Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kepemimpinan menurut Islam

Kepemimpinan menurut Islam termuat konsepnya di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Asas kepemimpinan dalam Islam dilandasi oleh tujuan manusia diciptakan yaitu untuk menyembah dan mengabdi hanya kepada Allah saja. Dalam ajaran Islam, setiap manusia merupakan pemimpin sehingga setiap manusia juga mengemban suatu kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan untuk seluruh umat Islam disebut imamah dan pemimpinnya disebut imam. Salah satu kekhawatiran yang timbul dalam Islam mengenai kepemimpinan ialah penunjukan anak-anak sebagai pemimpin.

Wikipedia article
Diperbarui 8 November 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kepemimpinan menurut Islam termuat konsepnya di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Asas kepemimpinan dalam Islam dilandasi oleh tujuan manusia diciptakan yaitu untuk menyembah dan mengabdi hanya kepada Allah saja. Dalam ajaran Islam, setiap manusia merupakan pemimpin sehingga setiap manusia juga mengemban suatu kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan untuk seluruh umat Islam disebut imamah dan pemimpinnya disebut imam. Salah satu kekhawatiran yang timbul dalam Islam mengenai kepemimpinan ialah penunjukan anak-anak sebagai pemimpin.

Konsep

Al-Qur'an dan hadis merupakan dua sumber hukum Islam yang mengajarkan mengenai konsep kepemimpinan. Keduanya memuat nilai-nilai yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin.[1] Di dalam Al-Qur'an, terdapat beberapa ayat yang memberikan konsep mengenai kepemimpinan.[2]

Allah meninggikan derajat orang-orang tertentu

Dalam Surah Al-An’am ayat 165, Allah menyatakan bahwa diri-Nya yang telah menjadikan manusia sebagai penguasa-penguasa di Bumi. Kelanjutan ayat ini menyatakan bahwa Allah juga meninggikan derajat sebagian manusia atas derajat sebagian manusia lainnya. Tujuannya untuk menguji manusia atas pemberian Allah.[2]

Mewujudkan semua kehendak Allah

Dalam Surah An-Nisa' ayat 59 dijelaskan bahwa kepemimpinan merupakan bagian dari mewujudkan semua kehendak Allah. Ayat ini menyatakan perintah untuk menaati Allah, rasul utusan-Nya dan ulil amri. Jika ada perbedaan pendapat di antara manusia, maka selesaikanlah perbedaan tersebut berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Penyelesaian ini untuk membuktikan keimanan kepada Allah dan akhirat.[3]

Asas

Dalam ajaran Islam, manusia diciptakan hanyalah untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah. Seorang manusia yang terpilih sebagai pemimpin harus mengikuti asas yang bersifat ilahi sebagai bentuk penyembahan dan pengabdian kepada Allah. Asas kepemimpinannya meliputi pertanggung-jawaban kewenangan kepada Allah, amanah untuk memakmurkan Bumi, keimanan dan ketakwaan, musyawarah dan keadilan.[4]

Amanah

Amanah kepemimpinan dalam Islam diberikan kepada orang yang mampu memperbaiki kualitas hidup umat Islam dari segi keimanan, ketakwaan dan pelaksanaan syariat Islam. Perbaikan ini ditujukan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Amanah kepemimpinan untuk umat Islam disebut sebagai imamah. Sedangkan orang yang menerima amanah kepemimpinan bagi umat Islam disebut sebagai imam.[5]

Kepemimpinan di dalam ajaran Islam merupakan kewajiban atas setiap muslim.[6] Dalam sebuah hadis muttafaq alaih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Muhammad menyatakan bahwa setiap manusia merupakan pemimpin dan setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya.[7] Amanah kepemimpinan kepada pemimpin dinilai sangat penting dalam ajaran Islam. Karena pertanggung jawabannya dilakukan di akhirat.[8]

Keteladanan

Praktik kepemimpinan telah dicontohkan oleh Muhammad sebagai pemimpin umat Islam. Muhammad telah memberikan keteladanan bagi para pengikutnya melalu karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh dirinya. Beberapa di antaranya yaitu jujur, tepercaya, pemberdaya dan cerdas.[9]

Kekhawatiran

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muhammad menyebutkan enam kekhawatiran sebagai bentuk keprihatinan terhadap umat Islam. Kekhawatian pertama yang disebutkan oleh Muhammad ialah menjadikan anak-anak sebagai pemimpin umat Islam.[10] Kekhawatiran ini muncul karena pertimbangan umur dan sifat kekanak-kanakan yang terdapat pada diri anak-anak.[11]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Diana 2021, hlm. 69-70.
  2. 1 2 Akbar 2018, hlm. 19.
  3. ↑ Rahim 2017, hlm. 6-7.
  4. ↑ Akbar 2018, hlm. 18.
  5. ↑ Akbar 2018, hlm. 15.
  6. ↑ Rahim 2019, hlm. 9.
  7. ↑ Akbar 2018, hlm. 20.
  8. ↑ Diana 2021, hlm. 72.
  9. ↑ Diana 2021, hlm. 70.
  10. ↑ Yani 2008, hlm. 367-368.
  11. ↑ Yani 2008, hlm. 367.

Daftar pustaka

  • Akbar, Nadzmi (Agustus 2018). Suryagiri (ed.). Kepemimpinan Islam: Kepemimpinan yang Membimbing (PDF). Banjarmasin: Antasari Press. ISBN 978-623-6268-24-7. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Diana, Ilfi Nur (Maret 2021). Solikin, Nur (ed.). Kepemimpinan Islami (PDF). Malang: UIN-Maliki Press. ISBN 978-623-232-736-8. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Rahim, Abd. Rahman (2017). Manajemen Kepemimpinan Islam (PDF). Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar. ISBN 978-602-8187-61-9. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Yani, Ahmad (2008). Wibowo, Hari (ed.). 160 Materi Dakwah Pilihan. Jakarta: Al-Qalam. ISBN 979-98649-4-1. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Konsep
  2. Allah meninggikan derajat orang-orang tertentu
  3. Mewujudkan semua kehendak Allah
  4. Asas
  5. Amanah
  6. Keteladanan
  7. Kekhawatiran
  8. Referensi
  9. Catatan kaki
  10. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Islam

agama Abrahamik monoteistik

Sarekat Islam

partai politik di Indonesia

Syiah

denominasi Islam

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026