Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kepudang-sungu belang

Kepudang-sungu belang adalah spesies burung pengicau endemik Indonesia yang termasuk dalam famili Campephagidae.

spesies burung
Diperbarui 16 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kepudang-sungu belang
Kepudang-sungu belang
Status konservasi

Hampir Terancam  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Campephagidae
Genus:
Coracina
Spesies:
C. bicolor
Nama binomial
Coracina bicolor
Temminck, 1824
Artikel takson sembarang

Kepudang-sungu belang (nama ilmiah: Coracina bicolor ; bahasa Inggris: Pied Cuckoo-shrike) adalah spesies burung pengicau endemik Indonesia yang termasuk dalam famili Campephagidae.[2]

Morfologi

Kepudang-sungu belang jantan dewasa memiliki dua warna utama pada bulunya. Bagian atas tubuhnya berwarna hitam mengilap, sedangkan bagian bawahnya putih dengan pola garis yang menjalar hingga sekitar telinga.[3] Warna ekor burung ini gelap, kontras dengan tubuh bagian bawahnya. Paruh kepudang sungu-belang tebal dan mencolok.[4]

Kepudang-sungu belang betina dewasa dicirikan matanya yang gelap dengan warna abu-abu pada tubuh bagian atas dan lehernya. Sementara itu, Kepudang-sungu belang remaja memiliki warna yang lebih cokelat dengan tepi bulu putih.[4]

Distribusi dan habitat

Kepudang-sungu belang merupakan burung langka dengan persebaran yang terbatas. Spesies ini dapat ditemukan di pulau Sulawesi dan pulau-pulau lain di sekitarnya seperti Bangka, Buton, Mantehage, Muna, Togian, dan Kepulauan Sangihe-Talaud, Indonesia.[5] Di Sulawesi, spesies ini tergolong jarang dan memiliki sebaran yang tidak merata, dengan populasi yang lebih umum di wilayah utara, tetapi tidak ditemukan di sebagian besar wilayah tengah dan timur. Di Kabaena, satu individu kepudang-sungu belang ditemukan di kawasan perkebunan kelapa.[6]

Kepudang-sungu belang termasuk jenis burung non-migran yang ditemukan menghuni hutan dataran rendah maupun hutan perbukitan dengan sebaran hingga 900 meter.[2] Jenis burung ini juga sempat dijumpai pada semak-semak sekunder.[5]

Jenis burung ini diperkirakan mulai bereproduksi pada usia sekitar 4,2 tahun yang menjadi acuan dalam evaluasi populasi.[2]

Perilaku

Jenis burung ini dapat ditemukan hidup sendiri maupun berpasangan. Kicauan burung ini bernada "chew-chew-chew-chew” yang bergema disertai dengan nada serak yang lebih tenang.[4] Burung ini ditemukan pernah memakan buah.[7]

Status konservasi

Burung kepudang-sungu belang tercatat dalam basis data Uni Internasional untuk Konservasi Alam sebagai spesies yang mendekati terancam (near threatened). Tren populasi jenis burung ini juga dicatat menurun. Jenis burung ini memiliki ketergantungan pada hutan, sehingga degradasi habitat tersebut yang dipicu oleh aktivitas pertanian dan industri kehutanan berdampak pada penurunan populasinya.[2][5]

Belum terdapat tindakan konservasi yang secara khusus ditujukan untuk spesies ini. Namun, keberadaannya telah tercatat di sejumlah kawasan yang memiliki status perlindungan.[2]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2017). "Coracina bicolor". 2017 e.T22706508A118703579. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T22706508A118703579.en. ;
  2. 1 2 3 4 5 IUCN (2022-12-13). "Coracina bicolor: BirdLife International: The IUCN Red List of Threatened Species 2023: e.T22706508A225179312" (dalam bahasa Inggris). doi:10.2305/iucn.uk.2023-1.rlts.t22706508a225179312.en. accessed on 07 november 2025. ;
  3. ↑ Ripley, S. Dillon (1941-07). "Notes on the Genus Coracina". The Auk. 58 (3): 381–395. doi:10.2307/4078957. ISSN 0004-8038.
  4. 1 2 3 "Kepudang-sungu belang - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-07. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. 1 2 3 Teguh, Herman (2017-01-01). "Burung-Burung Bersebaran Terbatas di Kepulauan Sangihe-Talaud - Taksonomi, Populasi, dan Keterancamannya". Burung-Burung Bersebaran Terbatas di Kepulauan Sangihe-Talaud.
  6. ↑ O'Connel, Darren (2017). "The avifauna of Kabaena Island, south-east Sulawesi, Indonesia" (PDF). Forktail.
  7. ↑ Walker, Jonathan S. (2007). "Dietary specialization and fruit availability among frugivorous birds on Sulawesi". Ibis (dalam bahasa Inggris). 149 (2): 345–356. doi:10.1111/j.1474-919X.2006.00637.x. ISSN 1474-919X.
Pengidentifikasi takson
Coracina bicolor
  • Wikidata: Q1300927
  • Wikispecies: Coracina bicolor
  • ADW: Coracina_bicolor
  • Avibase: 70E9B911E66C9213
  • BirdLife: 22706508
  • BOW: piecus1
  • CoL: 5ZZQZ
  • eBird: piecus1
  • GBIF: 2486769
  • iNaturalist: 7993
  • IRMNG: 11424533
  • ITIS: 559438
  • IUCN: 22706508
  • NCBI: 424852
  • Observation.org: 75566
  • Open Tree of Life: 258834
  • Xeno-canto: Coracina-bicolor

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Morfologi
  2. Distribusi dan habitat
  3. Perilaku
  4. Status konservasi
  5. Referensi

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026