Cornelis Theodorus Maria van Dongen, biasa dikenal dengan sebutan Kees van Dongen atau Van Dongen saja, adalah seorang pelukis Netherland, Belanda, merupakan salah satu tokoh aliran Fauvisme. pada tahun 1897 ia meninggalkan kota kelahirannya dan menetap di Paris. Di sana ia menekuni karyanya sebagai karikaturis dan ilustrator. Ia tinggal satu rumah dengan Pablo Picasso dan penulis-penulis lainnya yang pada waktu itu hidup serba kekurangan, seperti halnya penyair Appolinair dan Max jacob. Lukisan-lukisan Kees van Dongen pada waktu itu masih bersfat anekdotis-ilustratif dengan mengambil tema kehidupan sehari-hari di kota Paris. Di kemudian hari, pada tahun 1905 ia menggabungkan diri dalam kelompok pelukis beraliran Fauvisme dan karya-karyanya dalam pameran bersama termasuk dalam karya terkuat. Meskipun bukan seorang inovator, Kees van Dongen berhasil menyesuaikan warna-warna dan garis Fauvistis ke dalam lukisan para wanita yang hidup dalam kemewahan. Kees van Dongen melukis perhiasan para wanita dengan sangat brilian dan pakaian-pakaian mewah dalam ganbar para penari, artis di sana. Seterusnya ia melukis dalam semangat dan gejolak Fauvistis itu sampai perang dunia pertama, pada waktu iu lukisannya diakui sebagai lukisan yang tergemilang, dari yang telah dibuatnya setelah 1920. Namun Kees van Dongen dianggap terlalu tenggelam dalam karya seni yang meggambarkan hidup keduniawian, dan karyanya dianggap lebih rendah daripada aliran Fauvistis pada waktu itu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kees van Dongen | |
|---|---|
Kees van Dongen in 1938 | |
| Lahir | Cornelis Theodorus Maria van Dongen (1877-01-26)26 Januari 1877 Rotterdam, Netherlands |
| Meninggal | 28 Mei 1968(1968-05-28) (umur 91) Monte Carlo, Monaco |
| Kebangsaan | Belanda, Prancis |
| Dikenal atas | Seni Lukis |
| Gerakan politik | Fauvisme |
| Penghargaan
| |
Cornelis Theodorus Maria van Dongen (lahir 26 Januari 1877 – meninggal 28 Mei 1968), biasa dikenal dengan sebutan Kees van Dongen atau Van Dongen saja, adalah seorang pelukis Netherland, Belanda, merupakan salah satu tokoh aliran Fauvisme.[1] pada tahun 1897 ia meninggalkan kota kelahirannya dan menetap di Paris.[1] Di sana ia menekuni karyanya sebagai karikaturis dan ilustrator.[1] Ia tinggal satu rumah dengan Pablo Picasso dan penulis-penulis lainnya yang pada waktu itu hidup serba kekurangan, seperti halnya penyair Appolinair dan Max jacob.[1] Lukisan-lukisan Kees van Dongen pada waktu itu masih bersfat anekdotis-ilustratif dengan mengambil tema kehidupan sehari-hari di kota Paris.[1] Di kemudian hari, pada tahun 1905 ia menggabungkan diri dalam kelompok pelukis beraliran Fauvisme dan karya-karyanya dalam pameran bersama termasuk dalam karya terkuat.[1] Meskipun bukan seorang inovator, Kees van Dongen berhasil menyesuaikan warna-warna dan garis Fauvistis ke dalam lukisan para wanita yang hidup dalam kemewahan.[2] Kees van Dongen melukis perhiasan para wanita dengan sangat brilian dan pakaian-pakaian mewah dalam ganbar para penari, artis di sana.[2] Seterusnya ia melukis dalam semangat dan gejolak Fauvistis itu sampai perang dunia pertama, pada waktu iu lukisannya diakui sebagai lukisan yang tergemilang, dari yang telah dibuatnya setelah 1920.[1] Namun Kees van Dongen dianggap terlalu tenggelam dalam karya seni yang meggambarkan hidup keduniawian, dan karyanya dianggap lebih rendah daripada aliran Fauvistis pada waktu itu.[1]