Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kelenteng Tiao Kak Sie

Klenteng Tiao Kak Sie (潮覺寺) atau Vihara Dewi Welas Asih adalah sebuah kelenteng Tionghoa yang terletak di Jalan Kantor No. 2 Kampung Kamiran, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi klenteng ini bersebelahan dengan bangunan kuno bekas gedung Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij, kini menjadi Bank Mandiri.

bangunan kuil di Indonesia
Diperbarui 28 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kelenteng Tiao Kak Sie
Tiao Kak Sie
潮覺寺
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°43′4.49972″S 108°34′13.17522″E / 6.7179165889°S 108.5703264500°E / -6.7179165889; 108.5703264500Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°43′4.49972″S 108°34′13.17522″E / 6.7179165889°S 108.5703264500°E / -6.7179165889; 108.5703264500Lihat peta diperkecil
Agama
AfiliasiTridharma
WilayahJawa Barat
DewaKwan Sie Im Pho Sat
Lokasi
LokasiCirebon, Jawa Barat
NegaraIndonesia
Arsitektur
TipeKlenteng
GayaTionghoa
Didirikan± 1595

Klenteng Tiao Kak Sie (潮覺寺) atau Vihara Dewi Welas Asih adalah sebuah kelenteng Tionghoa yang terletak di Jalan Kantor No. 2 Kampung Kamiran, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi klenteng ini bersebelahan dengan bangunan kuno bekas gedung Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij, kini menjadi Bank Mandiri.[1]

Sejarah

Tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan kapan Vihara Dewi Welas Asih berdiri, tetapi menurut manuskrip dari Keraton Kasepuhan, disebutkan bahwa Vihara tersebut dibangun pada tahun 1595. Di pai, sebuah papan kecil yang memuat pepatah atau peribahasa sebagai penghormatan kepada dewa-dewa, tertulis 1658 M di sebelah kiri.[butuh rujukan]

Pada tahun 1658 M, klenteng ini memang diperkirakan sudah ada, namun tidak diketahui siapa orang yang mendirikannya. Hanya yang memperbaiki klenteng itu pada tahun 1791, tahun 1829, dan tahun 1889, nama-namanya tertulis pada dua papan batu yang berada di bilik depan pada dinding sebelah kanan dan kiri, sedangkan yang satunya tertulis di papan kayu lepas saja.[butuh rujukan]

Klenteng yang menghadap ke selatan ini, berdiri di atas areal lahan seluas 1.8577 m² dengan bangunan utama seluas 1.600 m². Klenteng ini dinamakan Tiao Kak Sie. Sie berarti rumah orang beribadat atau tempat bertapa. Tiao, artinya air pasang atau air naik. Sedangkan, Kak artinya bangun dari tidur dan bisa juga dimaknai, membangunkan atau membawa kepada akal yang benar. Oleh sebab itu, klenteng ini bisa memiliki dua pengertian. Pertama, klenteng merupakan tempat kita dibangunkan oleh air pasang, dan yang kedua, klenteng merupakan tempat akal bertambah.[butuh rujukan]

Struktur

Denah klenteng ini terbagi menjadi halaman, bangunan utama, dan bangunan sayap. Memasuki halaman pertama, pengunjung akan melintasi gapura berbentuk bentar berwarna hitam. Menuju halaman kedua, pengunjung melewati men lou wu, pintu gerbang untuk masuk ke dalam bangunan utama.[butuh rujukan]

Bangunan utama klenteng ini terdiri atas serambi dan ruang utama. Ruang utama memiliki ruang bagian depan, tengah dan ruang suci utama. Pada bagian ruang tengah utama terdapat altar untuk memuja Dewa Hok Teng Ceng Sing (Dewa Bumi), dan altar untuk Dewa Seng Ho Yah (Dewa Akhirat//Hukum). Sedangkan, pada ruang suci utama terdapat altar untuk memuja dewa utama sebagai tuan rumah dari kelenteng yaitu Kwam Im Pou Sat dengan dikelilingi oleh arahat. Di sebelah kanan altar Dewi Welas Asih terdapat altar Dewa Kwan Seng Tee Kun yang melambangkan kejujuran, kesetiaan dan keberanian membela kebenaran. Di sebelah kiri altar Dewi Welas Asih terdapat Dewi Laut Maco Po yang melambangkan keikhlasan, memberi tanpa mengharapkan imbalan. Selain itu, masih terdapat bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap belakang, yang juga dipergunakan untuk altar.[butuh rujukan]

Klenteng Tiao Kak Sie yang dikenal juga dengan nama Vihara Dewi Welas Asih ini telah ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) dengan Surat Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 19 Tahun 2001 tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya di Kota Cirebon.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ https://situsbudaya.id/klenteng-tiao-kak-sie-cirebon/%5B%5D

Lihat juga

  • Kelenteng Talang Cirebon
  • Vihara Pemancar Keselamatan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tiao Kak Sie.
  • Kelenteng Tiao Kak Sie di Instagram Sunting di Wikidata

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Struktur
  3. Referensi
  4. Lihat juga
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Kuil Hindu di Indonesia

India ke Indonesia pada abad ke-19, sejumlah kuil bergaya India didirikan di berbagai kota di Indonesia, terutama di Medan dan Jakarta. Kuil-kuil Hindu India

Kuil Hirohara

bekas kuil Shinto peninggalan masa pendudukan Jepang di kota Medan; satu-satunya kuil Shinto yang masih bertahan di Asia Tenggara sejak menyerahnya Jepang

Horyuji

bangunan kuil di Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026