Kepulauan Botang Lomang adalah nama salah satu pulau dan juga kecamatan yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara, Indonesia, dan ibukota kecamatan terletak di desa Bajo. Kecamatan ini memiliki luas 55,81 km² dan penduduk pada tahun 2020 berjumlah 7.605 jiwa. Pulau ini mempunyai titik koordinat 0.647150°S 127.365532°E.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kepulauan Botang Lomang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Maluku Utara | ||||
| Kabupaten | Halmahera Selatan | ||||
| Populasi (2020[1]) | |||||
| • Total | 7.605 jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 82.04.18 | ||||
| Kode BPS | 8204034 | ||||
| Luas | 55,81 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 8 desa | ||||
| |||||
Kepulauan Botang Lomang adalah nama salah satu pulau dan juga kecamatan yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara, Indonesia, dan ibukota kecamatan terletak di desa Bajo. Kecamatan ini memiliki luas 55,81 km² dan penduduk pada tahun 2020 berjumlah 7.605 jiwa.[1] Pulau ini mempunyai titik koordinat 0°38′50″S 127°21′56″E / 0.647150°S 127.365532°E / -0.647150; 127.365532.
Kabupaten Halmahera Selatan berakar dari empat kesultanan yang membentuk sebuah kebudayaan yang dikenal dengan nama Maloku Kie Raha. Keempat kesultanan tersebut ialah Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.[2] Keempat kesultanan tersebut berdasarkan hikayat merupakan saudara kandung, dan secara keseluruhan dibedakan kedalam 3 wilayah kultural yakni:[2]
Pembagian wilayah budaya ini tidak menunjukkan suatu perbedaan prinsipal tetapi bersifat gradual, dilihat dari ciri adat istadatnya. Sedangkan untuk suku-suku yang ada di halmahera selatan ada beberapa suku yang terdiri dari Suku Bacan, Tobelo Galela, Makian Kayoa, Buton, Bajo, dan ada juga suku pendatang lainnya dari Gorontalo, Jawa, dan beberapa daerah lainnnya di Indonesia.[2]
Sementara dalam bidang keagamaan, Badan Pusat Statistik kabupaten Halmahera Selatan tahun 2020 mencatat keberadaan penduduk berdasarkan agama. Kepercayaan atau agama yang dianut warga di kecamatan ini ialah Islam 99,99% dan Kristen 0,01%.[1]