Hipofisis, atau kelenjar pituitari, beratnya sekitar 0.5 gram, dan dimensi normalnya pada manusia sekitar 10 x 13 x 6 mm. Kelenjar ini berada di rongga tulang sphenoid—sella turcica—. Selama embriogenesis, hipofisis berkembang sebagian dari ectoderm oral dan sebagian lagi dari jaringan saraf. Komponen neural muncul sebagai sebuah evaginasi dari dasar diencephalon dan tumbuh ke arah caudal sebagai batang tanpa melepaskan diri dari otak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kelenjar pituitari | |
|---|---|
Hipofisis terletak di dasar tulang tengkorak dan di bawah otak. | |
| Rincian | |
| Pendahulu | neural and oral ectoderm, including Rathke's pouch |
| Pengidentifikasi | |
| Bahasa Latin | Hipofisis, glandula pituitaria |
| MeSH | D010902 |
| NeuroLex ID | birnlex_1353 |
| TA98 | A11.1.00.001 |
| TA2 | 3853 |
| FMA | 13889 |
| Daftar istilah anatomi | |
Hipofisis (Yunani hypo, di bawah, + physis, pertumbuhan), atau kelenjar pituitari, beratnya sekitar 0.5 gram, dan dimensi normalnya pada manusia sekitar 10 x 13 x 6 mm. Kelenjar ini berada di rongga tulang sphenoid—sella turcica—. Selama embriogenesis, hipofisis berkembang sebagian dari ectoderm oral dan sebagian lagi dari jaringan saraf. Komponen neural muncul sebagai sebuah evaginasi dari dasar diencephalon dan tumbuh ke arah caudal sebagai batang tanpa melepaskan diri dari otak.
Karena berasal dari dua sumber, hipofisis sebenarnya terdiri dari dua kelenjar yang bersatu secara anatomis tetapi mempunyai fungsi yang berbeda: