Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kemlakagede, Tengahtani, Cirebon

Kemlakagede adalah desa di Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.

desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kemlakagede, Tengahtani, Cirebon
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Desa in Jawa Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Jawa Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Kemlakagede
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenCirebon
KecamatanTengahtani
Kode Kemendagri32.09.35.2004 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Situs webhttp://kemlakagede.desa.cirebonkab.go.id
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Tampilkan peta yang diperbesar
Tampilkan peta yang diperkecil
Tampilkan peta penuh
Koordinat:
  • 6°42′22.75″S 108°31′39.23″E / 6.7063194°S 108.5275639°E / -6.7063194; 108.5275639
  • 6°41′56″S 108°31′56″E / 6.69889°S 108.53222°E / -6.69889; 108.53222

Kemlakagede (bahasa Jawa: ꦢꦺꦱ ꦏꦼꦩ꧀ꦭꦏꦒꦼꦝꦺcode: jv is deprecated ) adalah desa di Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.[1]

Sejarah

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Kemlakagede, Tengahtani, Cirebon" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Legenda

Berdasarkan catatan sejarah pada masa Kerajaan Pajajaran di wilayah Cirebon, berdiri kerajaan kerajaan kecil antara lain Saunggalah Kuningan, Talagamanggung dan Rajagaluh, Majalengka, Wanagiri Palimanan, Surantaka Kapetakan, Singapura di Astana dan Japura di Astanajapura yang rajanya diangkat oleh Maharaja Pajajaran.[2]

Pada akhir masa kejayaan Pajajaran, di sekitar Pantai Utara atau wilayah Timur Pajajaran bermunculan pemukiman-pemukiman penduduk yang selanjutnya berkembang menjadi pedukuhan atau desa. Salah satu Pedukuhan itu adalah Kemlaka yang wilayahnya meliputi Kemlaka Gede dan sebagian Desa Pilangsari sekarang, yang dibuka oleh Raden Mas Zakaria atau Ki Gede Buyut Raden Kemlaka (Ki Gede Kemlaka) yang bergelar Ki Muntalarasa. Nama "Kemlaka" berasal dari nama pohon sejenis cermai yang awalnya banyak tumbuh di wilayah ini.[2]

Kemlaka merupakan sebuah wilayah yang strategis sehingga dalam perjalanan sejarahnya berhasil menorehkan prestasi yang tidak kecil bagi perkembangan Kerajaan Islam Cirebon melalui tokoh tokohnya yang sangat melegenda seperti Ki Buyut Muji dan Ki Layaman di samping Ki Buyut Kemlaka. Wilayah Kemlaka yang sebelumnya merupakan sebuah pedukuhan biasa menjadi wilayah administratif dalam lingkungan Kerajaan Islam. Disebelah Timurnya adalah pedukuhan Tedeng yang dipimpin oleh Ki Gede Tedeng yang terkenal dengan disiplin keprajuritannya.


Foto 360 derajat
Berkas info • Tampilkan sebagai foto 360° derajat

Raden Mas Zakaria (Ki Buyut Kemlaka) banyak berjasa daiam perkembangan Kerajaan Islam Cirebon, sehingga untuk menghormati jasa-jasanya itu peristirahatan terakhirnya ditempatkan dilingkungan Astana Gunung Jati Cirebon berdekatan dengan makam Ki Gede Pilang dan Ki Gede Dawuan.

Ki Buyut Kemlaka juga merupakan prajurit dan pemimpin perang yang gagah berani. Pada saat Kerajaan Islam Cirebon sebagian besar bekas wilayah Kerajaan Pajajaran sekitar tahun 1529, tidak sedikit tantangan dan gangguan yang menghadang seperti serangan sporadic yang dilakukan Prabu Pucuk Umun (Arya Salingsingan), Raja Talagamanggung yang setia terhadap Pajajaran. Dengan mengerahkan berbagai kekuatan ia berupaya menjatuhkan kekuasaan Kerajaan Cirebon, akan tetapi berkat kemampuan para prajurit dan pimpinan padukuhan, serangan tersebut dapat dipatahkan.

Ki Buyut Kemlaka bersama Ki Gede Tedeng berhasil mengusir kekuatan lawan, sehingga lawan tidak dapat menyerang pusat kerajaan. Prabu Pucuk Umun dengan senjata pusakanya tombak "Ki Cuntangbarang" dapat dikalahkan dan dipukul mundur.

Ki Buyut Kemlaka adalah tokoh yang memiliki ilmu agama yang tinggi. Pemahamannya terhadap ajaran kesufian yang bersumber dari ilmu tarekat menempatkannya pada kedudukan yang terhormat, sehingga Ki Buyut Kemlaka memperoleh gelar Ki Muntalarsa, artinya orang yang memiliki keistimewaan di dalam mengolah atau mencerna rasa.

Keistimewaan ini adalah simbol pengendalian hati (qalbu) didalamnya mengandung unsur rasa nafsu dan roh sebagai sumber yang menggerakkan sikap dan perilaku manusia sehari-harinya. Dengan kemampuan mencerna rasa dalam pengertian spiritual ini, maka Ki Gede Kemlaka terkenal sebagai seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Sesuai dengan pepatah "desa mawa rasa cara, bumu mawa ciri " keteladanan Ki Kemlaka senantiasa tecermin dalam kehidupan masyarakatnya dari generasi ke generasi.

Setelah meninggalnya Ki Buyut Kemlaka (Ki Gede Kemlaka), tidak banyak yang mengetahui bagaimana kelanjutan dari pemerintahan di Desa Kemlaka, akan tetapi sebagian masyarakat menyakini bahwa Kemlaka berikutnya dipimpin oleh keturunan Ki Buyut Kemlaka hingga terjadinya perubahan kekuasaan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda.

Desa Kemlaka selanjutnya berubah nama menjadi Desa Kemlakagede.

Galeri

  • Mushola Alhidayah Blok Kapling Kemlakagede
    Mushola Alhidayah Blok Kapling Kemlakagede
  • Pohon beringin depan balai desa
    Pohon beringin depan balai desa
  • Masjid Kemlakagede dari barat
    Masjid Kemlakagede dari barat
  • SDN 3
    SDN 3
  • Masjid dari arah selatan
    Masjid dari arah selatan
  • Panorama 360 serambi masjid
    Panorama 360 serambi masjid
  • SDN 1
    SDN 1
  • Panorama 360 pelataran kantor kuwu
    Panorama 360 pelataran kantor kuwu

Referensi

  1. ↑ "Kondisi Geografis Desa Kemlaka Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon" (PDF). BAB III.
  2. 1 2 "Sejarah Desa–Website Resmi Desa Kemlakagede". Diakses tanggal 2019-08-02.
  • l
  • b
  • s
Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
Desa
  • Astapada
  • Battembat
  • Dawuan
  • Gesik
  • Kalibaru
  • Kalitengah
  • Kemlakagede
  • Palir

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Legenda
  3. Galeri
  4. Referensi

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Jawa Barat

artikel daftar Wikimedia

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Cirebon

artikel daftar Wikimedia

Kabupaten Cirebon

kabupaten di Provinsi Jawa Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026