas wilayah tersebut dan berangkat ke Hulu Besut di mana mereka mendirikan pemukiman baru di pedalaman.[2]

Setelah kepergian Suku Orang Asli, Che Latiff dan para peziarah kemudian membangun pemukiman di sekitar tepi sungai Besut. Tanah di sana cocok untuk budidaya padi yang digunakan para pemukim untuk pertanian. Para peziarah juga membangun dermaga untuk terlibat dalam jaringan perdagangan regional. Permukiman itu diberi nama Palembang, diambil dari tempat asal mereka.[3][4]

Setelah kematian Che Latif, pemerintahan lokal kemudian dilanjutkan oleh putranya, Che Kamat. Pada masanya, Besut sangat dilanda aktivitas bajak laut yang berasal dari pulau-pulau terdekat. Diyakini bahwa para perampok dipimpin oleh Panglima Ebeh dan Panglima Garang. Kepala desa setempat kemudian memutuskan untuk meminta bantuan dari Kesultanan Terengganu untuk memerangi para bandit laut. Permintaan tersebut dikabulkan oleh Mansur I dari Terengganu, dengan pasukan dimobilisasi ke wilayah tersebut yang dipimpin oleh Tengku Kadir, seorang pangeran Terengganu.

Kampanye tersebut terbukti berhasil dengan hampir sepenuhnya memberantas aktivitas perompakan. Para bandit terpaksa mundur ke Pulau Perhentian setelah kekalahan mereka. Sebagai hadiah atas keberhasilan melumpuhkan perdagangan perompakan, Tengku Kadir kemudian dianugerahi mahkota Besut, dengan gelar Raja Palembang (Besut), sementara Che Kamat kemudian terpilih sebagai Orang Besar, seorang penguasa lokal dengan kekuasaan administratif di Pulau Rhu.

Setelah berdirinya kerajaan, Raja kemudian memerintahkan pembangunan benteng-benteng di sepanjang Sungai Besut, dekat Kota Palembang. Ia kemudian memindahkan ibu kota ke Kampong Raja. Pemerintahannya menyaksikan periode relatif tenang dan stabil di wilayah tersebut.

Pemberontakan Besut

Tengku Ali naik tahta sebagai Raja Palembang kedua setelah kematian Tengku Kadir pada tahun 1835. Pemerintahan Tengku Ali menyaksikan meningkatnya intervensi berkaitan dengan pemerintahan Besut dalam negeri dari pemerintah pusat Terengganuan. Pada tanggal 22 November 1876, Raja Palembang kedua melancarkan pemberontakan kemerdekaan melawan kekuasaan Terengganu. Konflik bersenjata yang dikenal dengan Perang Besut.[5][6]

Pemberontakan dimulai pada masa Tengku Ali pada saat Tengku Ahmad dilantik sebagai Yang Dipertuan Muda Terengganu. Menyusul ketidakhadiran yang aneh tersebut, Sultan Terengganu, Sultan Omar kemudian mengerahkan pasukan bersenjatanya ke Besut. Setibanya di sana, mereka disambut oleh gerakan perlawanan Besut yang dipimpin oleh Tengku Ali, yang didukung oleh kumpulan milisi Kelantan yang siap melancarkan serangan.

Sultan Omar kemudian mengajukan surat keberatannya kepada Raja Siam dan Gubernur Singgora, ia juga memperingatkan pemerintah Kelantan untuk tidak ikut campur dalam wilayah kekuasaannya. Ia kemudian melancarkan pasukan berjumlah 8.000 orang yang dipimpin oleh Jenderal Panglima Besar Orang Kaya Megat Seri Mahkota Raja (Wan Ab. Rahman bin Ali) ke Besut. Jenderal dibantu oleh Tengku Yusof Panglima Kedai Payang, Tengku Long bin Mustaffa (Tengku Long Pendekar) dan Tengku Nik, sedangkan komandannya terdiri dari Encik Musa, Datuk Bandar Jaafar, Tok Kaya Mahkota Haji Abdul Rahman dan Tun Setia Wan Ismail Kampung Gedung.[5][6]

Pengendalian taktis direncanakan oleh Engku Saiyed Seri Perdana (Engku Saiyed Zain bin Muhammad), yang memegang posisi setara dengan perdana menteri Terengganu. Dia menyusun rencana untuk pemboman meriam yang diluncurkan ke pantai. Pertempuran tersebut berhasil yang menyebabkan mundurnya Tengku Ali ke utara menuju Kelantan dimana ia tinggal dalam pengasingan di negara tersebut sampai kematiannya. Setelah pemberontakan, Besut kemudian diperintah oleh Tengku Ngah, yang ditunjuk oleh Sultan Terengganu.[3][5]

Referensi

  1. ↑ World of Royalty 2017
  2. ↑ Pulau Perhentian 2017
  3. 1 2 Kuala Terengganu Post 2017
  4. ↑ Syazwan Safwan 2010
  5. 1 2 3 Arung 2012
  6. 1 2 Ganupedia 2017

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Asal Usul
  3. Pemberontakan Besut
  4. Referensi

Artikel Terkait

Terengganu

negara bagian di Malaysia

Persaudaraan Setia Hati

Betawen I Betawen II Cimande I Cimande II Cikalong (Slewah) Ciampea I (Besutan) Ciampea II (Krawelan) Tanah Baru I Tanah Baru II. Permainan Tionghoa Monyetan

Kuala Terengganu

kota di Malaysia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026