Keong Gondang adalah keong air tawar yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Cangkang besar mengkilap, berbentuk seperti bola tenis, berwarna hijau kekuningan atau kecoklatan, dihiasi jalur-jalur coklat. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut. Hidup di perairan tenang, seperti rawa dan danau, serta sungai yang berarus lambat, dan dapat merayap di luar air. Makanannya aneka macam tumbuh-tumbuhan air. Hewan ini bertelur di atas permukaan air, telurnya ditempel pada tumbuhan air atau benda lain yang terapung, dapat dimakan dan merupakan komuditi perdagangan bahkan ekspor. Selain itu juga dikenal sebagai vektor penyakit radang otak yang disebabkan parasit cacing nematoda (Angiostrongylus), yang dapat membawa kematian pada penderita.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Keong Gondang
| |
|---|---|
| Pila ampullacea | |
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 184900 |
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Mollusca |
| Kelas | Gastropoda |
| Ordo | Architaenioglossa |
| Famili | Ampullariidae |
| Genus | Pila |
| Spesies | Pila ampullacea Linnaeus, 1758 |
Keong Gondang (Pila ampullacea) adalah keong air tawar yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.[1] Cangkang besar mengkilap, berbentuk seperti bola tenis, berwarna hijau kekuningan atau kecoklatan, dihiasi jalur-jalur coklat.[1] Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut.[2] Hidup di perairan tenang, seperti rawa dan danau, serta sungai yang berarus lambat, dan dapat merayap di luar air.[1] Makanannya aneka macam tumbuh-tumbuhan air.[1] Hewan ini bertelur di atas permukaan air, telurnya ditempel pada tumbuhan air atau benda lain yang terapung, dapat dimakan dan merupakan komuditi perdagangan bahkan ekspor.[1] Selain itu juga dikenal sebagai vektor penyakit radang otak yang disebabkan parasit cacing nematoda (Angiostrongylus), yang dapat membawa kematian pada penderita.[1]
Keong gondang atau tutut mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dengan kadar yang cukup tinggi.[2] Selain itu, ia mengandung asam amino esensial dan mikronutrien berupa mineral yaitu kalsium yang dibutuhkan tubuh.[2] Hewan lunak berlendir ini juga rendah lemak, jadi sangat baik jika dikonsumsi.[2] Dengan pengelolaan yang tepat, kerang gondang bisa menjadi sumber protein hewani yang bermutu dengan harga murah daripada kambing, ayam atau sapi.[2]
Lendirnya bisa digunakan untuk mengobati jerawat yang meradang.[2] Di negara maju, lendir siput diproses dengan teknologi canggih dan dijadikan bahan dasar dari beberapa produk kecantikan, yang mana fungsinya juga bisa regenerasi kulit atau dapat mengurangi kerutan di wajah.[2]
Dengan pengolahan yang tepat, keong gondang bisa dijadikan penunjang kesembuhan penyakit hepatitis B, liver, diabetes, TBC, asma, maag sampai ke penyakit sembelit, influenza dan penambah nafsu makan.[2]