Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kepel

Tumbuhan kepel atau burahol adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari para putri keraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Nama lain kepel antara lain kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak.

Tumbuhan dalam keluarga Annonaceae
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kepel
Untuk kegunaan lain, lihat Kepel (disambiguasi).

Kepel
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Magnoliidae
Ordo: Magnoliales
Famili: Annonaceae
Genus: Stelechocarpus
Spesies:
S. burahol
Nama binomial
Stelechocarpus burahol
Hook.f. dan Thomson

Tumbuhan kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol) adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.[1][2] Buah kepel digemari para putri keraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Nama lain kepel antara lain kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak.

Pemerian

Pohon tegak, tidak merontokkan daun secara serentak, tingginya mencapai 25m. Tajuknya teratur berbentuk kubah meruncing ke atas (seperti cemara) dengan percabangan mendatar atau agak mendatar. Diameter batang utamanya mencapai 40 cm, berwarna coklat-kelabu tua sampai hitam, yang secara khas tertutup oleh banyak benjolan yang besar-besar. Daunnya berbentuk lonjong-jorong sampai bundar-telur atau bentuk lanset, berukuran (12-27)cm × (5-9)cm, berwarna hijau gelap, tidak berbulu, merontal tipis; panjang tangkai daunnya mencapai 1,5 cm. Bunganya berkelamin tunggal, mula-mula berwarna hijau kemudian berubah menjadi keputih-putihan, muncul pada tonjolan-tonjolan di batang; bunga jantannya terletak di batang sebelah atas dan di cabang-cabang yang lebih tua, berkumpul sebanyak 8-16 kuntum, diameternya mencapai 1 cm; bunga betinanya hanya berada di pangkal batang, diameternya mencapai 3 cm. Buahnya dengan 1-13 lembar daun buah bertipe mirip buah buni (berrylike ripe carpels), panjang tangkai buahnya mencapai 8 cm; daun buah yang matang hampir bulat bentuknya, berwarna kecoklat-coklatan, diameternya 5–6 cm, perikarpnya berwarna coklat, berisi sari buah, dapat dimakan. Bijinya berbentuk menjorong, berjumlah 4-6 butir, panjangnya sekitar 3 cm, berat segar 62-105g, serta bagian yang dapat dimakan sebanyak 49% dan bijinya 27% dari berat buah segar.

Manfaat

Buahnya yang matang dimakan dalam keadaan segar. Disebutkan bahwa dagingnya yang berwarna jingga dan mengandung sari buah itu memberikan aroma seperti bunga mawar bercampur buah sawo pada ekskresi tubuh (seperti air seni, keringat, dan napas). Dalam pengobatan, daging buahnya berfungsi sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal dan menyebabkan kemandulan (sementara) pada wanita. Jadi, kepel ini oleh para wanita bangsawan digunakan sebagai parfum dan alat KB; di Jawa, penggunaannya secara tradisional terbatas di Kesultanan Yogyakarta. Kayunya cocok untuk perkakas rumah tangga; batangnya yang lurus setelah direndam beberapa bulan dalam air, digunakan untuk bahan bangunan rumah dan diberitakan tahan lebih dari 50 tahun. Kepel merupakan tanaman hias pohon yang indah, daunnya yang muncul secara serentak berubah dari merah muda pucat menjadi merah keunguan sebelum berubah lagi menjadi hijau cemerlang. Perawakan pohonnya berbentuk silindris atau piramid dengan banyak cabang lateral yang tersusun secara sistematik, dan sifatnya yang kauliflor (cauliflory) menambah keindahannya.

Pohon kepel di Taman Sari

Syarat Tumbuh

Kepel tumbuh liar pada tanah lembap dan dalam, di hutan-hutan sekunder di Jawa. Dibudidayakan sebagai pohon buah pada ketinggian mencapai 600 m dpl., dan mau berbuah di Queensland. Jenis ini dapat tumbuh baik di sela-sela rumpun bambu, yang di tempat itu pohon-pohon lain tidak mampu bersaing.

Budidaya

Kepel umumnya diperbanyak dari biji yang diambil dari buah matang dan disemaikan secepatnya. Penyetekan dan pencangkokan sudah pernah dicoba, tetapi tidak berhasil. Benihnya dibersihkan dengan cara dicuci dan dikeringkan di tempat teduh. Sebelum disemai benih diskarifikasi, tetapi perkecambahannya masih memerlukan waktu beberapa bulan. Lambat-laun persentase perkecambahannya tinggi juga. Perkecambahannya hipogeal, akar tunggangnya membengkak dan tidak bercabang untuk beberapa waktu. Mula-mula semai itu tumbuh lambat. Pada saat semai berdaun 3-5 helai, dipindahtanamkan ke dalam pot. Ketika tingginya mencapai 0,5-1,0 m bibit dipindahtanamkan ke lapangan dengan jarak tanam 6-8 meter. Fase yuwananya (vegetative phase, juvenile phase) berlangsung selama 6-9 tahun.

Pemeliharaan

Hama dan Penyakit

Belum ada laporan mengenai hama dan penyakit yang berbahaya, tetapi pohonnya harus dijaga dari serangan kelelawar dan binatang pengerat.

Panen dan Pascapanen

Buah kepel dianggap matang bila digores kulitnya terlihat bagian bawahnya berwarna kuning atau coklat muda (jika berwarna hijau, buah masih belum matang). Untuk menjaga kualitas, buah kepel dibungkus 1-2 bulan sebelum dipanen, menggunakan anyaman bambu atau daun kelapa atau kantung plastik. Buah dikemas dalam keranjang atau karung dan hendaknya diperlakukan dengan hati-hati; buah kepel dapat bertahan disimpan 2-3 minggu pada suhu ruang.

Galeri

  • Perangko Indonesia tahun 1998 untuk flora identitas Yogyakarta
    Perangko Indonesia tahun 1998 untuk flora identitas Yogyakarta
  • Perangko Indonesia tahun 2010 untuk flora identitas Yogyakarta
    Perangko Indonesia tahun 2010 untuk flora identitas Yogyakarta
  • Bakal buah kepel.
    Bakal buah kepel.

Referensi

  1. ↑ "Kepel". Keanekaragaman Hayati DI Yogyakarta. 12 April 2017. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
  2. ↑ "Kepel". trade winds fruit. Diakses tanggal 11 Juli 2020.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Stelechocarpus burahol.
  • Kepel, Family ANNONACEAE Diarsipkan 2008-10-13 di Wayback Machine.
  • Kepel, Deodoran Sekaligus Penyembuh Asam Urat Diarsipkan 2009-03-02 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Stelechocarpus burahol
  • Wikidata: Q1660647
  • Wikispecies: Stelechocarpus burahol
  • CoL: 4ZPZ9
  • EoL: 304910
  • EPPO: SLQBU
  • GBIF: 3154679
  • GRIN: 35492
  • iNaturalist: 348328
  • IPNI: 75160-1
  • IRMNG: 10206287
  • ITIS: 506194
  • NCBI: 235837
  • Open Tree of Life: 778415
  • Plant List: kew-2480291
  • PLANTS: STBU2
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:75160-1
  • Tropicos: 1600827
  • WFO: wfo-0000435203
Uvaria burahol
  • Wikidata: Q38429403
  • CoL: 7F6QL
  • GBIF: 3154680
  • IPNI: 75595-1
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:75595-1
  • Tropicos: 50172730
  • WFO: wfo-0000415927

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemerian
  2. Manfaat
  3. Syarat Tumbuh
  4. Budidaya
  5. Pemeliharaan
  6. Hama dan Penyakit
  7. Panen dan Pascapanen
  8. Galeri
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Pinggiran

genus tumbuh-tumbuhan

Sistem klasifikasi APG IV

adalah versi keempat dari sistem taksonomi tumbuhan modern yang sebagian besar berbasis molekul untuk tumbuhan berbunga (angiospermae) yang dikembangkan

Manoa

tanaman penghasil buah yang dapat dimakan dalam genus Annona, dari famili Annonaceae, yang mencakup keluarga buah nona dan sirsak yang berkerabat dekat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026