Orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dapat menghadapi kekerasan yang dimotivasi oleh sikap kebencian terhadap seksualitas atau identitas gender mereka. Kekerasan dapat dilakukan oleh negara, sesuai dengan hukum yang memberikan hukuman bagi tindakan-tindakan homoseksual, atau oleh orang yang melakukan intimidasi, perundungan, serangan, atau penggantungan. Kekerasan ditargetkan kepada orang-orang tersebut karena seksualitas mereka dapat menjadi psikologi atau fisik dan dapat berujung pada pembunuhan. Tindakan-tindakan tersebut dimotivasi oleh homofobia, lesbofobia, bifobia, transfobia, dan dapat dipengaruhi oleh budaya, agama atau bias dan kebiasaan politik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari seri tentang |
| LGBT |
|---|
| lesbian ∙ gay ∙ biseksual ∙ transgender |
|
|
Orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dapat menghadapi kekerasan yang dimotivasi oleh sikap kebencian terhadap seksualitas atau identitas gender mereka.[1] Kekerasan dapat dilakukan oleh negara, sesuai dengan hukum yang memberikan hukuman bagi tindakan-tindakan homoseksual (lihat hukum seksualitas), atau oleh orang yang melakukan intimidasi, perundungan, serangan, atau penggantungan. Kekerasan ditargetkan kepada orang-orang tersebut karena seksualitas mereka dapat menjadi psikologi atau fisik dan dapat berujung pada pembunuhan. Tindakan-tindakan tersebut dimotivasi oleh homofobia, lesbofobia, bifobia, transfobia, dan dapat dipengaruhi oleh budaya, agama atau bias dan kebiasaan politik.[2]