Kehidupan buatan adalah bidang studi di mana para peneliti meneliti sistem yang terkait dengan kehidupan alam, proses, dan evolusinya, melalui penggunaan simulasi dengan model komputer, robotika, dan biokimia. Disiplin ini dicetuskan oleh Christopher Langton, seorang ahli biologi teoretis Amerika, pada tahun 1986. Pada tahun 1987 Langton menyelenggarakan konferensi lapangan pertama, di Los Alamos, New Mexico. Ada tiga jenis utama kehidupan buatan, yang dinamai berdasarkan pendekatannya: lunak, dari perangkat lunak; keras, dari perangkat keras; dan basah, dari biokimia. Peneliti kehidupan buatan mempelajari biologi konvensional dengan mencoba menciptakan ulang berbagai aspek dalam fenomena biologis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kehidupan buatan (artificial life, sering disebut ALife atau A-Life) adalah bidang studi di mana para peneliti meneliti sistem yang terkait dengan kehidupan alam, proses, dan evolusinya, melalui penggunaan simulasi dengan model komputer, robotika, dan biokimia.[1] Disiplin ini dicetuskan oleh Christopher Langton, seorang ahli biologi teoretis Amerika, pada tahun 1986.[2] Pada tahun 1987 Langton menyelenggarakan konferensi lapangan pertama, di Los Alamos, New Mexico.[3] Ada tiga jenis utama kehidupan buatan,[4] yang dinamai berdasarkan pendekatannya: lunak,[5] dari perangkat lunak; keras,[6] dari perangkat keras; dan basah, dari biokimia. Peneliti kehidupan buatan mempelajari biologi konvensional dengan mencoba menciptakan ulang berbagai aspek dalam fenomena biologis.[7][8]