Kemalakian atau Cerakin adalah tumbuhan suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae), berasal dari Afrika tropik. Tingginya mencapai 6 meter, batangnya bergetah. Daunnya berbetuk bulat telur, bagian bawah berbulu jarang. Bunga berupa tandan, terdiri atas bunga-bunga jantan dan betina. Buah berbelah, berongga 3, biji berkerut-kerut. Semua bagian tanaman menimbulkan rasa pedas. Akar berkhasit peluruh air kencing. Biji berguna sebagai obat pencahar, peluruh air kencing dan encok, banyak mengandung minyak lemak yang disebut minyak kroton, kadar air dalam biji 30-50 %, protein 18 %, anatara lain protein racun krotin dan krotonosoid, globulin, dan albumin serta enzim tripsin dan lipase. Minyaknya banyak mengandung asam oleat, linolat dan miristinat serta sedikit asam palmitat dan stearat, juga mengandung senyawaa terpenoidaforbol dan zat pencahar. Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji atau setek batang, pertumbuhan cepat, berbuah setelah berusia 15 bulan. Di Indonesia tumbuh ditempat beriklim lembap, dari 250 - 1500 meter di atas permukaan laut. Biasanya tumbuh liar di hutan kadang-kadang juga ditanam.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Kemalakian | |
|---|---|
| Croton tiglium | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosid |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Tribus: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. tiglium |
| Nama binomial | |
| Croton tiglium | |
Kemalakian atau Cerakin (Lat.: Croton tiglium) adalah tumbuhan suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae), berasal dari Afrika tropik.[2] Tingginya mencapai 6 meter, batangnya bergetah.[2] Daunnya berbetuk bulat telur, bagian bawah berbulu jarang.[2] Bunga berupa tandan, terdiri atas bunga-bunga jantan dan betina.[2] Buah berbelah, berongga 3, biji berkerut-kerut.[2] Semua bagian tanaman menimbulkan rasa pedas.[2] Akar berkhasit peluruh air kencing.[2] Biji berguna sebagai obat pencahar, peluruh air kencing dan encok, banyak mengandung minyak lemak yang disebut minyak kroton, kadar air dalam biji 30-50 %, protein 18 %, anatara lain protein racun krotin dan krotonosoid, globulin, dan albumin serta enzim tripsin dan lipase.[2] Minyaknya banyak mengandung asam oleat, linolat dan miristinat serta sedikit asam palmitat dan stearat, juga mengandung senyawaa terpenoidaforbol dan zat pencahar.[2] Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji atau setek batang, pertumbuhan cepat, berbuah setelah berusia 15 bulan.[2] Di Indonesia tumbuh ditempat beriklim lembap, dari 250 - 1500 meter di atas permukaan laut.[2] Biasanya tumbuh liar di hutan kadang-kadang juga ditanam.[2]

