Cornelis "Kees" Adrianus Maria Bertens adalah seorang rohaniwan, filsuf, dan tokoh etika Indonesia. Ia mempelajari ilmu filsafat dan teologi yang ditekuni sejak di Belanda. Ia mengenyam pendidikan di Universitas Katolik Leuven dan lulus dengan gelar Ph.D. pada 1968.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kees Bertens | |
|---|---|
| Imamat | |
Tahbisan imam | 4 September 1960[1] oleh Antoon Konings, S.M.A.[1] |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Cornelis Adrianus Maria Bertens |
| Lahir | (1936-06-29)29 Juni 1936 Tilburg, Belanda |
| Meninggal | 19 Juli 2024(2024-07-19) (umur 88) Jakarta, Indonesia |
| Makam | San Diego Hills |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Pekerjaan | |
| Almamater | Universitas Katolik Leuven |
Cornelis "Kees" Adrianus Maria Bertens (29 Juni 1936 – 19 Juli 2024) adalah seorang rohaniwan, filsuf, dan tokoh etika Indonesia. Ia mempelajari ilmu filsafat dan teologi yang ditekuni sejak di Belanda. Ia mengenyam pendidikan di Universitas Katolik Leuven dan lulus dengan gelar Ph.D. pada 1968.
Selain aktif sebagai rohaniwan Gereja Katolik di Jakarta, sejak tahun 1968, ia mengajar filsafat sistematis dan sejarah filsafat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sejak 1983 sebagai dosen etika di Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia aktif sebagai sebagai staf di Pusat Pengembangan Etika Universitas Atma Jaya Jakarta dan mengepalai badan itu pada 1984 hingga 1995.
Ia dikatakan pernah terlibat dalam perdebatan yang cukup sengit dengan Soe Tjen Marching dalam harian Kompas seputar etika aborsi. Soe Tjen, yang disebutnya berpegang pada posisi pro-choice, mengklaim St. Agustinus sebagai "pujangga Kristen yang mengizinkan aborsi", suatu anggapan yang ditolak oleh Gereja Katolik (lih. Agustinus dari Hippo § Antropologi Kristen).[2]
Ia terpilih menjadi ketua Perhimpunan Dosen Etika Seluruh Indonesia (HIDESI) pada periode 1990 hingga 1998.
Ia meninggal dunia pada 19 Juli 2024 di Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta pada usia 88 tahun.[3] Ia dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang.
Prof. Bertens aktif menulis berbagai publikasi ilmiah terkait keahliannya. Beberapa buku etika yang pernah diterbitkannya: