Kehidupan cermin dikenal juga dengan Mirror life atau mirror-image life adalah bentuk kehidupan hipotetis yang hanya terdiri dari molekul-molekul dengan kiralitas terbalik, yaitu bayangan cermin dari molekul biologis biasa. Molekul-molekul termasuk protein, DNA, dan RNA, memiliki struktur terbalik dibandingkan dengan yang ada pada organisme hidup normal. Konsep ini pertama kali dikaji oleh Louis Pasteur melalui penelitian tentang asimetri molekul organik. Sampai saat ini, kehidupan cermin belum ditemukan di alam, tetapi beberapa komponennya, seperti protein dan asam nukleat versi cermin, telah berhasil disintesis di laboratorium. Upaya untuk mensintesis ribosom versi cermin secara kimiawi telah berlangsung sejak 2016. Secara teoretis, organisme lengkap yang seluruh komponennya merupakan versi cermin dari molekul biologis normal dapat dibuat, tetapi secara praktis hal tersebut belum dapat direalisasikan dengan teknologi saat ini.
Kehidupan cermin dikenal juga dengan Mirror life atau mirror-image life adalah bentuk kehidupan hipotetis yang hanya terdiri dari molekul-molekul dengan kiralitas terbalik, yaitu bayangan cermin dari molekul biologis biasa.[1][2][3] Molekul-molekul termasuk protein, DNA, dan RNA, memiliki struktur terbalik dibandingkan dengan yang ada pada organisme hidup normal. Konsep ini pertama kali dikaji oleh Louis Pasteur melalui penelitian tentang asimetri molekul organik.[4][5] Sampai saat ini, kehidupan cermin belum ditemukan di alam, tetapi beberapa komponennya, seperti protein dan asam nukleat versi cermin, telah berhasil disintesis di laboratorium.[6][7][8][9][10][11] Upaya untuk mensintesis ribosom versi cermin secara kimiawi telah berlangsung sejak 2016.[12][13][14][15] Secara teoretis, organisme lengkap yang seluruh komponennya merupakan versi cermin dari molekul biologis normal dapat dibuat,[16][17] tetapi secara praktis hal tersebut belum dapat direalisasikan dengan teknologi saat ini.[18]
Konsep
Molekul di Bumi ada dalam dua bentuk seperti cermin (kiri dan kanan).Bentuk ini ditentukan oleh arah cahaya terpolarisasi saat melewati larutan murni molekul tersebut. organisme hidup secara konsisten menggunakan satu jenis bentuk untuk setiap jenis molekul,[19] yaitu RNA dan DNA mengandung gula berbentuk kanan, sedangkan protein yang disintesis oleh ribosom hanya tersusun dari asam amino berbentuk kiri.[20] Fenomena ini disebut homokiralitas.[21] Protein yang tersusun dari campuran asam amino kiri dan kanan biasanya tidak dapat melipat atau berfungsi dengan baik, tetapi protein versi cermin telah dibuat dan dapat menjalankan fungsi yang sama pada substrat dengan arah yang berlawanan.[22]
Perkembangan
Sintesis virus
Pada tahun 2002, ilmuwan berhasil mensintesis genom virus secara kimiawi dari molekul-molekul kecil. Pencapaian ini membuka kemungkinan untuk mempelajari patogen secara lebih mendalam serta memproduksi virus dengan sifat yang diinginkan untuk penelitian atau terapi genetik. Sintesis ini juga menjadi dasar untuk eksperimen biologi sintetis lebih lanjut, di mana komponen genetik dapat direkayasa dari awal tanpa memerlukan organisme hidup sebagai acuan.[23][24][25]
Bakteri semi-sintetik
Pada 2010 tim peneliti dari J. Craig Venter Institute, yang dipimpin oleh Craig Venter berhasil menciptakan bakteri semi-sintetik dengan genom yang dimodifikasi secara signifikan. Bakteri ini merupakan organisme hidup pertama yang genomnya sebagian disintesis dan dimodifikasi di laboratorium, menandai langkah penting menuju pembuatan organisme hidup lengkap dari molekul-molekul kimia dasar.[26][27]
Ribosom sintetis
Pada 2013 Michael C. Jewett dan tim di Universitas Northwestern bersama George M. Church dari Universitas Harvard, berhasil mensintesis dan mengaktifkan ribosom sintetis berhasil dibuat. Ribosom merupakan mesin utama untuk sintesis protein dalam sel dan merupakan struktur yang sangat kompleks. Sintesis ini menunjukkan bahwa sistem translasi lengkap dapat dibuat dari molekul-molekul kecil melalui pendekatan eksperimental.[28][29]